Sabtu, 26 September 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini Nasional

Patung Jenderal Soedirman di Kementerian Pertahanan Jepang

Menjadi satu-satunya patung pahlawan asing di Jepang

by Redaktur
10/11/2023
in Nasional
Reading Time: 5 mins read
A A
patung-jend-soedirman

Ternyata, Jenderal Soedirman yang pernah mengangkat senjata melawan penjajahan Belanda, Jepang dan Sekutu, sosoknya dikagumi oleh sebagian masyarakat jepang.

Seorang pewarta warga dari Kompasiana, Habibi, bercerita ia memiliki seorang rekan kerja di perusahaan Chiba, Jepang, bernama Mr. Yamamoto yang sudah berusia 65 tahun ketika itu, yang amat mengagumi sosok Jenderal Soedirman.

“Mr. Yamamoto menyebutkan satu kata yang sering saya dengar, tapi kok ucapannya berbeda. ‘SUDIRUMAN’. Awalnya saya tidak kenal siapa yang dimaksud. Tetapi saya ingat bahwa yang dimaksud adalah Jenderal Soedirman karena di Jepang konsonan ‘R’ dibaca dengan ‘RU’,” kenang Habibi semasa tinggal dan bekerja di Jepang.

Mr. Yamamoto berapi-api setiap berkisah tentang kehebatan Jenderal Soedirman saat memimpin tentara Pembela Tanah Air (PETA) yang dibentuk oleh Jepang.

‘SUDIRUMAN’, seorang guru sekolah Muhammadiyah yang sama hebatnya ketika memegang kapur tulis di  papan tulis depan murid-muridnya, dengan saat memanggul senjata bergerilya bersama prajurit-prajuritnya.

“Entah dari mana dia mendapatkan informasi itu semua,” tulis Habibi.

“Dan patung Jenderal Soedirman di kantor Kementerian Jepang yang berdiri kokoh agaknya menjadi bukti sahih betapa orang Jepang menyimpan kekaguman dan rasa hormat terhadap bangsa kita.” Tutup Habibi dalam tulisannya.

Setiap hari HUT Proklamasi Kemerdekaan, Kelompok Masyarakat Jepang Pecinta Indonesia kerap melakukan upacara peletakan karangan bunga di depan patung tersebut.

Pada 14 Januari 2011 silam, secara resmi Kementerian Pertahanan Jepang di Tokyo memutuskan untuk menempatkan patung Jenderal Soedirman yang merupakan hadiah dari Kementerian Pertahanan RI kepada Kementerian Pertahanan Jepang.

Patung yang terbuat dari perunggu dengan tinggi sekitar empat meter itu menjadi satu-satunya patung pahlawan asing yang dipajang di Jepang dan sangat dihormati oleh Jepang.

Kelompok Masyarakat Jepang Pecinta Indonesia kerap melakukan upacara peletakan karangan bunga di depan patung tersebut.

Meski sudah ada sejak tahun 2011, namun keberadaan sosok pahlawan asing yang disegani ini baru diketahui masyarakat sejak tahun 2015.

Tahun 2015 silam, Duta Besar RI untuk Jepang, mendapat undangan resmi untuk meletakkan karangan bunga di patung Jenderal Soedirman. Kala itu, ketua panitia pelaksana upacara, Fujii Gemki, menyebutkan bahwa Jenderal Soedirman merupakan figur penting.

Tidak hanya figur penting dalam sejarah Indonesia, melainkan sejarah Indonesia-Jepang. Terutama melalui tentara Pembela Tanah Air (PETA) yang dibentuk Jepang.

Kisah Soedirman Saat di PETA

Menurut Fujii, Soedirman menjadi salah satu simbol penting dalam hubungan kedua negara. Banyak kontak yang terjadi antara Jepang dengan Soedirman.

Soedirman mulai mengenal dunia militer saat ditunjuk sebagai salah satu kader dalam pelatihan Pembela Tanah Air (PETA) (Giguyun), organisasi semi-militer bentukan Jepang.

PETA didirikan pada Oktober 1943 dan perekrutan anggota bersifat sukarela dari kalangan masyarakat pribumi. Saat tergabung dalam organisasi PETA, Soedirman banyak mendapat pengetahuan mengenai kemiliteran.

