Wartakita.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menunjukkan respons sigap dalam menangani dampak bencana angin puting beliung yang melanda Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Penyaluran bantuan logistik dan kebutuhan dasar menjadi prioritas utama untuk meringankan beban warga yang rumahnya mengalami kerusakan.
Poin Penting
- Penyaluran bantuan logistik telah dilakukan oleh Pemprov Sulsel kepada warga Pangkep yang terdampak angin puting beliung.
- Bencana terjadi di Kelurahan Bonto Langkasa, Kecamatan Minasatene, menyebabkan kerusakan pada 10 rumah warga.
- Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sulsel diterjunkan untuk melakukan pendataan dan assessment dampak bencana.
- Bantuan yang disalurkan mencakup terpal dan kebutuhan dasar, sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam pemulihan pasca-bencana.
- Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan mengikuti arahan pemerintah daerah.
Respon Cepat Pemprov Sulsel Terhadap Bencana Angin Puting Beliung di Pangkep
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, melalui Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, segera bertindak cepat setelah laporan mengenai bencana angin puting beliung di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) diterima. Tindakan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan dan bantuan kepada masyarakat yang terdampak musibah alam.
Kronologi dan Dampak Bencana yang Terjadi
Peristiwa angin puting beliung tersebut melanda beberapa wilayah di Kelurahan Bonto Langkasa, Kecamatan Minasatene, Pangkep, meliputi Kampung Kalibone, Kampung Banggae, dan Kampung Japing-Japing. Kejadian yang berlangsung pada Jumat pagi, sekitar pukul 10.00 Wita, dipicu oleh fenomena cuaca ekstrem berupa hujan berintensitas tinggi yang disertai angin kencang. Dari laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Pangkep, bencana ini menyebabkan kerusakan pada 10 unit rumah warga, dengan tingkat kerusakan bervariasi dari ringan hingga sedang. Sangat disyukuri, tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa ini, menegaskan fokus penanganan pada aspek pemulihan fisik dan dukungan bagi terdampak.
Proses Penyaluran Bantuan Logistik dan Dukungan Pemerintah
Menindaklanjuti laporan yang ada, Pemprov Sulsel segera menurunkan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD. Tim ini memiliki peran krusial dalam melakukan pendataan detail, dokumentasi visual, serta asesmen menyeluruh terhadap skala kerusakan di lokasi terdampak. Pengalaman personel TRC dalam penanganan bencana memastikan setiap tahapan dilakukan secara sistematis dan akurat. Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan dasar dan logistik darurat, termasuk material vital seperti terpal, yang sangat dibutuhkan oleh warga untuk memperbaiki atau sementara menutupi kerusakan pada hunian mereka. Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo, menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan manifestasi kehadiran negara untuk memastikan kebutuhan mendasar masyarakat terdampak terpenuhi, sekaligus sebagai upaya meringankan beban psikologis dan material pasca-bencana.
Imbauan Keamanan dan Langkah Koordinasi Lanjutan
Menyadari bahwa potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi, Amson Padolo turut memberikan imbauan penting kepada masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Ia menekankan pentingnya mengikuti segala arahan dan instruksi dari pemerintah serta aparat setempat untuk meminimalkan risiko. Pemprov Sulsel secara berkelanjutan berkomitmen untuk menjaga koordinasi erat dengan BPBD Kabupaten Pangkep serta instansi terkait lainnya. Sinergi ini krusial dalam memantau perkembangan kondisi di lapangan dan merumuskan langkah-langkah penanganan lanjutan yang adaptif, berdasarkan hasil asesmen kerusakan yang telah terdata secara komprehensif.























