Senin, 2 Februari 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Alam dan Lingkungan Hidup

Begini Cara Menyaksikan Komet SWAN Dengan Mata Telanjang

Astronom Menyebutnya Pengganti Komet ATLAS Yang Lebur Bersama Matahari di Bulan Desember 2019

by Redaktur
13/05/2020
in Alam dan Lingkungan Hidup, Arsip 2020
Reading Time: 3 mins read
A A
Begini Cara Menyaksikan Komet SWAN Dengan Mata Telanjang - Arsip

Komet SWAN pertama kali ditemukan pada 10 April 2020 oleh seorang astronom amatir asal Australia bernama Michael Mattiazzo. Komet ditemukan tatkala Mattiazzo melihat hasil pengamatan kamera SWAN yang terpasang di satelit SOHO, yakni satelit milik European Space Agency (ESA) dan National Aeronautics and Space Administration (NASA) yang digunakan untuk mengamati Matahari selama 24 jam.

Mattiazzo tak sengaja menemukannya saat membandingkan 17 foto yang diperoleh kamera SWAN dari 25 Maret hingga 11 April 2020. Komet itu kemudian diberi nama resmi C/2020 F8 atau SWAN, menurut penjelasan Observatorium Bosscha.

Walau baru ditemukan, komet SWAN menjadi hit di kalangan astronom. Komet ini disebut-sebut sebagai komet terbaik dengan pijaran warna hijau yang mengelilinginya, dan ekor berwarna biru.

Menurut astrophotographer Damian Peach, batuan luar angkasa bercahaya itu memiliki ekor indah dari debu dan gas terionisasi. “Dia memiliki ekor yang panjang. Ini adalah komet terbaik yang pernah saya lihat dalam beberapa tahun!” Ujarnya seperti yang dikutip Express.co.uk.

Kita bisa melihatnya pada dini hari pada malam 12 Mei hingga 13 Mei mulai dari pukul 05.00 hingga 05.45 WIB atau sebelum matahari terbit, melintas dari jarak sekitar 0,56 unit astronomi atau lebih dari setengah jarak ke Matahari. Komunitas Astronomi Universitas Lancaster mencuit: “Komet SWAN @ c2020f8 bisa terlihat dengan mata telanjang!

Jika mengamati dari pinggiran kota atau di lokasi minim polusi cahaya tanpa gedung tinggi yang menghalangi pandangan hingga dua puluh derajat dari lokasi pengamatan, kamu bisa mengamatinya dengan mata telanjang atau menggunakan kamera DSLR. Caranya, arahkan kamera ke Timur dengan ketinggian antara 30 hingga 10 derajat, lalu ambil foto dengan ISO tinggi dan waktu bukaan sekitar 30 detik.

Ekor komet semakin memanjang seiring mendekatnya komet ke Matahari. Namun karena jarak komet dan matahari semakin dekat, maka kecerahan komet akan semakin sulit dilihat jika menggunakan mata telanjang.

Keindahan dari komet SWAN ternyata bukan isapan jempol belaka, sebab kamera NASA berhasil mengabadikan detik-detik komet tersebut melintas dekat Bumi. Video NASA yang memperlihatkan bagaimana komet SWAN mengeluarkan cahaya biru kehijauan itu lantas diunggah oleh Unggul Satrio Yudhotomo, Kepala Subbagian Komunikasi Edukasi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), di akun Facebook miliknya.

Cahaya itu memanjang seperti ekor dengan titik terang di pusatnya. Hal inilah yang menyebabkan komet lebih dikenal dengan sebutan bintang berekor kendati sama sekali bukan bintang. Adapun gambar diambil pada 8 Mei 2020 oleh NASA.

Komet SWAN sendiri tidak bersifat periodik seperti komet Halley yang muncul setiap 76 tahun sekali. Cahaya komet diprediksi bakal mencapai 6 magnitudo di pertengahan Mei, tepatnya 13 Mei 2020. Artinya penampakan komet SWAN bisa dilihat dengan mata telanjang dengan syarat harus berada di tempat yang lebih gelap, jauh dari polusi cahaya, dan horison Timur yang tidak terhalang bangunan atau pohon.

Komet adalah batuan kecil di tata surya yang diselimuti es. Ia akan melepaskan debu dan gas yang tampak seperti ekor saat mendekati Matahari. Tidak semua komet memiliki ekor yang panjang. Para pemburu komet biasanya mencari komet pada saat fajar atau senja di sekitar Matahari terbit dan terbenam menggunakan binokuler atau teleskop.

BACA JUGA:

Manifesto Reformasi Parpol: Membubarkan ‘PO Bus’ dan Mengembalikan Daulat Rakyat

Belajar dari Venezuela: Jangan Sampai Jari Kelingking Kita Jadi Pemicu Kebangkrutan Negara

RUU Perampasan Aset 2025: Masuk Prolegnas (Lagi), Taktik “Buying Time” atau Harapan Palsu?