BACA JUGA:

Bangga! Indonesia Raih 5 Medali di Asian Games 2026 Nagoya, Jepang: Perunggu Soft Tennis dan Wushu Mengibarkan Merah Putih

Gempa Dalam M6.5 Utara Jakarta: Mengungkap Misteri Guncangan Meluas di Jawa dan Sumatera

Maulid, Karhutla, dan Kemarahan Publik: Ironi Moral Tanpa Amanah

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

Awalnya, PETA merupakan tentara sukarelawan yang dibentuk oleh Pemerintah Jepang saat menguasai bangsa Indonesia pada tahun 1942 hingga 1945. Pembentukan PETA memang diawali dengan tugas untuk membantu Jepang dalam peperangan Asia Timur raya.

Kala itu Soedirman ditunjuk langsung oleh Jepang sebagai komandan dan bertugas merekrut banyak anak muda di daerahnya untuk bergabung dengan PETA.

Soedirman dan anak pribumi lain dilatih Jepang untuk bisa berperang, dengan harapan awal, mampu berperang dan menghalau tentara Sekutu yang mulai gencar memburu Jepang di mana saja mereka berada.

Sempat terjadi pergolakan tentara PETA karena sikap Jepang yang mempekerjakan secara paksa masyarakat Indonesia. Pemberontakan itu bahkan sempat membunuh satu orang Jepang oleh tentara PETA.

Di sini peran Jenderal Soedirman dianggap penting. Setelah mengetahui hal tersebut, Soedirman mengusahakan kepada pihak Jepang agar anak buahnya tidak dibunuh sebagai syarat pemberontakan akan dihentikan.

Momen itu membuat Soedirman dikenal dan dipercaya oleh Presiden Soekarno menjadi jenderal terpercaya di Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Dalam pidato perayaan hari jadi Pasukan Bela Diri Jepang ke-63 di salah satu hotel di bilangan Jakarta Pusat. Masafumi menegaskan patung Jenderal Soedirman adalah satu-satunya patung orang asing di gedung Kementerian Pertahanan Jepang.

“Ada patung Jenderal Soedirman di kantor Kementerian Pertahanan Jepang. Itu adalah patung tokoh asing pertama yang ada di Kementerian Pertahanan kami,” ujar Masafumi.

Pengangkatan Soedirman menjadi Panglima Besar TKR

Setelah PETA dibubarkan pada 18 Agustus 1945, Soedirman mendirikan BKR (Badan Keamanan Rakyat) yang kemudian berubah menjadi TKR (Tentara Keamanan Rakyat). Pada saat di TKR, Soedirman yang berpangkat kolonel ditunjuk sebagai pemimpin dalam pertempuran Ambarawa.

Pertempuran Ambarawa berakhir dengan kemenangan TKR atas Tentara Inggris pada 15 Desember 1945. Oleh karena kemenangannya, Soedirman diangkat oleh Pemerintah Indonesia sebagai panglima TKR dan pangkatnya yang semula kolonel naik menjadi jenderal.

Di bulan Desember 1948, pasukan Belanda kembali melakukan agresi militer yang lebih dikenal dengan sebutan Agresi Militer II Belanda. Saat itu, Yogyakarta yang menjadi ibu kota Negara Republik Indonesia berhasil dikuasai oleh Belanda.

Gondokusuman, Yogyakarta jadi saksi bisu sejarah TNI di Indonesia. Para pemuda komandan divisi dan resimen se-Jawa dan Sumatra berkumpul.

Mereka menyelenggarakan konferensi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) untuk memutuskan pucuk pimpinan tertinggi angkatan perang. Saat itu, kongres dipimpin Kepala Staf Umum TKR, Urip Sumoharjo.

Saat Presiden Sukarno mengumumkan maklumat pembentukan TKR pada 5 Oktober 1945, lembaga tersebut belum memiliki pemimpin tertinggi. Sebenarnya Sukarno telah menunjuk Supriyadi sebagai Menteri Keamanan Rakyat, namun hingga waktu yang telah ditentukan, ia tak kunjung datang.

