Selasa, 13 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2015-2018

Memotivasi Diri dengan 3 Langkah yang Didukung Data Ilmiah

by Redaktur
03/11/2017
in Arsip 2015-2018, Ekonomi dan Bisnis
Reading Time: 6 mins read
A A
motivate

Kamu membuat target, tapi kemudian ditunda-tunda.
Kamu membuat daftar kegiatan, tapi kemudian diabaikan
Ini terus berulang-ulang terjadi. Sebenarnya, apa masalahmu?

Mengapa kita amat mahir dalam berpikir dan merencanakan apa yang harus dilakukan tapi berantakan ketika akan melaksanakannya?

Masalahnya adalah, kita seringkali telah melewati langkah penting, berikut penjelasannya.

Kesalahan Semua Sistem Produktivitas

Amat langka sistem atau metode produktivitas yang memasukkan emosi sebagai faktor penentu. Dan perasaan serta emosi adalah hal mendasar yang tidak terpisahkan dari setiap kegiatan yang manusia lakukan.

Kita tidak bisa mengabaikan emosi, karena begitulah susunan struktur otak kita, ketika pikiran dan perasaan bersaing, perasaan hampir selalu menang.

Dan kita tidak bisa melawan perasaan sendiri, hasil penelitian menunjukkan melawan emosi hanya akan membuatnya semakin kuat.

…when experimental subjects are told of an unhappy event, but then instructed to try not to feel sad about it, they end up feeling worse than people who are informed of the event, but given no instructions about how to feel. In another study, when patients who were suffering from panic disorders listened to relaxation tapes, their hearts beat faster than patients who listened to audiobooks with no explicitly ‘relaxing’ content. Bereaved people who make the most effort to avoid feeling grief, research suggests, take the longest to recover from their loss. Our efforts at mental suppression fail in the sexual arena, too: people instructed not to think about sex exhibit greater arousal, as measured by the electrical conductivity of their skin, than those not instructed to suppress such thoughts

Dalam bukunya “Switch”, Chip dan Dan Heath mengatakan emosi dan perasaan adalah bagian penting dari langkah mengeksekusi setiap rencana.

“Fokuslan pada emosi. Mengetahui sesuatu tidak cukup banyak untuk menjadi sebab perubahan. Buatlah orang lain (atau dirimu sendiri) merasakan sesuatu.”

Semua orang memiliki rencana, target, dan kebutuhan, tapi yang membedakannya dalah hasrat ingin meraihnya, dan itu adalah emosi.

Kita harus memikirkan perencanaan tapi kita harus merasakan dorongan untuk beraksi dan mewujudkan rencana.

Bagaimana menjadikan emosi dan perasaan sebagai bahan bakar menyelesaikan semua rencana:

1. Berbaik sangka

Kapan kita paling sering menunda-nunda? Ketika sedang bad mood.

Jadi penundaan adalah teknik mood-management. Meskipun kita menganggap makan atau mengkonsumsi obat bisa membantu, sebenarnya anggapan tersebut tidak sepenuhnya betul. Kadang berhasil, dan lebih sering gagal, mood tidak membaik obesitas dan ketergantungan obat yang datang.

Dari kalangan pelajar yang paling suka menunda, mengatakan suasana hati mereka bisa diubah oleh mereka yang memiliki akses ke perasaan mereka untuk memberikan pengalihan yang menyenangkan.

Sementara itu, penelitian menunjukkan kebahagiaan meningkatkan produktivitas dan membuatmu makin sukses.

Apa yang dilakukan oleh pelatih tentara untuk menguatkan mental pasukannya? Bukan dengan berperang satu sama lain. Tapi dengan optimisme.

BACA JUGA:

Panduan Lengkap Mengamankan Akun Digital dari Phishing dan Social Engineering

Trik Mempercepat Koneksi WiFi di Rumah

Tips Memilih Power Bank yang Aman dan Tahan Lama untuk Pengguna Gadget di Indonesia

Tips Membersihkan Smartphone dari Virus, Iklan dan Malware

Sejarah Internet: Dari ARPANET Hingga Metaverse, Evolusi yang Mengubah Dunia

Jadi bagaimana bisa merasa optimistis jika tidak merasakannya? Jika susasan hatimu berantakan?

Dengan mengamati kemajuan dan rayakan, sekecil apapun itu. Penelitian Teresa Amabile dari Harvard menemukan tidak ada yang lebih memotivasi kecuali mengetahui ada kemajuan capaian.

Baiklah, kesimpulannya bukan buruk sangka dan perasaan negatif lainnya yang membuatmu menunda, tapi belum mampu mengatur suasana hati. Lalu apa yang menahan lajumu mewujudkan rencana?

2. Dapatkan Imbalan

Imbalan terasa menyenangkan. Hukuman memberikan rasa bersalah. Dan itulah sebabnya mengapa sistem klasik imbalan dan hukuman bisa berfungsi baik untuk memotivasi.

Penellitian menunjukkan bahwa imbalan bertanggung jawab pada tiga perempat dari sebab mengapa seseorang mau melakukan sesuatu.

Via The 100 Simple Secrets of Successful People:

Researchers find that perceived self-interest, the rewards one believes are at stake, is the most significant factor in predicting dedication and satisfaction toward work. It accounts for about 75 percent of personal motivation toward accomplishment. – Dickinson 1999

Jadi hargai dirimu, rayakan ketika berhasil melaksanakan daftar rencana. (Memang, kita melatih hewan peliharaan kita dengan cara yang sama, tapi metode ini juga berhasil pada manusia.)

