Jumat, 16 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini Nasional

Patung Jenderal Soedirman di Kementerian Pertahanan Jepang

Menjadi satu-satunya patung pahlawan asing di Jepang

by Redaktur
10/11/2023
in Nasional
Reading Time: 5 mins read
A A
patung-jend-soedirman

Ternyata, Jenderal Soedirman yang pernah mengangkat senjata melawan penjajahan Belanda, Jepang dan Sekutu, sosoknya dikagumi oleh sebagian masyarakat jepang.

Seorang pewarta warga dari Kompasiana, Habibi, bercerita ia memiliki seorang rekan kerja di perusahaan Chiba, Jepang, bernama Mr. Yamamoto yang sudah berusia 65 tahun ketika itu, yang amat mengagumi sosok Jenderal Soedirman.

“Mr. Yamamoto menyebutkan satu kata yang sering saya dengar, tapi kok ucapannya berbeda. ‘SUDIRUMAN’. Awalnya saya tidak kenal siapa yang dimaksud. Tetapi saya ingat bahwa yang dimaksud adalah Jenderal Soedirman karena di Jepang konsonan ‘R’ dibaca dengan ‘RU’,” kenang Habibi semasa tinggal dan bekerja di Jepang.

Mr. Yamamoto berapi-api setiap berkisah tentang kehebatan Jenderal Soedirman saat memimpin tentara Pembela Tanah Air (PETA) yang dibentuk oleh Jepang.

‘SUDIRUMAN’, seorang guru sekolah Muhammadiyah yang sama hebatnya ketika memegang kapur tulis di  papan tulis depan murid-muridnya, dengan saat memanggul senjata bergerilya bersama prajurit-prajuritnya.

“Entah dari mana dia mendapatkan informasi itu semua,” tulis Habibi.

“Dan patung Jenderal Soedirman di kantor Kementerian Jepang yang berdiri kokoh agaknya menjadi bukti sahih betapa orang Jepang menyimpan kekaguman dan rasa hormat terhadap bangsa kita.” Tutup Habibi dalam tulisannya.

Setiap hari HUT Proklamasi Kemerdekaan, Kelompok Masyarakat Jepang Pecinta Indonesia kerap melakukan upacara peletakan karangan bunga di depan patung tersebut.

Pada 14 Januari 2011 silam, secara resmi Kementerian Pertahanan Jepang di Tokyo memutuskan untuk menempatkan patung Jenderal Soedirman yang merupakan hadiah dari Kementerian Pertahanan RI kepada Kementerian Pertahanan Jepang.

Patung yang terbuat dari perunggu dengan tinggi sekitar empat meter itu menjadi satu-satunya patung pahlawan asing yang dipajang di Jepang dan sangat dihormati oleh Jepang.

Kelompok Masyarakat Jepang Pecinta Indonesia kerap melakukan upacara peletakan karangan bunga di depan patung tersebut.

Meski sudah ada sejak tahun 2011, namun keberadaan sosok pahlawan asing yang disegani ini baru diketahui masyarakat sejak tahun 2015.

Tahun 2015 silam, Duta Besar RI untuk Jepang, mendapat undangan resmi untuk meletakkan karangan bunga di patung Jenderal Soedirman. Kala itu, ketua panitia pelaksana upacara, Fujii Gemki, menyebutkan bahwa Jenderal Soedirman merupakan figur penting.

Tidak hanya figur penting dalam sejarah Indonesia, melainkan sejarah Indonesia-Jepang. Terutama melalui tentara Pembela Tanah Air (PETA) yang dibentuk Jepang.

Kisah Soedirman Saat di PETA

Menurut Fujii, Soedirman menjadi salah satu simbol penting dalam hubungan kedua negara. Banyak kontak yang terjadi antara Jepang dengan Soedirman.

Soedirman mulai mengenal dunia militer saat ditunjuk sebagai salah satu kader dalam pelatihan Pembela Tanah Air (PETA) (Giguyun), organisasi semi-militer bentukan Jepang.

PETA didirikan pada Oktober 1943 dan perekrutan anggota bersifat sukarela dari kalangan masyarakat pribumi. Saat tergabung dalam organisasi PETA, Soedirman banyak mendapat pengetahuan mengenai kemiliteran.

