Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara proaktif mempersiapkan Gorontalo sebagai salah satu titik krusial dalam arus mobilitas nasional, khususnya yang berdampak pada kelancaran transportasi di wilayah Sulawesi.
Antisipasi Mobilitas Lebaran 2026 di Gorontalo: Strategi Menhub Dudy Purwagandhi
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menekankan pentingnya kesiapan angkutan lintas moda untuk menghadapi lonjakan mobilitas pada masa Lebaran 2026 di Provinsi Gorontalo. Meskipun volume pergerakan di Gorontalo mungkin tidak sebesar di Pulau Jawa atau Sumatra, perannya dalam memastikan kelancaran mobilitas di seluruh kawasan Sulawesi sangatlah vital dan tidak boleh diremehkan.
Prediksi Pergerakan dan Dampaknya pada Mobilitas Sulawesi
Diperkirakan, sekitar 870 ribu orang akan melakukan pergerakan dari Gorontalo selama periode Angkutan Lebaran 2026. Jumlah ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap dinamika mobilitas di seluruh wilayah Sulawesi. Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa dampak pergerakan ini memiliki arti penting bagi konektivitas regional.
Fokus Tiga Moda Transportasi Utama untuk Kelancaran
Dalam perencanaannya, Kemenhub memberikan perhatian khusus pada tiga moda transportasi utama yang dominan digunakan di Gorontalo:
- Transportasi Udara: Bandara Djalaluddin ditetapkan sebagai simpul transportasi udara yang strategis. Keselamatan penerbangan, ketepatan jadwal, dan kesiapan dalam menghadapi potensi cuaca buruk menjadi prioritas utama. Terdapat sembilan rute penerbangan perintis yang menghubungkan Gorontalo dengan berbagai wilayah sekitarnya, termasuk Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah, yang operasinya harus dipastikan lancar.
- Transportasi Laut: Sejumlah pelabuhan penyeberangan memegang peranan krusial dalam menjaga konektivitas antardaerah. Tiga lintasan laut utama yang melalui Gorontalo, yakni Gorontalo-Pagimana, Gorontalo-Ampana, dan Gorontalo (Marisa)-Ampana, memerlukan kesiapan infrastruktur dan operasional pelabuhan yang optimal untuk mendukung kelancaran arus penumpang dan kendaraan.
- Transportasi Darat: Gorontalo berfungsi sebagai penghubung darat utama yang vital antara Sulawesi Utara dan destinasi lain di Pulau Sulawesi. Peningkatan volume lalu lintas di jalur darat diprediksi akan terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri. Kesiapan infrastruktur seperti penerangan jalan, rambu lalu lintas, serta perbaikan jalan yang berlubang menjadi fokus. Selain itu, antisipasi terhadap potensi kemacetan di jalur arteri, yang dapat dipicu oleh aktivitas pasar tradisional, objek wisata, dan kegiatan masyarakat, juga menjadi perhatian serius.
Koordinasi Erat dan Kesiapan Personel Gabungan
Menjamin kelancaran layanan angkutan Lebaran 2026 membutuhkan koordinasi yang kuat antara Kemenhub dan Pemerintah Provinsi Gorontalo. Pertemuan antara Menhub Dudy Purwagandhi dengan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail telah dilakukan untuk membahas detail persiapan ini. Selain itu, kesiapan personel gabungan sangat krusial untuk efektifitas pengaturan arus kendaraan, terutama di titik-titik rawan kepadatan. Pengawasan terhadap kendaraan roda dua mendapatkan perhatian khusus mengingat dominasinya dalam perjalanan jarak menengah.
Inisiatif ‘Masjid Ramah Pemudik’ sebagai Fasilitas Pendukung
Sebagai upaya dukungan tambahan bagi para pemudik, Kemenhub bekerja sama dengan Kementerian Agama akan mengoptimalkan peran masjid sebagai lokasi peristirahatan sementara. Program “Masjid Ramah Pemudik” ini diharapkan dapat memberikan ruang istirahat yang memadai bagi para pelaju. Diperkirakan, sekitar 173 masjid di Gorontalo dapat dimanfaatkan sebagai area peristirahatan pendukung, yang dapat membantu pemudik memulihkan tenaga sebelum melanjutkan perjalanan mereka.























