Menyambut Hari Raya Idulfitri, umat Muslim dianjurkan melaksanakan salat Id, sebuah ibadah sunnah muakkadah yang memiliki tata cara spesifik. Ibadah ini telah disyariatkan sejak tahun kedua Hijriah dan senantiasa dilaksanakan oleh Rasulullah SAW hingga akhir hayatnya.
Memahami Salat Idulfitri: Hukum, Waktu, dan Keutamaannya
Salat Idulfitri memiliki kedudukan penting dalam syariat Islam, termasuk dalam kategori sunnah muakkadah, yaitu amalan yang sangat dianjurkan. Pelaksanaannya telah menjadi tradisi sejak zaman Rasulullah SAW dan dilanjutkan oleh umatnya hingga kini. Waktu pelaksanaannya dimulai sejak matahari terbit hingga masuk waktu salat Zuhur. Dalam pelaksanaannya, salat Idulfitri disunnahkan untuk sedikit diperlambat agar memberikan kesempatan bagi mereka yang belum sempat menunaikan zakat fitrah.
Secara umum, syarat dan rukun salat Idulfitri tidak berbeda jauh dengan salat fardu lima waktu. Namun, terdapat beberapa tambahan teknis bersifat sunnah yang memperkaya pelaksanaan ibadah ini.
Langkah Demi Langkah: Tata Cara Salat Idulfitri Lengkap dengan Bacaannya
Berikut adalah panduan tata cara salat Idulfitri yang disusun berdasarkan ajaran yang dipublikasikan oleh NU Online, memberikan panduan yang jelas bagi Anda:
- Niat Salat Idulfitri
- Langkah pertama adalah mengucapkan niat salat Idulfitri di dalam hati bersamaan dengan pelaksanaan takbiratul ihram. Diharuskan untuk melafalkan niat ini sebelumnya. Lafal niatnya adalah:
- Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak’ataini (ma’mûman/imaman) lillâhi ta’âlâ
- Artinya: “Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”
- Takbir dan Doa Iftitah
- Setelah niat, dilanjutkan dengan membaca doa iftitah. Kemudian, disunnahkan untuk melakukan takbir sebanyak tujuh kali. Di antara setiap takbir, dianjurkan membaca lafal berikut:
- Allâhu akbar kabîran, wal ḫamdulillâhi katsîran, wa subḫânallâhi bukratan wa ashîla
- Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.”
- Atau, dapat juga dibacakan lafal alternatif:
- Subḫânallâhi wal ḫamdulillâhi wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar
- Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”
- Rakaat Pertama: Bacaan dan Gerakan
- Setelah takbir selesai, bacalah surat Al-Fatihah. Dalam rakaat pertama ini, disunnahkan untuk membaca surat Al-A’la setelah Al-Fatihah. Selanjutnya, lanjutkan dengan gerakan salat seperti biasa, yaitu ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri kembali untuk melanjutkan ke rakaat kedua.
- Rakaat Kedua: Bacaan dan Gerakan
- Saat berdiri untuk rakaat kedua, disunnahkan untuk melakukan takbir sebanyak lima kali, sama seperti takbir pada rakaat pertama. Setelah itu, bacalah surat Al-Fatihah, dan dianjurkan untuk membaca surat Al-Ghasiyah. Lanjutkan dengan gerakan salat seperti ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.
- Setelah Salam: Mendengarkan Khutbah
- Usai menunaikan salat dan mengucap salam, seluruh jamaah dianjurkan untuk tetap berada di tempat dan mendengarkan khutbah yang akan disampaikan oleh khatib. Ini merupakan bagian penting dari rangkaian ibadah salat Idulfitri.