BACA JUGA:

Kelangkaan BBM Berulang: Antrean Mengular, Warga Bermalam di SPBU, Stok Nasional Diklaim Aman

Jadwal Semifinal Asian Games 2026: Duel Empat Raksasa Sepak Bola Asia, Siapa Juara Baru?

Bangga! Indonesia Raih 5 Medali di Asian Games 2026 Nagoya, Jepang: Perunggu Soft Tennis dan Wushu Mengibarkan Merah Putih

Gempa Dalam M6.5 Utara Jakarta: Mengungkap Misteri Guncangan Meluas di Jawa dan Sumatera

Maulid, Karhutla, dan Kemarahan Publik: Ironi Moral Tanpa Amanah

Awalnya, PETA merupakan tentara sukarelawan yang dibentuk oleh Pemerintah Jepang saat menguasai bangsa Indonesia pada tahun 1942 hingga 1945. Pembentukan PETA memang diawali dengan tugas untuk membantu Jepang dalam peperangan Asia Timur raya.

Kala itu Soedirman ditunjuk langsung oleh Jepang sebagai komandan dan bertugas merekrut banyak anak muda di daerahnya untuk bergabung dengan PETA.

Soedirman dan anak pribumi lain dilatih Jepang untuk bisa berperang, dengan harapan awal, mampu berperang dan menghalau tentara Sekutu yang mulai gencar memburu Jepang di mana saja mereka berada.

Sempat terjadi pergolakan tentara PETA karena sikap Jepang yang mempekerjakan secara paksa masyarakat Indonesia. Pemberontakan itu bahkan sempat membunuh satu orang Jepang oleh tentara PETA.

Di sini peran Jenderal Soedirman dianggap penting. Setelah mengetahui hal tersebut, Soedirman mengusahakan kepada pihak Jepang agar anak buahnya tidak dibunuh sebagai syarat pemberontakan akan dihentikan.

Momen itu membuat Soedirman dikenal dan dipercaya oleh Presiden Soekarno menjadi jenderal terpercaya di Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Dalam pidato perayaan hari jadi Pasukan Bela Diri Jepang ke-63 di salah satu hotel di bilangan Jakarta Pusat. Masafumi menegaskan patung Jenderal Soedirman adalah satu-satunya patung orang asing di gedung Kementerian Pertahanan Jepang.

“Ada patung Jenderal Soedirman di kantor Kementerian Pertahanan Jepang. Itu adalah patung tokoh asing pertama yang ada di Kementerian Pertahanan kami,” ujar Masafumi.

Pengangkatan Soedirman menjadi Panglima Besar TKR

Setelah PETA dibubarkan pada 18 Agustus 1945, Soedirman mendirikan BKR (Badan Keamanan Rakyat) yang kemudian berubah menjadi TKR (Tentara Keamanan Rakyat). Pada saat di TKR, Soedirman yang berpangkat kolonel ditunjuk sebagai pemimpin dalam pertempuran Ambarawa.

Pertempuran Ambarawa berakhir dengan kemenangan TKR atas Tentara Inggris pada 15 Desember 1945. Oleh karena kemenangannya, Soedirman diangkat oleh Pemerintah Indonesia sebagai panglima TKR dan pangkatnya yang semula kolonel naik menjadi jenderal.

Di bulan Desember 1948, pasukan Belanda kembali melakukan agresi militer yang lebih dikenal dengan sebutan Agresi Militer II Belanda. Saat itu, Yogyakarta yang menjadi ibu kota Negara Republik Indonesia berhasil dikuasai oleh Belanda.

Gondokusuman, Yogyakarta jadi saksi bisu sejarah TNI di Indonesia. Para pemuda komandan divisi dan resimen se-Jawa dan Sumatra berkumpul.

Mereka menyelenggarakan konferensi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) untuk memutuskan pucuk pimpinan tertinggi angkatan perang. Saat itu, kongres dipimpin Kepala Staf Umum TKR, Urip Sumoharjo.

Saat Presiden Sukarno mengumumkan maklumat pembentukan TKR pada 5 Oktober 1945, lembaga tersebut belum memiliki pemimpin tertinggi. Sebenarnya Sukarno telah menunjuk Supriyadi sebagai Menteri Keamanan Rakyat, namun hingga waktu yang telah ditentukan, ia tak kunjung datang.

Kota Pelajar merupakan markas TKR, karena saat itu Jakarta telah diduduki sekutu. Dalam kongres tersebut, ada agenda untuk pemilihan panglima besar TKR. Untuk menentukan pimpinan tertinggi itu, dilakukanlah pemungutan suara.

