Selasa, 17 Februari 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2021

Teknik Rahasia Pengereman Kecepatan Tinggi Pembalap MotoGP

Teknologi rem ABS (Anti Lock Braking System)

by Warteknet
17/09/2021
in Arsip 2021, Otomotif
Reading Time: 3 mins read
A A
Teknik Rahasia Pengereman Kecepatan Tinggi Pembalap MotoGP - Arsip

Wartakita.id – Pengereman tanpa teknik yang tadinya untuk menghindari tubrukan atau terperosok, tanpa teknik yang benar malah pengereman malah akan menjadi sebab pengendara motor mengalami kecelakaan.

Teknologi rem ABS (Anti Lock Braking System) memang telah banyak terpasang di sepeda motor keluaran 5 tahun terakhir yang menggunakan, itu pun serinya berbeda, dan tentu saja berharga lebih mahal.

Anti lock Braking dengan mekanisme pengeremannya dapat menghindari penguncian roda ketika dilakukan penghentian laju secara mendadak. Ketika menarik tuas rem secara mendadak, sensor sistem akan mendeteksi roda yang terkunci. Membuat piston rem secara otomatis melepaskan tekanan ke titik normal. Namun, saat roda berputar tekanan piston akan dikeraskan kembali.

Biasanya, proses dari titik normal menuju pengerasan piston ini akan berlangsung dengan cepat.

Bagaimana dengan para pembalap motoGP yang bisa melakukan pengereman dengan sempurna dan aman bahkan dari kecepatan 340 km per jam? Di luar teknologi ABS khusus motor pacu, para pembalap MotoGP mesti punya teknik rahasia pengereman.

3 Cara Pengereman Pembalap MotoGP

Ada tiga cara untuk membuat motor MotoGP terkendali lajunya dari kecepatan 340 km per jam, yakni:

  1. Menggunakan rem depan,
  2. Rem belakang
  3. Dan engine brake

Engine brake adalah teknik pengereman yang bantu oleh putaran mesin. Engine brake membantu memperlambat perputaran roda belakang secara elektronik, dengan cara menurunkan gigi lebih rendah secara bertahap.

Namun, engine brake hanya menyumbang sekitar 20 persen saja untuk membantu pengereman motor dari kecepatan tinggi. Sisanya, didominasi rem depan dengan porsi 70 persen dan rem belakang yang hanya 10 persen saja.

Para pengguna motor di Indonesia sudah sering menemukan kampas rem belakang lebih cepat habis, artinya rem belakang punya porsi lebih tinggi.

Kenapa rem depan dominan porsinya untuk mencegah laju motor menjadi liar tak terkendali saat melakukan pengereman.

Dengan menggunakan rem depan, artinya kontrol motor 100 persen berada di kedua lengan pengemudi, dengan memastikan ban depan punya traksi lebih.

Kemudian, porsi 70 persen tersebut dibantu juga dengan engine brake yang selain membantu pengereman, juga menjaga kesetabilan motor, karena membuat traksi roda belakang tidak berkurang signifikan saat melakukan pengereman.

Sisanya 10 persen, adalah rem belakang. Supporting untuk menghentikan laju emang sedikit, tapi 10 persen ini punya peran penting untuk mengendalikan dan mengarahkan motor saat melakukan pengereman.

There’s more than one way to slowdown a #MotoGP bike ⛔️

Take a closer look at the different types of braking and the control the rider has ???? pic.twitter.com/O1XqLjd8O3

— MotoGP™???? (@MotoGP) April 21, 2018

Bayangkan kalau porsinya dibalik. Rem belakang lebih dominan, maka traksi akan berpusat di roda belakang dan traksi roda depan berkurang drastis. Efeknya? Motor bisa saja tidak bisa berbelok atau tidak bisa diarahkan, sebab kehilangan traksi di roda depan.

Selain minimnya traksi di roda depan, dengan ban belakang yang menjadi pusat pengereman, maka bersiap saja buntut motor bakal bergerak tidak terkendali. Sedikit saja setang berbelok, maka motor dipastikan bakal slip dan melintir.

Itulah, kendati laju motornya 300 km per jam, pembalap motoGP tidak hanya sekadar memperlambat laju motor, tapi juga tetap mampu mengendalikan motornya dengan aman dan tanpa kehilangan kecepatan untuk segera memacu motornya di lintasan balap.

