Minggu, 6 September 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Alam dan Lingkungan Hidup

PBB: Frekuensi dan Kerugian Bencana Iklim Naik, Korban Jiwa Turun

by Pewarta Warga
02/09/2021
in Alam dan Lingkungan Hidup, Arsip 2021, Internasional
Reading Time: 4 mins read
A A
solar energy

Organisasi Meteorologi Dunia PBB menyebut dalam laporannya, bencana iklim melanda dunia lebih sering dan menyebabkan kerugian yang lebih banyak. Namun, bencana tersebut sebabkan lebih sedikit korban jiwa.

Bencana iklim melanda dunia empat hingga lima kali lebih sering dan menyebabkan kerusakan tujuh kali lipat lebih banyak dibanding tahun 1970an, menurut Badan Meteorologi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), tetapi bencana-bencana iklim ini merenggut nyawa lebih sedikit.

Pada tahun 1970an dan 1980an misalnya, rata-rata menyebabkan kematian 170 jiwa setiap harinya di seluruh dunia. Sementara pada tahun 2010an, angka tersebut turun menjadi sekitar 40 per hari, kata Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) yang meninjau lebih dari 11.000 bencana iklim dalam setengah abad terakhir.

Laporan WMO ini muncul di periode musim panas yang dipenuhi bencana secara global, termasukbanjir mematikan di Jerman , gelombang panas di Mediterania, Badai Ida, dan serangan kebakaran hutan yang diperparah oleh musim kering yang melanda Amerika Serikat (AS).

“Kabar baiknya adalah kita telah bisa meminimalkan jumlah korban di saat kita mulai mengalami kenaikan jumlah bencana: gelombang panas, banjir, musim kering, dan terutama… badai tropis ekstrem seperti Ida, yang baru-baru ini melanda Louisiana dan Mississippi di Amerika Serikat,” kata Petteri Taalas, Sekretaris Jenderal WMO, dalam sebuah konferensi pers.

“Namun, kabar buruknya adalah kerugian ekonomi telah meningkat dengan cepat dan peningkatan ini diperkirakan akan terus berlanjut,” tambahnya. “Kita akan semakin sering menyaksikan cuaca ekstrem akibat perubahan iklim, dan tren negatif dalam iklim ini akan berlanjut dalam beberapa dekade mendatang.”

Pada tahun 1970an, dunia rata-rata mengalami 711 bencana iklim dalam setahun. Tapi dari tahun 2000 hingga 2009 angka tersebut naik menjadi 3.536 bencana dalam setahun atau hampir 10 bencana dalam satu hari, demikian menurut laporan yang menggunakan data dari Pusat untuk Riset Epidemiologi Bencana (Centre for Research on the Epidemiology of Disasters) di Belgia itu. Laporan itu juga menyebutkan bahwa jumlah rata-rata bencana tahunan mengalami sedikit penurunan pada tahun 2010an, yakni menjadi 3.165 bencana.

Laporan itu juga mengungkap bahwa banyak dari kematian dan kerusakan selama 50 tahun bencana iklim disebabkan oleh badai, banjir, dan musim kering.

Dari lebih dari 2 juta kematian, 90% di antaranya terjadi di negara-negara yang dikategorikan PBB sebagai negara berkembang, sementara hampir 60% kerugian ekonomi terjadi di negara-negara kaya.

PBB menemukan bahwa pada tahun 1970an bencana iklim menyebabkan kerugian sekitar 175 miliar dolar AS secara global, jika disesuaikan dengan nilai dolar pada tahun 2019. Jumlah tersebut naik menjadi 1,38 triliun dolar AS untuk periode tahun 2010 hingga 2019.

Menurut WMO, hal yang mendorong kehancuran tersebut adalah karena semakin banyak orang pindah ke daerah berbahaya, dengan perubahan iklim menyebabkan bencana iklim lebih kuat dan makin sering. Meski begitu, para pakar menyebutkan bahwa peringatan cuaca yang lebih baik serta kesiapsiagaan telah berhasil mengurangi jumlah kematian.

Susan Cutter, Direktur Hazards and Vulnerability Research Institute di University of South Carolina melihat ada kemajuan dalam hal belajar hidup dengan risiko dan juga melindungi diri sendiri.

“Di sisi lain, kita masih membuat keputusan bodoh tentang peletakan infrastruktur,” kata Cutter. “Tapi tidak apa-apa. Kita tidak kehilangan nyawa, kita hanya kehilangan benda-benda.”

Angka korban jiwa akan terus menurun?

Samantha Montano, seorang profesor manajemen darurat di Akademi Maritim Massachusetts dan penulis buku “Disasterology”, mengatakan ia khawatir bahwa jumlah kematian mungkin akan berhenti menurun karena peningkatan cuaca ekstrem yang disebabkan perubahan iklim melanda terutama negara-negara miskin.

“Kesenjangan di mana negara-negara telah memiliki fasilitas atau cara yang didedikasikan untuk meminimalkan kematian akibat bencana adalah kekhawatiran besar, terutama karena perubahan iklim,” tutur Montano. “Menurunnya kematian dalam beberapa dekade terakhir tidak berarti hal itu akan berlanjut, kecuali kita terus berinvestasi dalam upaya tersebut.”

