Wartakita.id, Makassar — Rabu, 21 Oktober 2026, Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali menggelar upacara pengukuhan bagi ratusan lulusannya. Pada hari kedua pelaksanaan wisuda yang berlangsung meriah ini, sebanyak 192 orang resmi menyandang gelar baru setelah berhasil menyelesaikan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen).
Lulusan RPL: Bukti Pengalaman Dihargai
Pengukuhan 192 lulusan Program RPL pada hari kedua wisuda Unismuh Makassar ini menjadi sorotan tersendiri. Program RPL sendiri merupakan sebuah kebijakan strategis dari Kemendikbudristek yang dirancang untuk memberikan pengakuan formal terhadap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh seseorang melalui pengalaman kerja, pelatihan, atau pendidikan non-formal. Ini membuka pintu lebar bagi mereka yang telah berkecimpung di dunia profesional namun belum memiliki kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi secara konvensional.
Kehadiran 192 lulusan RPL ini menunjukkan betapa pentingnya program semacam ini dalam ekosistem pendidikan di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan. Mereka adalah bukti nyata bahwa pengalaman bertahun-tahun di lapangan, ditambah dengan dedikasi untuk terus belajar, dapat dikonversi menjadi sebuah kualifikasi akademik yang diakui. Hal ini tidak hanya memberikan kebanggaan bagi para lulusan dan keluarga mereka, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di berbagai sektor.
Unismuh Makassar: Jembatan Pendidikan Inklusif
Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memegang peranan krusial sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi yang aktif menyelenggarakan program RPL. Dengan mengukuhkan 192 lulusan ini, Unismuh menegaskan komitmennya untuk menyediakan jalur pendidikan yang lebih inklusif dan fleksibel. Program RPL di Unismuh dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara pengalaman praktis di lapangan dengan tuntutan akademis yang berlaku, sehingga para profesional dapat meningkatkan kompetensi dan jenjang karier mereka tanpa harus mengulang materi yang sudah dikuasai.
Pelaksanaan wisuda ini bukan sekadar seremoni akhir dari sebuah program studi, melainkan sebuah penanda dimulainya babak baru bagi para lulusan. Mereka kini dibekali dengan pengakuan formal yang dapat membuka peluang lebih luas, baik untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, mendapatkan promosi jabatan, maupun berkontribusi lebih optimal di bidang profesi masing-masing. Unismuh Makassar, melalui program RPL ini, turut berperan dalam mencetak tenaga profesional yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki landasan akademis yang kuat.
Dampak Program RPL bagi Pembangunan Daerah
Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang difasilitasi oleh Kemendikbudristek dan diimplementasikan oleh perguruan tinggi seperti Unismuh Makassar memiliki dampak signifikan bagi pembangunan daerah. Dengan memberikan pengakuan atas pengalaman kerja, program ini memungkinkan para profesional yang sudah ada di masyarakat untuk mendapatkan kualifikasi yang setara dengan lulusan perguruan tinggi. Hal ini secara langsung meningkatkan kualitas tenaga kerja yang tersedia di Sulawesi Selatan, yang pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan inovasi di berbagai sektor.
Lebih dari sekadar pengakuan akademis, program RPL juga menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat. Para lulusan ini, yang sebagian besar mungkin telah lama meninggalkan bangku sekolah formal, kini kembali merasakan atmosfer akademik dan termotivasi untuk terus mengembangkan diri. Keberhasilan 192 lulusan RPL ini menjadi inspirasi bagi banyak individu lain di Makassar dan sekitarnya yang memiliki potensi dan pengalaman namun terkendala oleh akses pendidikan formal. Ini adalah investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah.
Intinya
- Unismuh Makassar mengukuhkan 192 lulusan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Kemendikbudristek pada hari kedua wisudanya, Rabu, 21 Oktober 2026.
- Program RPL bertujuan memberikan pengakuan atas pengalaman kerja dan pelatihan yang setara dengan kualifikasi akademik, membuka akses pendidikan tinggi bagi profesional.
- Pengukuhan ini menegaskan komitmen Unismuh Makassar dalam menyediakan jalur pendidikan inklusif dan berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pembangunan daerah.
Kerap Ditanyakan
T: Apa tujuan utama dari Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL)?
J: Tujuan utama Program RPL adalah untuk memberikan pengakuan formal atas pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh seseorang melalui pengalaman kerja, pelatihan, atau pendidikan non-formal, sehingga memungkinkan mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau mendapatkan pengakuan profesional tanpa harus mengulang materi yang sudah dikuasai.
T: Mengapa Unismuh Makassar menyelenggarakan program RPL?
J: Unismuh Makassar menyelenggarakan program RPL sebagai bagian dari komitmennya untuk menyediakan akses pendidikan tinggi yang lebih luas dan inklusif bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang telah memiliki pengalaman profesional namun belum memiliki kualifikasi akademik formal.
Kontributor: Budi S.
Editor: Tim Editor Wartakita dibantu AI.























