Wartakita.id, Makassar — Profesor Ismunandar secara resmi menyatakan maju sebagai calon Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM). Ia mengaku telah mendapatkan restu dari Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, dan Menteri Pendidikan, Brian Yuliarto, serta Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Profesor Tatacipta Dirgantara. Selain itu, Ismunandar juga mendapat dorongan dari sejumlah alumni dan pejabat UNM.
Mantan Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan ini menjelaskan bahwa meminta restu kepada para atasannya merupakan bentuk penghormatan. “Karena bos saya kan dua-duanya. Jadi, saya tadi kalau Menteri Kebudayaan karena saya memang di bawah dia, yang kedua kalau Mendiktisaintek karena saya kepegawaiannya di bawah dia,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Brian Yuliarto dan Fadli Zon mempersilahkannya untuk maju dalam kontestasi pemilihan Rektor UNM dengan mengatakan, “Ikutilah kompetisi kalau memang punya passion ke sana.” Dorongan dari alumni dan stakeholder UNM disambut baik oleh Ismunandar, yang merasa kembali ke Makassar seperti pulang ke kampung halaman.
Intinya
- Profesor Ismunandar mendaftar sebagai calon Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM).
- Ia telah mendapatkan restu dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Pendidikan Brian Yuliarto, dan Rektor ITB Profesor Tatacipta Dirgantara.
- Ismunandar juga mendapat dorongan dari sejumlah alumni dan stakeholder UNM.
- Ia bertekad meningkatkan akses dan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, serta mendorong UNM menuju status Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).
- Ismunandar berencana melanjutkan program-program rektor sebelumnya dan membawa UNM terhubung dengan jejaring global.
Profesor Ismunandar saat ini bertugas dalam tim repatriasi benda-benda budaya di Kementerian Kebudayaan, di mana ia menjabat sebagai ketua tim pakar. Tim ini bertugas mengembalikan benda-benda budaya Indonesia yang dibawa ke Belanda pada masa kolonial melalui berbagai cara, termasuk diplomasi budaya. Pengalaman ini, ditambah dengan posisinya sebagai mantan Atase Pendidikan di Singapura dan Dubes untuk UNESCO, menjadi bekal baginya untuk membawa UNM terlibat dalam pergulatan intelektual dunia.
Sebagai calon Rektor UNM, Ismunandar memiliki visi untuk mendorong terbukanya akses pendidikan tinggi bagi generasi usia kuliah di Indonesia. Ia mengakui angka partisipasi pendidikan tinggi di Indonesia telah meningkat pesat, namun masih perlu ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan perkembangan sains dan teknologi. Ia membandingkan dengan negara maju yang mencapai 80 persen partisipasi pendidikan tinggi. Selain meningkatkan akses, Ismunandar juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan yang harus diimbangi dengan peningkatan jumlah mahasiswa. Ia juga mendorong agar UNM semakin mandiri dan otonom, dengan visi menuju status Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), namun menegaskan bahwa status PTNBH tidak berarti menaikkan uang kuliah secara drastis, melainkan pengelolaan kampus yang mandiri dengan memanfaatkan aset yang dimiliki.
Ismunandar juga menyatakan akan melanjutkan program-program yang telah dijalankan oleh rektor sebelumnya, mengedepankan kesinambungan dalam kepemimpinannya. “Pastinya, kita akan lanjutkan laju perbaikan pemimpin terdahulu,” tegasnya.
Kerap Ditanyakan
T: Siapa saja yang memberikan restu kepada Profesor Ismunandar untuk maju sebagai calon Rektor UNM?
J: Profesor Ismunandar mengaku telah mendapatkan restu dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Pendidikan Brian Yuliarto, dan Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Profesor Tatacipta Dirgantara.
T: Apa saja visi Profesor Ismunandar jika terpilih sebagai Rektor UNM?
J: Ismunandar ingin mendorong terbukanya akses pendidikan tinggi bagi generasi usia kuliah di Indonesia, meningkatkan kualitas pendidikan, mendorong UNM menuju status Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), dan membawa UNM terhubung dengan jejaring global.
Kontributor: Redaksi Wartakita
Editor: Tim Editor Wartakita dibantu AI.