Proses pemilihan yang berlangsung sangat sederhana itu akhirnya memenangkan Sudirman dengan suara terbanyak. Lalu, Urip mendapatkan suara terbanyak kedua dan diminta tetap jadi Kepala Staf Umum.

Kala itu, Jenderal Sudirman masih sangatlah muda, baru berusia 29 tahun. Berdasarkan buku Soedirman Seorang Panglima, Seorang Martir oleh tim buku Tempo, Sudirman saat itu sudah terkenal di kalangan pimpinan divisi, terutama Jawa, berkat kecakapan dan karismanya.

Sebulan setelah pemilihan, Sudirman memimpin TKR untuk memukul mundur pasukan Inggris yang membonceng Belanda di Ambarawa, Jawa Tengah. Peristiwa tersebut kini dikenal sebagai pertempuran Palagan Ambarawa.

Tiga hari usai peristiwa tersebut, atau pada 18 Desember 1945, Sudirman dilantik sebagai Panglima Besar TKR oleh Presiden Soekarno.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: Hari PahlawanJenderal SoedirmanJepangwartakita
Share17Tweet11Send

ARTIKEL TERKAIT

Antrean panjang kendaraan di SPBU di Bali dengan warga bermalam di trotoar, lampu malam menyinari antrian yang mengular, menunjukkan kelangkaan BBM meskipun stok klaim aman

Kelangkaan BBM Berulang: Antrean Mengular, Warga Bermalam di SPBU, Stok Nasional Diklaim Aman

16/10/2026
Gibran Rakabuming Raka in a formal political setting, looking thoughtful, with a background of political documents and a large desk, symbolizing his role in national politics. The image captures the seriousness of the situation, with dramatic lighting and a sharp focus, highlighting the documents and his expression.

Gibran Rakabuming Raka Terganjal Syarat Pendidikan untuk Pilpres 2029

07/10/2026
Patung Jenderal Soedirman di Kementerian Pertahanan Jepang - Featured

Menteri Agus Andrianto Sebut Sidak Ombudsman Momentum Penertiban Lapas

27/09/2026
solar energy

Transisi Energi Indonesia 2026: Menarik Investasi Global untuk PLTS dan Dekarbonisasi Industri

27/09/2026
Patung Jenderal Soedirman di Kementerian Pertahanan Jepang - Featured

Tragedi Latsarmil KDMP: Mengapa Bisnis Modern Butuh Adaptasi, Bukan Struktur Komando Militer

28/06/2026
pesta-babi-2

Menko Yusril sebut tak ada larangan nobar Film Pesta Babi

16/05/2026
img-1777232492-c0434ba7e4668f69

APBN 2026 ‘Survival Mode’: Menteri Keuangan Purbaya Tegaskan Nol Toleransi untuk Inefisiensi dan Kebocoran

27/04/2026
d37c81f0-afec-46f0-af7f-4b5b8d66853e

Festival Delapan Presents: Shakira Jasmine Siap Mengguncang Kuala Lumpur dalam Konser Spektakuler “Asia Tour 2026”

03/04/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Patung Jenderal Soedirman di Kementerian Pertahanan Jepang - Featured

    Kalla Toyota Palopo Sukses Rebut Hati Komunitas Lewat “Padel with Toyota Hybrid”

    111 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    848 shares
    Share 339 Tweet 212
  • BMKG: Peringatan Dini Cuaca Besok 11-12 Oktober 2026, Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Kelangkaan BBM Berulang: Antrean Mengular, Warga Bermalam di SPBU, Stok Nasional Diklaim Aman

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Kualitas Udara Sulsel Masih Tidak Sehat, BMKG Prediksi Perbaikan 15 Oktober

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Siswi SMP di Sidrap Sulsel Korban Perundungan 10 Temannya, Ortu Laporkan Polisi

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Pemerintah Jaga Harga Solar dan Pertalite Meski Kenaikan Minyak Dunia

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • 90 Persen Orang dengan Depresi di Indonesia Belum Terjangkau Pengobatan

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Letkol Arman Ditahan Mabes TNI, Rumah Dinasnya Diduga Jadi Markas Judi Online

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Komisi I DPR Ingatkan TNI: Usut Tuntas Kasus Rumah Dinas Jadi Markas Judol

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.