Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengambil langkah inovatif dengan meluncurkan aplikasi ketenagalistrikan mandiri. Inisiatif ini dirancang khusus untuk menunjang efektivitas program penyediaan listrik gratis bagi masyarakat miskin dan kurang mampu di seluruh wilayah.
Inovasi Digital untuk Akses Listrik Merata
Pengembangan aplikasi ketenagalistrikan mandiri ini merupakan bagian dari rencana strategis Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sulbar untuk meningkatkan pelayanan publik melalui teknologi. Kolaborasi dengan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Provinsi Sulbar memastikan integrasi dan fungsionalitas aplikasi berjalan optimal.
Fungsi Utama Aplikasi Ketenagalistrikan Mandiri
Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Provinsi Sulbar, Qamaruddin Kamil, merinci beberapa fungsi krusial dari aplikasi ini:
- Mempermudah Proses Pengusulan dan Perencanaan: Menyederhanakan tahapan administrasi dalam mengajukan dan merencanakan program listrik gratis, sehingga prosesnya lebih cepat dan efisien.
- Verifikasi Data Rumah Tangga Sasaran (RTS): Memastikan bahwa bantuan program listrik gratis hanya disalurkan kepada rumah tangga yang benar-benar berhak menerima, meminimalkan potensi penyalahgunaan.
- Monitoring Distribusi Bantuan Real-time: Memungkinkan pemantauan langsung terhadap penyaluran bantuan listrik gratis, memberikan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan.
- Perhitungan Rasio Elektrifikasi (RE) Akurat: Menghasilkan data yang presisi mengenai cakupan elektrifikasi di seluruh Sulbar, yang penting untuk perencanaan pembangunan infrastruktur energi di masa depan.
Kondisi Elektrifikasi di Sulawesi Barat
Data yang dipaparkan oleh Qamaruddin Kamil menunjukkan bahwa Rasio Elektrifikasi (RE) PLN di Sulawesi Barat telah mencapai 90,97 persen. Namun, masih terdapat sekitar sembilan persen atau kurang lebih 36.000 rumah tangga yang belum menikmati pasokan listrik resmi dari PLN. Sebagian besar dari rumah tangga ini masih bergantung pada sambungan listrik dari tetangga atau mengandalkan sumber energi mandiri seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).
Komitmen Peningkatan Layanan Publik Berbasis Elektronik
Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulbar, Bujaeramy Hassan, menegaskan komitmen lembaganya dalam mendorong inovasi yang tidak hanya relevan dan aplikatif, tetapi juga memperkuat penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Beliau berharap, dengan adanya aplikasi ini, program listrik gratis akan terselenggara dengan lebih efektif, terukur, dan tepat sasaran, yang pada akhirnya berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Barat.