BACA JUGA:

Tips Memilih Power Bank yang Aman dan Tahan Lama untuk Pengguna Gadget di Indonesia

Tips Membersihkan Smartphone dari Virus, Iklan dan Malware

Troubleshooting Teknologi 101: Tips dan Trik Menghadapi Masalah Digital Umum

Tips Praktis Mengatasi Android TV Lemot: Bikin Nonton Makin Lancar

Panduan Lengkap Fitur-Fitur Tersembunyi dan unik Google Messages

Tags: MOTOGPTeknik Pengereman MotoGPTipstips berkendara
Share8Tweet5Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Teknik Rahasia Pengereman Kecepatan Tinggi Pembalap MotoGP - Featured

Honda WR-V Terbaru Meluncur di IIMS 2026: Tampilan Garang, Fitur Canggih, Harga Lebih Kompetitif

07/02/2026
Teknik Rahasia Pengereman Kecepatan Tinggi Pembalap MotoGP - Featured

Baterai Sodium-ion CATL Debut di Mobil Penumpang, Performa Dingin Unggul Jadi Sorotan

01/02/2026
Teknik Rahasia Pengereman Kecepatan Tinggi Pembalap MotoGP - Featured

Volkswagen Tarik Puluhan Ribu Unit ID.4 di AS Akibat Risiko Kebakaran Baterai

29/01/2026
Teknik Rahasia Pengereman Kecepatan Tinggi Pembalap MotoGP - Featured

Motor Listrik Unggul dalam Banjir Jakarta: Perbandingan Mendalam dengan Motor Bensin

19/01/2026
Teknik Rahasia Pengereman Kecepatan Tinggi Pembalap MotoGP - Featured

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
Teknik Rahasia Pengereman Kecepatan Tinggi Pembalap MotoGP - Featured

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Teknik Rahasia Pengereman Kecepatan Tinggi Pembalap MotoGP - Featured

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
Teknik Rahasia Pengereman Kecepatan Tinggi Pembalap MotoGP - Featured

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Teknik Rahasia Pengereman Kecepatan Tinggi Pembalap MotoGP - Featured

    Netflix, Mattel, dan Hasbro Bersinergi: Revolusi Mainan K-Pop “Demon Hunters”

    583 shares
    Share 233 Tweet 146
  • 10 Model Rambut Pria yang Cocok Untuk Menutupi Pipi Chubby 💈✂️

    3873 shares
    Share 1549 Tweet 968
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    483 shares
    Share 193 Tweet 121
  • Tragedi Papua: Pilot Smart Air Tewas Ditembak, Isu Tambang Ilegal dan Ancaman TPNPB Mengemuka

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Emas dan Perak Berfluktuasi: Lonjakan Signifikan Meski Data Ekonomi AS Mengejutkan, Apa Kata Analis?

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • HOAX! Program Pemutihan Pajak Kendaraan Gratis 5-28 Februari 2026 Dipastikan Tidak Ada

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • 10 Kebiasaan Orang Tiongkok Pembawa Sukses Finansial: Bukan Hoki, Tapi Pola Pikir Jitu

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • RS Kemenkes Makassar Resmi Beroperasi: Pusat Kesehatan Internasional untuk Indonesia (Timur)

    63 shares
    Share 25 Tweet 16
  • Beda Smoothing Sutra dengan Smoothing Biasa, Rebonding, dan Straightening

    1330 shares
    Share 532 Tweet 333
  • Bau Menyengat Pasca Kebakaran Pabrik Pestisida di Tangsel: KLHK Siap Gugat Pencemar Limbah B3

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
Teknik Rahasia Pengereman Kecepatan Tinggi Pembalap MotoGP - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Teknik Rahasia Pengereman Kecepatan Tinggi Pembalap MotoGP - Featured
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
Teknik Rahasia Pengereman Kecepatan Tinggi Pembalap MotoGP - Featured
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
Teknik Rahasia Pengereman Kecepatan Tinggi Pembalap MotoGP - Featured
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
Teknik Rahasia Pengereman Kecepatan Tinggi Pembalap MotoGP - Featured
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
Teknik Rahasia Pengereman Kecepatan Tinggi Pembalap MotoGP - Featured
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
Teknik Rahasia Pengereman Kecepatan Tinggi Pembalap MotoGP - Featured
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Teknik Rahasia Pengereman Kecepatan Tinggi Pembalap MotoGP - Featured
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
Teknik Rahasia Pengereman Kecepatan Tinggi Pembalap MotoGP - Featured
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Teknik Rahasia Pengereman Kecepatan Tinggi Pembalap MotoGP - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
Teknik Rahasia Pengereman Kecepatan Tinggi Pembalap MotoGP - Featured
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
Teknik Rahasia Pengereman Kecepatan Tinggi Pembalap MotoGP - Featured
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
Teknik Rahasia Pengereman Kecepatan Tinggi Pembalap MotoGP - Featured
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Teknik Rahasia Pengereman Kecepatan Tinggi Pembalap MotoGP - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.