Pemerintah Kota Makassar menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar melalui seleksi ketat calon Kepala Puskesmas. Tahapan uji kompetensi dan wawancara yang diikuti oleh 84 kandidat menjadi bukti nyata upaya strategis ini.
Uji Kompetensi dan Wawancara: Langkah Krusial Peningkatan Mutu Layanan
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, menekankan betapa vitalnya proses ini. “Uji kompetensi dan wawancara ini krusial untuk memastikan penempatan sumber daya manusia yang tepat pada posisi yang sesuai,” ujarnya. Tujuannya jelas: menjamin bahwa para calon kepala puskesmas memiliki bekal manajerial dan teknis yang mumpuni, siap memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Makassar.
Menilai Kapasitas Pimpinan dan Inovator Kesehatan
Proses seleksi ini tidak hanya menguji kemampuan teknis, tetapi juga mendalam. Penilaian mencakup kapabilitas manajerial, kepemimpinan, serta pemahaman mendalam terhadap aspek pelayanan kesehatan. Kepala Puskesmas memegang peranan sentral dalam menentukan kualitas layanan tingkat pertama, sehingga proses seleksi dirancang agar ketat dan profesional. Pemerintah Kota Makassar berupaya memastikan kandidat terpilih memiliki integritas tinggi, komitmen kuat, serta kemampuan optimal dalam mengelola fasilitas kesehatan.
Target: Kepala Puskesmas Andal dan Inovatif
Harapan besar disematkan pada hasil seleksi ini. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar, Nursaidah Sirajuddin, menyampaikan, “Kita harap mutu pelayanan kesehatan di Makassar semakin baik, apalagi orientasi kita ini masyarakat.” Dengan adanya kepala puskesmas yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu berinovasi, diharapkan layanan kesehatan di setiap kecamatan akan terus berkembang dan beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat.
Potensi Tersembunyi Ditemukan Lewat Manajemen Talenta
Lebih dari sekadar mengisi kekosongan posisi, uji kompetensi ini juga merupakan bagian integral dari implementasi manajemen talenta di lingkungan Pemkot Makassar. Mekanisme ini memungkinkan pemetaan potensi Aparatur Sipil Negara (ASN) secara objektif. “Dengan uji kompetensi ini, kita bisa melihat langsung siapa yang memiliki potensi dan siapa yang perlu dikembangkan. Bahkan ada ASN yang sebelumnya tidak terlalu terlihat, tetapi ternyata memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin,” tutur Nursaidah Sirajuddin. Ini menunjukkan bahwa seleksi ini membuka peluang bagi talenta terpendam untuk berkontribusi lebih besar.
Proses Seleksi: Dari 84 Kandidat untuk 47 Posisi
Sebanyak 84 peserta bersaing untuk mengisi 47 posisi kepala puskesmas yang tersebar di 15 kecamatan di Kota Makassar. Setelah melalui tahap uji kompetensi, proses berlanjut ke tahap wawancara. Dalam sesi ini, lima panelis ahli, termasuk Sekda Andi Zulkifly, Tenaga Ahli Wali Kota Makassar Hudli Huduri, dan Kepala Dinkes Nursaidah Sirajuddin, akan mengevaluasi aspek integritas, kepemimpinan, serta kapasitas problem-solving dan inovasi para calon. Pendekatan komprehensif ini memastikan lahirnya pemimpin-pemimpin puskesmas yang berkualitas.
Kontributor: Budi Saktia
Penyunting: H. Gunadi























