Wartakita.id, PANGKEP — Kabar duka menyelimuti Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Sebuah misi kemanusiaan berujung tragedi ketika Kapal Layar Motor (KLM) Fitri Jaya yang membawa rombongan Camat Liukang Tupabbiring dilaporkan tenggelam.
Insiden nahas ini merenggut tiga nyawa yang tengah menjalankan tugas mulia mengantarkan bantuan sosial untuk masyarakat kepulauan.
Kronologi Kejadian: Diterjang Cuaca Ekstrem
Berdasarkan data yang dihimpun tim Wartakita.id, peristiwa bermula saat KLM Fitri Jaya bertolak dari Pelabuhan Pangkajene sekitar pukul 08.00 WITA. Kapal kayu tersebut membawa muatan logistik berupa semen dan paket bantuan sosial yang rencananya akan disalurkan kepada warga di Pulau Sarappo Lompo.
Namun, sekitar pukul 10.50 WITA, saat kapal berada di perairan antara Pulau Podang-podang dan Pulau Sarappo Lompo, cuaca buruk tiba-tiba menerjang. Kombinasi ombak tinggi, angin kencang, dan muatan kapal yang cukup berat membuat nakhoda kesulitan mengendalikan laju kapal.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pangkep, Akbar Yunus, mengonfirmasi kronologi mengerikan tersebut.
“Terkait kecelakaan laut yang menimpa saudara kita dari unsur pemerintah, kronologisnya berangkat dari Pangkajene sekitar jam 8 menuju Pulau Sarappo. Dalam perjalanan, sekitar jam 10 lewat, cuaca buruk terjadi sehingga kapal tidak mampu dikuasai. Karena ada beberapa barang juga seperti semen dan bantuan, serta cuaca yang sangat ekstrem, kapal akhirnya tenggelam,” ungkap Akbar.
Identitas Korban Gugur dalam Tugas
Dari total 12 orang yang berada di atas kapal (termasuk nakhoda dan ABK), sembilan orang berhasil diselamatkan. Sayangnya, tiga penumpang tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Ketiga pahlawan kemanusiaan tersebut adalah:
-
Muhammad Fitri Mubarak (Camat Liukang Tupabbiring)
-
Darma (Bidan Desa)
-
Imran (Staf Layanan Kesehatan Cuma-Cuma/LKC Dompet Dhuafa Sulsel)
Kepergian Camat Muhammad Fitri Mubarak meninggalkan duka mendalam bagi jajaran Pemkab Pangkep. Sosoknya dikenal sebagai pemimpin yang berdedikasi tinggi dan kerap turun langsung ke lapangan untuk memastikan kesejahteraan warganya di wilayah kepulauan.
Isak Tangis Sambut Jenazah di Dermaga
Proses evakuasi berlangsung dramatis di tengah cuaca yang belum bersahabat. Ketiga jenazah awalnya dievakuasi ke Pulau Sarappo sebelum akhirnya diberangkatkan menuju Dermaga Maccini Baji, Kabupaten Pangkep.
Setibanya di Dermaga Maccini Baji, suasana haru tak terbendung. Keluarga korban, rekan sejawat, dan warga setempat memadati area pelabuhan. Isak tangis pecah saat kantong jenazah diturunkan dari kapal evakuasi untuk selanjutnya dibawa ke rumah duka masing-masing.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan risiko besar yang dihadapi para pelayan publik dan relawan kemanusiaan di wilayah kepulauan, terutama saat musim angin barat dan cuaca ekstrem melanda perairan Sulawesi Selatan.
