Kota Pelajar merupakan markas TKR, karena saat itu Jakarta telah diduduki sekutu. Dalam kongres tersebut, ada agenda untuk pemilihan panglima besar TKR. Untuk menentukan pimpinan tertinggi itu, dilakukanlah pemungutan suara.

Proses pemilihan yang berlangsung sangat sederhana itu akhirnya memenangkan Sudirman dengan suara terbanyak. Lalu, Urip mendapatkan suara terbanyak kedua dan diminta tetap jadi Kepala Staf Umum.

Kala itu, Jenderal Sudirman masih sangatlah muda, baru berusia 29 tahun. Berdasarkan buku Soedirman Seorang Panglima, Seorang Martir oleh tim buku Tempo, Sudirman saat itu sudah terkenal di kalangan pimpinan divisi, terutama Jawa, berkat kecakapan dan karismanya.

Sebulan setelah pemilihan, Sudirman memimpin TKR untuk memukul mundur pasukan Inggris yang membonceng Belanda di Ambarawa, Jawa Tengah. Peristiwa tersebut kini dikenal sebagai pertempuran Palagan Ambarawa.

Tiga hari usai peristiwa tersebut, atau pada 18 Desember 1945, Sudirman dilantik sebagai Panglima Besar TKR oleh Presiden Soekarno.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: Hari PahlawanJenderal SoedirmanJepangwartakita
Share16Tweet10Send

ARTIKEL TERKAIT

Patung Jenderal Soedirman di Kementerian Pertahanan Jepang - Featured

Tragedi Latsarmil KDMP: Mengapa Bisnis Modern Butuh Adaptasi, Bukan Struktur Komando Militer

28/06/2026
pesta-babi-2

Menko Yusril sebut tak ada larangan nobar Film Pesta Babi

16/05/2026
img-1777232492-c0434ba7e4668f69

APBN 2026 ‘Survival Mode’: Menteri Keuangan Purbaya Tegaskan Nol Toleransi untuk Inefisiensi dan Kebocoran

27/04/2026
d37c81f0-afec-46f0-af7f-4b5b8d66853e

Festival Delapan Presents: Shakira Jasmine Siap Mengguncang Kuala Lumpur dalam Konser Spektakuler “Asia Tour 2026”

03/04/2026
img-1773324706-e6b519d0a7426472

Mudik Lebaran 2026 Lebih Lancar: 10 Ruas Tol Fungsional Dibuka Gratis Sepanjang 291 Km!

15/03/2026
tanker-2

Dua Kapal Pertamina Berhasil Keluar Zona Konflik Timur Tengah, Pasokan Energi Nasional Tetap Aman

13/03/2026
img-1771867006-5e1d6e4e13a49eff

Panglima TNI Siagakan Seluruh Jajaran Hadapi Eskalasi Konflik Timur Tengah: Instruksi Siaga 1 Melalui Telegram Rahasia

08/03/2026
img-1772547877-275d7818d8f65cc2

Dua Kapal Tanker Pertamina Terjebak di Selat Hormuz: Ancaman pada Ketahanan Energi Nasional

05/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Misteri Telur Mata Sapi di Gunung Anak Krakatau: Penjelasan Ilmiah Fenomena Unik

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Makassar 2025: Kota Dunia yang Masih Tenggelam di Kala Hujan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • 16 Model Rambut Pria yang Terbukti Disukai Wanita, Keren dan Stylish! (Update 2026)

    185 shares
    Share 74 Tweet 46
  • Bupati Gowa Ditetapkan Tersangka, Polda Sulsel Tegaskan Tidak Ada Penahanan

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • 10 Hak Dasar Warga Negara Indonesia yang Harus Kamu Tahu dan Contoh Nyata di Kehidupan Sehari-hari

    108 shares
    Share 43 Tweet 27
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    805 shares
    Share 322 Tweet 201
  • Delegasi Indonesia Trending di X.com: Menimbang Ketegasan Politik dan Prospek Diplomasi Ekonomi di Kancah Global

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Dua RS Regional Gowa dan Luwu Segera Hadir, Wujudkan Akses Kesehatan Merata di Sulsel

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Jejak Bisnis Haji Isam: Mengurai Kepemilikan di BYAN, PACK, JARR, hingga RANS

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.