Sebuah penemuan tragis menggemparkan lingkungan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar pada Selasa pagi, 7 April 2026. Sesosok jasad pria ditemukan di area gedung Teaching Industri, Kecamatan Tamalanrea. Identifikasi awal mengarah pada seorang pemulung yang diduga meregang nyawa akibat kecelakaan fatal.
Kronologi Penemuan dan Identitas Korban
Kapolsek Tamalanrea, Kompol Muhammad Yusuf, mengonfirmasi bahwa jenazah yang ditemukan adalah Firman, seorang warga yang kesehariannya berprofesi sebagai pemulung. Penemuan jasad ini pertama kali dilaporkan oleh seorang petugas kebersihan kampus bernama Bahar (56).
Menurut keterangan saksi, Bahar awalnya hendak buang air kecil ketika menyadari adanya sesuatu yang mencurigakan menyerupai bagian tubuh manusia. Kejadian tak terduga ini sontak membuatnya terkejut dan segera melaporkan penemuan tersebut kepada petugas keamanan Unhas.
Proses Evakuasi yang Rumit
Menyikapi laporan tersebut, pihak kepolisian segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan proses evakuasi. Situasi di lapangan ternyata tidak mudah; posisi jasad dilaporkan tersangkut, sehingga membutuhkan upaya ekstra. Petugas terpaksa menggunakan alat gerinda untuk memotong besi pengaman demi dapat mengevakuasi jenazah dari lokasi penemuan.
Dugaan Penyebab Kematian dan Penyelidikan Lanjutan
Dari pemeriksaan awal yang dilakukan di lokasi, tim identifikasi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Dugaan terkuat saat ini mengarah pada penyebab kematian akibat tersengat aliran listrik. Hal ini diperkuat oleh temuan lokasi jenazah yang berada di area dekat dengan gardu listrik milik kampus.
“Saat ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut penyebab pasti kematian korban. Jasad korban sudah dibawa ke Dokpol untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kompol Muhammad Yusuf.
Peristiwa ini tentu menjadi duka bagi keluarga korban dan menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya di lingkungan yang mungkin tidak terduga, terlebih lagi di area yang memiliki instalasi listrik publik.
Kontributor: H. Gunadi
Penyunting: Budi Saktia























