Minggu, 18 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Alam dan Lingkungan Hidup

Begini Cara Menyaksikan Komet SWAN Dengan Mata Telanjang

Astronom Menyebutnya Pengganti Komet ATLAS Yang Lebur Bersama Matahari di Bulan Desember 2019

by Redaktur
13/05/2020
in Alam dan Lingkungan Hidup, Arsip 2020
Reading Time: 3 mins read
A A
komet-swan-2020

Komet SWAN pertama kali ditemukan pada 10 April 2020 oleh seorang astronom amatir asal Australia bernama Michael Mattiazzo. Komet ditemukan tatkala Mattiazzo melihat hasil pengamatan kamera SWAN yang terpasang di satelit SOHO, yakni satelit milik European Space Agency (ESA) dan National Aeronautics and Space Administration (NASA) yang digunakan untuk mengamati Matahari selama 24 jam.

Mattiazzo tak sengaja menemukannya saat membandingkan 17 foto yang diperoleh kamera SWAN dari 25 Maret hingga 11 April 2020. Komet itu kemudian diberi nama resmi C/2020 F8 atau SWAN, menurut penjelasan Observatorium Bosscha.

Walau baru ditemukan, komet SWAN menjadi hit di kalangan astronom. Komet ini disebut-sebut sebagai komet terbaik dengan pijaran warna hijau yang mengelilinginya, dan ekor berwarna biru.

Menurut astrophotographer Damian Peach, batuan luar angkasa bercahaya itu memiliki ekor indah dari debu dan gas terionisasi. “Dia memiliki ekor yang panjang. Ini adalah komet terbaik yang pernah saya lihat dalam beberapa tahun!” Ujarnya seperti yang dikutip Express.co.uk.

Kita bisa melihatnya pada dini hari pada malam 12 Mei hingga 13 Mei mulai dari pukul 05.00 hingga 05.45 WIB atau sebelum matahari terbit, melintas dari jarak sekitar 0,56 unit astronomi atau lebih dari setengah jarak ke Matahari. Komunitas Astronomi Universitas Lancaster mencuit: “Komet SWAN @ c2020f8 bisa terlihat dengan mata telanjang!

Jika mengamati dari pinggiran kota atau di lokasi minim polusi cahaya tanpa gedung tinggi yang menghalangi pandangan hingga dua puluh derajat dari lokasi pengamatan, kamu bisa mengamatinya dengan mata telanjang atau menggunakan kamera DSLR. Caranya, arahkan kamera ke Timur dengan ketinggian antara 30 hingga 10 derajat, lalu ambil foto dengan ISO tinggi dan waktu bukaan sekitar 30 detik.

Ekor komet semakin memanjang seiring mendekatnya komet ke Matahari. Namun karena jarak komet dan matahari semakin dekat, maka kecerahan komet akan semakin sulit dilihat jika menggunakan mata telanjang.

Keindahan dari komet SWAN ternyata bukan isapan jempol belaka, sebab kamera NASA berhasil mengabadikan detik-detik komet tersebut melintas dekat Bumi. Video NASA yang memperlihatkan bagaimana komet SWAN mengeluarkan cahaya biru kehijauan itu lantas diunggah oleh Unggul Satrio Yudhotomo, Kepala Subbagian Komunikasi Edukasi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), di akun Facebook miliknya.

Cahaya itu memanjang seperti ekor dengan titik terang di pusatnya. Hal inilah yang menyebabkan komet lebih dikenal dengan sebutan bintang berekor kendati sama sekali bukan bintang. Adapun gambar diambil pada 8 Mei 2020 oleh NASA.

Komet SWAN sendiri tidak bersifat periodik seperti komet Halley yang muncul setiap 76 tahun sekali. Cahaya komet diprediksi bakal mencapai 6 magnitudo di pertengahan Mei, tepatnya 13 Mei 2020. Artinya penampakan komet SWAN bisa dilihat dengan mata telanjang dengan syarat harus berada di tempat yang lebih gelap, jauh dari polusi cahaya, dan horison Timur yang tidak terhalang bangunan atau pohon.

Komet adalah batuan kecil di tata surya yang diselimuti es. Ia akan melepaskan debu dan gas yang tampak seperti ekor saat mendekati Matahari. Tidak semua komet memiliki ekor yang panjang. Para pemburu komet biasanya mencari komet pada saat fajar atau senja di sekitar Matahari terbit dan terbenam menggunakan binokuler atau teleskop.

