Pemerintah Kota Makassar membuka gerbang kesempatan bagi para qari dan qariah berbakat dengan resminya pendaftaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kota Makassar Tahun 2026. Inisiatif ini menandai era baru dalam penyelenggaraan MTQ, dengan fokus pada inklusivitas dan penggalian potensi.
- Pendaftaran MTQ Tingkat Kota Makassar 2026 dibuka 3-31 Oktober 2026 secara daring dan gratis.
- Mekanisme audisi terbuka memperluas partisipasi hingga seluruh 24 Daerah se-Sulawesi Selatan, tidak lagi terbatas pada kecamatan.
- Sebanyak 28 cabang lomba akan dipertandingkan, memberikan ruang luas bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan.
- Target peserta diproyeksikan meningkat ribuan, menumbuhkan iklim kompetisi yang sehat dan syiar Islam.
- Pelaksanaan MTQ dijadwalkan November 2026, bertepatan dengan HUT Kota Makassar, dengan beberapa opsi lokasi strategis.
MTQ Makassar 2026: Transisi Menuju Audisi Terbuka untuk Partisipasi yang Lebih Luas
Melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar, pemerintah kota telah mengumumkan pembukaan pendaftaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kota Makassar Tahun 2026. Perubahan signifikan dalam mekanisme penyelenggaraan tahun ini adalah adopsi konsep audisi terbuka. Tujuannya jelas: meruntuhkan sekat partisipasi dan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat di seluruh penjuru Sulawesi Selatan untuk unjuk gigi.
Kepala Bagian Kesra Kota Makassar, Mohammad Syarief, dalam keterangannya pada Sabtu (3/9) di Makassar, menegaskan, “Pendaftaran dibuka mulai 3 hingga 31 Oktober 2026 secara daring dan gratis.” Langkah ini merupakan hasil evaluasi mendalam yang melibatkan Kementerian Agama dan Dewan Hakim, sebuah kolaborasi yang menunjukkan komitmen terhadap peningkatan kualitas dan jangkauan MTQ.
Perbedaan paling mencolok adalah hilangnya pembatasan peserta per kecamatan. “Kalau sebelumnya peserta harus mewakili kecamatan, sekarang tidak ada lagi pembatasan seperti itu. Seluruh sekolah, pondok pesantren, organisasi masyarakat, masjid, hingga perwakilan RT dan RW bisa mengirimkan pesertanya,” jelas Syarief. Fleksibilitas ini membuka pintu bagi talenta-talenta tersembunyi yang mungkin sebelumnya terkendala administrasi atau geografis.
Menggali Potensi Emas Melalui 28 Cabang Lomba
MTQ Tingkat Kota Makassar 2026 akan menyajikan total 28 cabang lomba, baik untuk kategori putra maupun putri. Dengan sistem audisi terbuka, setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing murni berdasarkan kemampuan dan kualitas bacaan Al-Quran mereka. Kebijakan ini tidak hanya diharapkan dapat meningkatkan jumlah peserta secara drastis—dari kisaran 600 orang pada penyelenggaraan sebelumnya menjadi ribuan—tetapi juga lebih krusial lagi, untuk memperkuat syiar Islam dan menginternalisasi nilai-nilai luhur Al-Quran di kalangan masyarakat.
Syarief menambahkan, “Tidak ada lagi sekat yang membatasi kemampuan anak-anak kita. Justru melalui audisi ini, potensi dan kreativitas mereka bisa semakin tergali.” Pernyataan ini menggarisbawahi semangat positif di balik perubahan ini: pemberdayaan generasi muda melalui platform yang adil dan kompetitif.
Kemudahan Pendaftaran Daring dan Insentif Prestasi
Panitia telah memastikan kemudahan akses bagi calon peserta. Seluruh proses pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui tautan atau kode QR yang akan tersedia pada flyer resmi kegiatan. Bagi peserta yang menemui kendala teknis, tim admin yang berdedikasi siap memberikan bantuan. Kehadiran ini menjadi penting agar tidak ada satupun talenta yang luput hanya karena kendala administrasi.
Lebih dari sekadar arena kompetisi, MTQ ini juga menawarkan hadiah menarik bagi para pemenang. Ini menjadi apresiasi sekaligus motivasi tambahan bagi para peserta untuk memberikan penampilan terbaik mereka.
Jadwal Pelaksanaan dan Lokasi Strategis di Makassar
MTQ Tingkat Kota Makassar 2026 dijadwalkan akan dilaksanakan pada bulan November 2026. Periode ini dipilih secara strategis bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar, memberikan nuansa kebanggaan dan kebersamaan. Beberapa lokasi potensial tengah dipertimbangkan untuk menjadi saksi bisu gelaran akbar ini, meliputi:
- Masjid Raya Makassar
- Masjid Al-Markaz Al-Islami
- Masjid Muawanah RRI
- Masjid Balai Kota Makassar
Pemilihan lokasi final akan mempertimbangkan kapasitas penampungan peserta dan kenyamanan publik, mengingat proyeksi lonjakan jumlah peserta yang signifikan berkat kebijakan audisi terbuka ini. Pemerintah Kota Makassar melalui Bagian Kesra berupaya menciptakan penyelenggaraan yang megah, inklusif, dan berkesan bagi seluruh masyarakat Sulawesi Selatan.
Kontributor: H. Gunadi
Penyunting: MA. Untung