Badai Ida merupakan sebuah contoh bencana yang menyebabkan kerusakan besar dan mungkin korban jiwa yang lebih sedikit dibanding badai-badai besar sebelumnya, kata Cutter. Ia menambahkan bahwa tahun ini, bencana iklim “tampaknya melanda tiap beberapa minggu,” seperti misalnya Ida, kebakaran hutan AS dan banjir di Jerman, Cina, dan Tennessee.

Lima bencana iklim paling mahal sejak tahun 1970 merupakan badai di AS, dengan Badai Katrina pada tahun 2005 menduduki peringkat pertama. Sedangkan lima bencana iklim paling mematikan terjadi di Afrika dan Asia, di mana kekeringan dan kelaparan di Etiopia pada pertengahan 1980an dan Siklon Bhola di Bangladesh pada tahun 1970 menempati posisi teratas.

BACA JUGA:

PBB Ungkap Pola Mengerikan: Bayi dan Anak-anak Diduga Sengaja Ditargetkan dalam Serangan Israel di Gaza

Gempa Dahsyat Venezuela Tewaskan Ribuan Jiwa: Pelajaran Kesiapsiagaan Global dan Tantangan Bantuan

Laporan PBB: Israel Diduga Sengaja Targetkan Anak-anak Gaza, Menuju Genosida

Indonesia Tuntut PBB Investigasi Kematian Praka Rico Pramudia, Soroti Kejahatan Perang

Sekjen PBB Berduka Atas Gugurnya Prajurit Perdamaian Indonesia di Lebanon, Desak Israel Hentikan Serangan

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: climate changePBBWMO
Share5Tweet3Send

ARTIKEL TERKAIT

PBB: Frekuensi dan Kerugian Bencana Iklim Naik, Korban Jiwa Turun - Featured

Status Siaga Gunung Sinabung: BNPB Imbau Warga Karo Segera Mengungsi

05/09/2026
PBB: Frekuensi dan Kerugian Bencana Iklim Naik, Korban Jiwa Turun - Featured

Gempa 4,4 Magnitudo Guncang Pacitan, Getaran Terasa Hingga Malang dan Sekitarnya

04/09/2026
PBB: Frekuensi dan Kerugian Bencana Iklim Naik, Korban Jiwa Turun - Featured

Keajaiban Rumah Hijau Nepal: Kokoh Bertahan Diterjang Banjir Bandang Dahsyat

03/09/2026
PBB: Frekuensi dan Kerugian Bencana Iklim Naik, Korban Jiwa Turun - Featured

Gempa Magnitudo 3,7 Guncang Luwu Utara: Analisis BMKG dan Dampak Dirasakan

01/09/2026
PBB: Frekuensi dan Kerugian Bencana Iklim Naik, Korban Jiwa Turun - Featured

Nepal & China Peringatkan Risiko Banjir Bandang Susulan Himalaya Akibat Danau Longsor

30/08/2026
PBB: Frekuensi dan Kerugian Bencana Iklim Naik, Korban Jiwa Turun - Featured

Kolaborasi Kemanusiaan Lintas Negara Perkuat Bantuan Korban Gempa NTT, Sinergi Unhas, Agam Rinjani, dan Mitra Brasil untuk Pemulihan Wilayah

29/08/2026
PBB: Frekuensi dan Kerugian Bencana Iklim Naik, Korban Jiwa Turun - Featured

Banjir Bandang dan Longsor Perbatasan Nepal-Tiongkok: 392 Nyawa Melayang, Ribuan Masih Hilang

28/08/2026
PBB: Frekuensi dan Kerugian Bencana Iklim Naik, Korban Jiwa Turun - Featured

Ribuan Gempa Susulan di NTT: Memahami Fenomena Ilmiah, Potensi Dampak, dan Prediksi Akhir

24/08/2026

TERPOPULER-SEPEKAN

  • PBB: Frekuensi dan Kerugian Bencana Iklim Naik, Korban Jiwa Turun - Featured

    Samsung Galaxy S26 FE Resmi Dirilis: Performa Chipset Exynos 2500 Jadi Sorotan Utama

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    215 shares
    Share 86 Tweet 54
  • PLN Maros Jadwalkan Pemadaman Listrik 4 Jam: Ini Wilayah Terdampak dan Alasannya

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

    37 shares
    Share 15 Tweet 9
  • Cara Mendapatkan Bantuan Hukum Gratis di Indonesia: Panduan Lengkap untuk Masyarakat Tidak Mampu

    190 shares
    Share 76 Tweet 48
  • Panduan Lengkap: Jenis Rambut dan Faktor Penentunya

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • Akun Media Sosial CEO Google Dibobol Hacker OurMine

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
  • PLN Maros Lakukan Pemeliharaan Sistem: Jadwal dan Wilayah Terdampak Pengaturan Beban Listrik

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Prediksi Kemacetan Mudik 2026 Jalur Non-Tol Jabar: Rute Rawan dan Alternatif Lengkap

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
  • Hair Tonic dan Kesuburan Rambut, Manfaat dan Cara Pakai yang Tepat

    62 shares
    Share 25 Tweet 16
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.