Rekomendasikan Wartakita.id

BACA JUGA:

Kelangkaan BBM Berulang: Antrean Mengular, Warga Bermalam di SPBU, Stok Nasional Diklaim Aman

Gempa Dalam M6.5 Utara Jakarta: Mengungkap Misteri Guncangan Meluas di Jawa dan Sumatera

Maulid, Karhutla, dan Kemarahan Publik: Ironi Moral Tanpa Amanah

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

Tags: Antariksawartakita
Share6Tweet4Send

ARTIKEL TERKAIT

Sebuah hutan gambut yang padat dengan pohon tua raksasa dan lapisan tanaman hijau yang tebal. Tanah tampak lembab dan gelap, menunjukkan kandungan peat. Di latar belakang, sebuah fasilitas penelitian

Anatomi Ekologi Gambut dan Tantangan Teknologi dalam Karhutla 2026

18/10/2026
Sebuah kabut tebal menutupi tanah Aceh dengan warna kuning lembut, menyelimuti pegunungan jauh yang hanya terlihat kabur. Latar belakang menampilkan area pedesaan dengan pohon-pohon terpapar kabut dan

BMKG Ungkap: Kabut Asap di Aceh Disebabkan Asap Kiriman dari Kalimantan dan Sumatera

17/10/2026
Sebuah kelompok orang yang terlihat khawatir berkumpul di sekitar sebuah peta besar di atas meja konferensi. Mereka membahas strategi untuk mengurangi dampak kabut asap, dengan satu orang menunjuk ke

Stafsus Gubernur Jakarta Bicara Mitigasi Asap Karhutla, PJJ dan Modifikasi Cuaca

17/10/2026
Sebuah kabut tebal menghampiri desa, menciptakan suasana yang suram dan menekan. Anak-anak, berpakaian sederhana, bermain di lapangan main kecil yang berdebu. Wajah mereka tersembunyi oleh kabut, menu

IDAI: Karhutla Menimbulkan Ancaman Kesehatan Anak di Indonesia

17/10/2026
Sehari yang cerah di Malang dengan langit biru cerah. Matahari tinggi di langit, menyinari cahaya emas yang hangat ke bawah. Orang-orang dilihat menikmati cuaca yang menyenangkan, beberapa berjalan di

Cuaca Malang 17 Oktober 2026: Cerah, Suhu Siang 29°C – Wartakita.id

17/10/2026
RR. Nur, in a modern kitchen with minimal decor, is preparing a meal using fresh, locally-sourced ingredients. The kitchen is filled with reusable containers and natural materials, reflecting a zero w

Panduan Praktis Memulai Gaya Hidup Zero Waste dari Dapur Rumah Tangga

17/10/2026
RR. Nur, a meteorologist, is shown in front of a large digital weather screen displaying accurate predictions for Surabaya, East Java on October 17, 2026. The screen shows detailed weather patterns an

Prakiraan Cuaca Jatim Hari Ini: BMKG Rilis Prediksi Akurat untuk 17 Oktober 2026

17/10/2026
Seandscape with a clear sky partially covered by light clouds, sun casting a warm light, trees swaying gently, and rolling green hills in the distance, symbolizing a predominantly clear and slightly c

Prakiraan Cuaca Jabar 17 Oktober 2026

17/10/2026

TERPOPULER-SEPEKAN

  • black-framed-eyeglasses-on-computer-screen-scaled.jpg

    Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    857 shares
    Share 343 Tweet 214
  • Kelangkaan BBM Berulang: Antrean Mengular, Warga Bermalam di SPBU, Stok Nasional Diklaim Aman

    33 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Kualitas Udara Sulsel Masih Tidak Sehat, BMKG Prediksi Perbaikan 15 Oktober

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Pemerintah Jaga Harga Solar dan Pertalite Meski Kenaikan Minyak Dunia

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • OJK Denda Tiga Emiten Konglomerat Rp 2,1 Triliun

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kabut Asap Maros Terparah, PM 2,5 Tertinggi di Sulsel

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Menlu Sambut Sekjen PBB di Bandara, Momen Diplomatik Indonesia

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Fakta Menarik Perpres Nomor 27 Tahun 2026 tentang Transportasi Berbasis Platform Digital

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Gubernur Sulsel: Pers adalah Mitra Strategis dalam Pembangunan Daerah

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Karhutla di Tebing Karst Pangkep Meluas, Capai 93,43 Hektare

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.