Investor Asing Tarik Dana Ratusan Miliar dari Pasar Saham Domestik
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 15 Januari 2026, diwarnai oleh aksi jual bersih yang signifikan oleh investor asing. Peristiwa ini menyebabkan arus keluar dana mencapai ratusan miliar rupiah, menekan kinerja setidaknya lima saham berkapitalisasi besar dan menengah. Peningkatan kehati-hatian investor global menjadi indikasi utama di tengah gejolak pasar yang terus berlanjut, mendorong mereka untuk merealisasikan keuntungan atau mengurangi eksposur risiko.
Poin Penting:
- Arus dana asing keluar dari pasar saham domestik pada 15 Januari 2026.
- Lima saham unggulan mengalami tekanan jual bersih ratusan miliar rupiah.
- Peningkatan kehati-hatian investor global menjadi penyebab utama.
- Saham-saham yang tertekan antara lain BUMI, NCKL, ARCI, ANTM, dan TINS.
- Volatilitas pasar diperkirakan akan mendorong investor untuk tetap waspada.
Detail Kejadian Arus Keluar Dana Asing
Peristiwa ini terjadi pada hari Kamis, 15 Januari 2026, di Bursa Efek Indonesia. Aksi jual bersih oleh investor asing secara spesifik menyasar sejumlah emiten dengan kapitalisasi pasar yang cukup besar. Investor domestik, dalam beberapa kasus, terlihat berperan sebagai pembeli atas saham-saham yang dilepas oleh investor asing, namun tekanan jual yang masif tetap tak terhindarkan.
Saham yang Paling Tertekan Aksi Jual Asing
Berdasarkan data perdagangan reguler BEI, beberapa saham menjadi fokus utama aksi jual oleh investor asing:
1. PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
Menjadi emiten yang paling terdampak, BUMI mencatat net foreign sell sebesar Rp276,40 miliar. Akibatnya, harga saham BUMI ditutup melemah 2,84% ke level Rp410. Aksi jual terbesar tercatat dari CGS International Sekuritas Indonesia (YU) senilai Rp146,3 miliar.
2. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)
NCKL membukukan net foreign sell Rp116,87 miliar. Menariknya, meskipun mendapat tekanan asing, harga saham NCKL justru mampu menguat 0,71% ke level Rp1.420, menunjukkan adanya penyerapan yang kuat dari investor domestik. Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) menjadi broker dengan aksi jual terbesar senilai Rp61,4 miliar.
3. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI)
Investor global tercatat melepas saham ARCI dengan nilai bersih Rp93,70 miliar. Tekanan jual ini membuat harga saham ARCI melemah 2,56% ke level Rp1.900.
4. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM)
Emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini juga tidak luput dari aksi jual asing, dengan net foreign sell mencapai Rp93,05 miliar. Harga ANTM ditutup turun 0,98% ke level Rp4.050. JP Morgan Sekuritas Indonesia (BK) tercatat melakukan aksi jual terbesar senilai Rp117,5 miliar.
5. PT Timah (Persero) Tbk (TINS)
Investor asing melakukan penjualan bersih sebesar Rp90,77 miliar pada saham TINS. Tekanan ini berujung pada pelemahan harga TINS sebesar 1,78% ke level Rp3.870. UBS Sekuritas Indonesia (AK) menjadi broker dengan aksi jual terbesar senilai Rp40,6 miliar.
Implikasi Terhadap Sentimen Pasar
Aksi jual asing yang cukup masif pada saham-saham berkapitalisasi besar dan menengah ini memberikan sinyal kuat mengenai sentimen pasar yang cenderung berhati-hati. Volatilitas yang terus mewarnai pasar modal domestik diperkirakan akan membuat investor, baik lokal maupun asing, untuk mempertahankan kewaspadaan tinggi dalam merumuskan setiap keputusan investasinya.























