Warga Manggala, Makassar, patut bernapas lega. Pemerintah Kota Makassar mengambil langkah tegas dan terukur dengan mengerahkan alat berat berupa ekskavator untuk mengatasi banjir yang telah lama menjadi momok di wilayah Blok 8 dan 10.
Gerak Cepat Pemkot Makassar: Respons Terhadap Banjir Manggala
Menindaklanjuti instruksi langsung dari Wali Kota Makassar, upaya penanganan banjir di Kecamatan Manggala kini memasuki fase implementasi nyata. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Makassar, Zuhaelsi Zubir, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar reaktif, melainkan hasil dari kajian mendalam dan konsultasi dengan para akademisi. Pendekatan berbasis sains ini krusial untuk memastikan solusi yang diberikan tidak hanya efektif dalam jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan.
“Pekerjaan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan fungsi saluran air agar aliran drainase tetap lancar serta mengurangi potensi terjadinya genangan saat curah hujan tinggi,” ujar Zuhaelsi Zubir.
Kolaborasi erat antara pemerintah kota dan akademisi menjadi pilar utama dalam merumuskan strategi penanganan banjir. Tujuannya jelas: mengurai akar persoalan banjir yang telah mendera kawasan Manggala bertahun-tahun.
Solusi Teknis yang Terencana: Dari Normalisasi Hingga Peningkatan Kapasitas
Di lapangan, berbagai upaya konkret telah dan sedang dilaksanakan. Fokus utamanya adalah pada normalisasi saluran air yang krusial untuk mengembalikan fungsi optimalnya. Ini mencakup pengerukan sedimen yang menumpuk, menghambat laju aliran air, serta perbaikan dan penggantian box culvert di titik-titik rawan genangan.
Zuhaelsi Zubir menjelaskan bahwa peningkatan dimensi box culvert dari 50 cm menjadi 80 cm pada jalur pembuangan air strategis yang terhubung langsung ke saluran utama merupakan langkah cerdas. Perubahan ini secara signifikan akan memperbesar kapasitas tampung dan aliran air, sehingga meminimalkan risiko luapan.
Selain itu, optimalisasi fungsi kolam retensi atau waduk juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang. Waduk ini akan berperan sebagai penampung air alami saat curah hujan meningkat tajam, mencegah air melimpas ke permukiman warga.
Harapan Nyata: Kenyamanan dan Keamanan bagi Warga Manggala
Arahan Wali Kota Makassar sangat jelas: mencari solusi nyata agar warga di Blok 10 dan sekitarnya tidak lagi terpaksa mengungsi setiap kali musim hujan tiba. Dengan adanya normalisasi saluran dan peningkatan kapasitas sistem drainase, diharapkan efektivitas aliran air di wilayah Blok 10 Antang dapat beroperasi secara maksimal.
Implikasinya, risiko genangan yang selama ini menjadi keresahan utama warga akan dapat diminimalkan. Perubahan ini diharapkan membawa dampak positif signifikan, menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat Manggala.
Kontributor: H. Gunadi
Penyunting: M. Ridham