Kaleidoskop Politik 2025: Ujian Pertama Transisi dan Seni “Menari” di Antara Dua Karang

Arab Saudi Memutih: Antara Anomali Iklim dan Nubuat ‘Tanah Arab Kembali Hijau’

Tags: Antariksawartakita
Share5Tweet3Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Begini Cara Menyaksikan Komet SWAN Dengan Mata Telanjang - Featured

Banjir Subang: Ribuan Rumah Terendam, Pemkab Dirikan Dapur Umum dan Pantau Tanggul

31/01/2026
Begini Cara Menyaksikan Komet SWAN Dengan Mata Telanjang - Featured

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Petir di Sejumlah Wilayah Indonesia, Waspadai Cuaca Ekstrem

30/01/2026
Begini Cara Menyaksikan Komet SWAN Dengan Mata Telanjang - Featured

Update Longsor Bandung Barat: 34 Korban Teridentifikasi, Identitas 4 Jenazah Baru Dirilis

29/01/2026
paccerakkang banjir cr

Banjir Langganan Depan RSUD Bekasi: Akses Vital Terancam, Warga Resah Menanti Solusi Tuntas

29/01/2026
Begini Cara Menyaksikan Komet SWAN Dengan Mata Telanjang - Featured

BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Jakarta: Hujan Sedang Mengintai 29-30 Januari 2026

29/01/2026
Begini Cara Menyaksikan Komet SWAN Dengan Mata Telanjang - Featured

Longsor Bandung Barat Renggut Nyawa: Kombinasi Alam dan Manusia Picu Bencana Maut, Puluhan Hilang

28/01/2026
Wartakita Seismograf Gempa 4

Gempa 5,5 Magnitudo Guncang Pacitan Hingga Bali, 4,5 di Bantul

27/01/2026
Begini Cara Menyaksikan Komet SWAN Dengan Mata Telanjang - Featured

Badai Musim Dingin Landa AS: Jutaan Tanpa Listrik, Ribuan Penerbangan Dibatalkan, Enam Tewas

27/01/2026

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Begini Cara Menyaksikan Komet SWAN Dengan Mata Telanjang - Featured

    APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Demo Pemekaran Luwu Berujung Kelangkaan BBM dan Lonjakan Harga di Luwu Raya

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
  • 16 Model Rambut Pria yang Terbukti Disukai Wanita, Keren dan Stylish! (Update 2026)

    47 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Banjir Langganan Depan RSUD Bekasi: Akses Vital Terancam, Warga Resah Menanti Solusi Tuntas

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    448 shares
    Share 179 Tweet 112
  • Manifesto Reformasi Parpol: Membubarkan ‘PO Bus’ dan Mengembalikan Daulat Rakyat

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • MSCI Bekukan Rebalancing Indeks: Sinyal Darurat Transparansi Kepemilikan Saham Indonesia

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Asap Kuning di Cilegon: Kebocoran Asam Nitrat di PT Vopak Merak Picu Kepanikan Warga, Walikota Turun Tangan

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Pengunduran Diri Dirut BEI: Contoh Tanggung Jawab Moral (yang Langka) di Tengah Gejolak Pasar Saham Indonesia

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Strategi Jitu Tiket Mudik Lebaran 2026: Raih Diskon Hingga 90% dan Hindari Lonjakan Harga

    31 shares
    Share 12 Tweet 8
Begini Cara Menyaksikan Komet SWAN Dengan Mata Telanjang - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Begini Cara Menyaksikan Komet SWAN Dengan Mata Telanjang - Featured
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Begini Cara Menyaksikan Komet SWAN Dengan Mata Telanjang - Featured
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Begini Cara Menyaksikan Komet SWAN Dengan Mata Telanjang - Featured
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Begini Cara Menyaksikan Komet SWAN Dengan Mata Telanjang - Featured
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Begini Cara Menyaksikan Komet SWAN Dengan Mata Telanjang - Featured
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Begini Cara Menyaksikan Komet SWAN Dengan Mata Telanjang - Featured
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Begini Cara Menyaksikan Komet SWAN Dengan Mata Telanjang - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
Begini Cara Menyaksikan Komet SWAN Dengan Mata Telanjang - Featured
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
Begini Cara Menyaksikan Komet SWAN Dengan Mata Telanjang - Featured
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
Begini Cara Menyaksikan Komet SWAN Dengan Mata Telanjang - Featured
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
Begini Cara Menyaksikan Komet SWAN Dengan Mata Telanjang - Featured
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Begini Cara Menyaksikan Komet SWAN Dengan Mata Telanjang - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.