Minggu, 23 Agustus 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Alam dan Lingkungan Hidup

PBB: Frekuensi dan Kerugian Bencana Iklim Naik, Korban Jiwa Turun

by Pewarta Warga
02/09/2021
in Alam dan Lingkungan Hidup, Arsip 2021, Internasional
Reading Time: 4 mins read
A A
solar energy

Organisasi Meteorologi Dunia PBB menyebut dalam laporannya, bencana iklim melanda dunia lebih sering dan menyebabkan kerugian yang lebih banyak. Namun, bencana tersebut sebabkan lebih sedikit korban jiwa.

Bencana iklim melanda dunia empat hingga lima kali lebih sering dan menyebabkan kerusakan tujuh kali lipat lebih banyak dibanding tahun 1970an, menurut Badan Meteorologi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), tetapi bencana-bencana iklim ini merenggut nyawa lebih sedikit.

Pada tahun 1970an dan 1980an misalnya, rata-rata menyebabkan kematian 170 jiwa setiap harinya di seluruh dunia. Sementara pada tahun 2010an, angka tersebut turun menjadi sekitar 40 per hari, kata Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) yang meninjau lebih dari 11.000 bencana iklim dalam setengah abad terakhir.

Laporan WMO ini muncul di periode musim panas yang dipenuhi bencana secara global, termasukbanjir mematikan di Jerman , gelombang panas di Mediterania, Badai Ida, dan serangan kebakaran hutan yang diperparah oleh musim kering yang melanda Amerika Serikat (AS).

“Kabar baiknya adalah kita telah bisa meminimalkan jumlah korban di saat kita mulai mengalami kenaikan jumlah bencana: gelombang panas, banjir, musim kering, dan terutama… badai tropis ekstrem seperti Ida, yang baru-baru ini melanda Louisiana dan Mississippi di Amerika Serikat,” kata Petteri Taalas, Sekretaris Jenderal WMO, dalam sebuah konferensi pers.

“Namun, kabar buruknya adalah kerugian ekonomi telah meningkat dengan cepat dan peningkatan ini diperkirakan akan terus berlanjut,” tambahnya. “Kita akan semakin sering menyaksikan cuaca ekstrem akibat perubahan iklim, dan tren negatif dalam iklim ini akan berlanjut dalam beberapa dekade mendatang.”

Pada tahun 1970an, dunia rata-rata mengalami 711 bencana iklim dalam setahun. Tapi dari tahun 2000 hingga 2009 angka tersebut naik menjadi 3.536 bencana dalam setahun atau hampir 10 bencana dalam satu hari, demikian menurut laporan yang menggunakan data dari Pusat untuk Riset Epidemiologi Bencana (Centre for Research on the Epidemiology of Disasters) di Belgia itu. Laporan itu juga menyebutkan bahwa jumlah rata-rata bencana tahunan mengalami sedikit penurunan pada tahun 2010an, yakni menjadi 3.165 bencana.

Laporan itu juga mengungkap bahwa banyak dari kematian dan kerusakan selama 50 tahun bencana iklim disebabkan oleh badai, banjir, dan musim kering.

Dari lebih dari 2 juta kematian, 90% di antaranya terjadi di negara-negara yang dikategorikan PBB sebagai negara berkembang, sementara hampir 60% kerugian ekonomi terjadi di negara-negara kaya.

PBB menemukan bahwa pada tahun 1970an bencana iklim menyebabkan kerugian sekitar 175 miliar dolar AS secara global, jika disesuaikan dengan nilai dolar pada tahun 2019. Jumlah tersebut naik menjadi 1,38 triliun dolar AS untuk periode tahun 2010 hingga 2019.

Menurut WMO, hal yang mendorong kehancuran tersebut adalah karena semakin banyak orang pindah ke daerah berbahaya, dengan perubahan iklim menyebabkan bencana iklim lebih kuat dan makin sering. Meski begitu, para pakar menyebutkan bahwa peringatan cuaca yang lebih baik serta kesiapsiagaan telah berhasil mengurangi jumlah kematian.

Susan Cutter, Direktur Hazards and Vulnerability Research Institute di University of South Carolina melihat ada kemajuan dalam hal belajar hidup dengan risiko dan juga melindungi diri sendiri.

“Di sisi lain, kita masih membuat keputusan bodoh tentang peletakan infrastruktur,” kata Cutter. “Tapi tidak apa-apa. Kita tidak kehilangan nyawa, kita hanya kehilangan benda-benda.”

Angka korban jiwa akan terus menurun?

Samantha Montano, seorang profesor manajemen darurat di Akademi Maritim Massachusetts dan penulis buku “Disasterology”, mengatakan ia khawatir bahwa jumlah kematian mungkin akan berhenti menurun karena peningkatan cuaca ekstrem yang disebabkan perubahan iklim melanda terutama negara-negara miskin.

“Kesenjangan di mana negara-negara telah memiliki fasilitas atau cara yang didedikasikan untuk meminimalkan kematian akibat bencana adalah kekhawatiran besar, terutama karena perubahan iklim,” tutur Montano. “Menurunnya kematian dalam beberapa dekade terakhir tidak berarti hal itu akan berlanjut, kecuali kita terus berinvestasi dalam upaya tersebut.”

Badai Ida merupakan sebuah contoh bencana yang menyebabkan kerusakan besar dan mungkin korban jiwa yang lebih sedikit dibanding badai-badai besar sebelumnya, kata Cutter. Ia menambahkan bahwa tahun ini, bencana iklim “tampaknya melanda tiap beberapa minggu,” seperti misalnya Ida, kebakaran hutan AS dan banjir di Jerman, Cina, dan Tennessee.

Lima bencana iklim paling mahal sejak tahun 1970 merupakan badai di AS, dengan Badai Katrina pada tahun 2005 menduduki peringkat pertama. Sedangkan lima bencana iklim paling mematikan terjadi di Afrika dan Asia, di mana kekeringan dan kelaparan di Etiopia pada pertengahan 1980an dan Siklon Bhola di Bangladesh pada tahun 1970 menempati posisi teratas.

BACA JUGA:

PBB Ungkap Pola Mengerikan: Bayi dan Anak-anak Diduga Sengaja Ditargetkan dalam Serangan Israel di Gaza

Gempa Dahsyat Venezuela Tewaskan Ribuan Jiwa: Pelajaran Kesiapsiagaan Global dan Tantangan Bantuan

Laporan PBB: Israel Diduga Sengaja Targetkan Anak-anak Gaza, Menuju Genosida

Indonesia Tuntut PBB Investigasi Kematian Praka Rico Pramudia, Soroti Kejahatan Perang

Sekjen PBB Berduka Atas Gugurnya Prajurit Perdamaian Indonesia di Lebanon, Desak Israel Hentikan Serangan

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: climate changePBBWMO
Share5Tweet3Send

ARTIKEL TERKAIT

PBB: Frekuensi dan Kerugian Bencana Iklim Naik, Korban Jiwa Turun - Featured

Transformasi Dapur: Ubah Sampah Organik Jadi Emas Hijau Bernilai Tinggi, Kunci Lingkungan Lestari

23/08/2026
PBB: Frekuensi dan Kerugian Bencana Iklim Naik, Korban Jiwa Turun - Featured

Lebih dari 4.000 Gempa Susulan Guncang NTT, Ribuan Rumah Rusak: Update Terbaru Dampak dan Bantuan

22/08/2026
PBB: Frekuensi dan Kerugian Bencana Iklim Naik, Korban Jiwa Turun - Featured

1,5 Hektare Hutan di Malino Gowa Terbakar, Petugas Gabungan Berhasil Lakukan Pemadaman

21/08/2026
PBB: Frekuensi dan Kerugian Bencana Iklim Naik, Korban Jiwa Turun - Featured

Kebakaran Hutan Pinus Malino Terkendali, BBKSDA Sulsel Ingatkan Kewaspadaan Warga: Ini Kronologi dan Imbauannya

20/08/2026
PBB: Frekuensi dan Kerugian Bencana Iklim Naik, Korban Jiwa Turun - Featured

Gempa Bumi 15 Agustus 2026: M7,7 Guncang NTT, Ratusan Aftershock & Gempa M6,4 di Simalungun

16/08/2026
PBB: Frekuensi dan Kerugian Bencana Iklim Naik, Korban Jiwa Turun - Featured

Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Nagekeo NTT, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami untuk NTT, NTB, Sulsel & Sultra

15/08/2026
PBB: Frekuensi dan Kerugian Bencana Iklim Naik, Korban Jiwa Turun - Featured

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026: Eropa Gelap Gulita, Fenomena Langka

12/08/2026
PBB: Frekuensi dan Kerugian Bencana Iklim Naik, Korban Jiwa Turun - Featured

El Nino Mengganas: 107 Ribu Hektare Hutan Terbakar, Ribuan Armada Udara Dikerahkan

11/08/2026

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    725 shares
    Share 290 Tweet 181
  • Gempa Bumi 15 Agustus 2026: M7,7 Guncang NTT, Ratusan Aftershock & Gempa M6,4 di Simalungun

    111 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Nagekeo NTT, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami untuk NTT, NTB, Sulsel & Sultra

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • 11 Gaya Rambut Pria Korea Terkini yang Bikin Wanita Jatuh Hati: Dijamin Keren Maksimal!

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Urat Nadi Baja di Bawah Nusantara: Mampukah Super Grid Rp 388 Triliun PLN Menjawab Paradoks Energi Indonesia?

    883 shares
    Share 394 Tweet 246
  • Gotong Royong Makassar: Warga Panakkukang Bersihkan Rumah Ibadah Sambut HUT RI ke-81

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • 16 Model Rambut Pria yang Terbukti Disukai Wanita, Keren dan Stylish! (Update 2026)

    160 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    736 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Gempa 7,7 M Guncang NTT: 5 Bandara dan 3 Pelabuhan Terdampak, Operasional Tetap Berjalan

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Makassar Buka Festival Hari UMKM Nasional 2026: Kolaborasi Grab & CCEP Dorong Ekonomi Digital Lokal

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.