Kesulitan menemukan imbalan yang cukup luar biasa untuk menyenangkan dirimu sendiri? Coba gunakan “Perangkat Komitmen” sebagai gantinya:

Berikan kawanmu, atau sumbangkan pada yang membutuhkan 100 ribu rupiah bila rencana harianmu belum selesai pada pukul 5 sore. Dan tabung bila bisa selesai sebelum pukul 5 sore.

Nah, sampai di sini daftar rencana kita mulai makin emosional.

Kita mulai merasa positif, optimistis, dan ada imbalan atau hukuman. Apa lagi yang kita butuhkan? Bagaimana dengan gangguan, pujian dan rasa bersalah?

3. Dapatkan tekanan dari teman sebaya.

Penelitian menunjukkan tekanan dari teman-temannya justru membantu anak-anak maju ketimbang menyakiti mereka. Dan akuilah, kita ini masih anak-anak dengan tubuh besar, kita lebih sering pura-pura dewasa sepanjang waktu dan itu menyenangkan.

Kelilingi dirimu dengan orang yang menjadi teladanmu, dan itu bisa sedikit mengurangi daftar apa yang harus dilakukan agar menjadi seperti dia.

Via buku Charles Duhigg “The Power of Habit: Why We Do What We Do in Life and Business”:

Ketika orang-orang bergabung dengan sebuah kelompok yang membuat perubahan menjadi mungkin, potensi untuk berubah menjadi lebih nyata.

The Longevity Project, yang meneliti lebih dari 1000 orang dari anak muda hingga yang telah berpulang menemukan fakta ini:

Kelompok yang menjadi asosiasi Anda seringkali menentukan Anda akan menjadi seperti apa. Untuk orang yang ingin meningkatkan kesehatan, bergabung dengan kelommpok orang sehat adalah kelompok yang terkuat dan bisa langsung membawa perubahan.

Jadi kita sudah punya tiga metode. Bagaimana memulai ketiganya?

Sudah punya daftar kegiatan untuk hari ini? Hebat. Itu berarti sesuatu yang paling rasional dan yang harus kita lakukan sekarang adalah berhenti menjadi rasional. Biarkan emosi yang melanjutkan:

1. Berbaik sangka.
2. Dapatkan Imbalan.
3. Temukan tekanan dari kawan sebaya.

Anda bisa melakukannya. Kenyataannya, meyakini dapat melakukan sesuatu adalah sebuah langkah pertama.

Apa hal utama yang menghentikan orang menjadi bahagia? Kebahagiaan bukan bagian dari bagaimana kita melihat diri sendiri sehingga lebih sulit diubah.

Pikirkan diri Anda sebagi seseorang yang memiliki motivasi dan cita-cita, seseorang yang produktif. Penelitian menunjukkan bagaimana orang merasa (bukan melihat) tentang diri mereka sendiri memberikan pengaruh besar pada kesuksesan.

Via The 100 Simple Secrets of Successful People:

Untuk kebanyakan orang yang diteliti, langkah pertama untuk meningkatkan kinerja mereka sama sekali tidak berhubungan dengan pekerjaan itu sendiri, melainkan dengan meningkatkan apa yang mereka rasakan dengan diri mereka sendiri. Bahkan untuk delapan dari sepuluh orang sukses, bagaimana mereka merasakan diri sendiri dalam kinerja pekerjaan lebih penting dari kenerja aktual mereka. – Gribble 2000

Masih merasa sulit menaklukkan kebiasaan menunda? Abaikan dua langkah sebelumnya, langsung ke tahap ketiga. Tekanan dari teman-teman Anda yang siap mengambil keuntungan dari penundaan.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: internetTips
Share5Tweet3Send

ARTIKEL TERKAIT

H. Gunadi, seorang pengusaha berpakaian rapi, berbicara di depan mikrofon di sebuah konferensi pers. Latar belakang menampilkan layar besar yang menampilkan grafik dan diagram terkait transisi energi

Eddy Soeparno: Kepastian Investasi Kunci Transisi Energi Menuju Energi Bersih

13/10/2026
SPBU-pertamina

Pemerintah Jaga Harga Solar dan Pertalite Meski Kenaikan Minyak Dunia

12/10/2026
Pasar motor bekas di WTC Mangga Dua yang ramai, dengan berbagai jenis motor bekas tersusun rapi dalam barisan. Adegan ini menampilkan suasana yang hidup di pasar, dengan penjual dan pelanggan berinter

Bisnis Moge Bekas di WTC Mangga Dua: Legalitas dan Komunitas Menentukan Sukses

11/10/2026
Presiden RI (H. Gunadi) dan Presiden Mesir berbincang di sebuah ruang konferensi formal, duduk di meja konferensi besar dengan dokumen dan peta di depan mereka. Latar belakang menampilkan proyeksi lay

Presiden RI dan Mesir Jajaki Dana Investasi Bersama dan EPA untuk Ekonomi Kedua Negara

11/10/2026
H. Gunadi, seorang tokoh politik dan ekonomi terpercaya, duduk di meja kerjanya dengan fokus pada dokumen-dokumen penting. Di latar belakang, terlihat berbagai laporan keuangan, layar komputer menampi

DPR Kaji Ulang Defisit APBN: Jika Bukan 3 Persen, Lalu Apa?

11/10/2026
H. Gunadi, dalam pakaian formal, berdiri di depan galeri investasi yang modern dengan berbagai grafik dan alat finansial. Dia menampilkan presentasi di tablet sambil berbicara kepada sekelompok mahasi

Galeri Investasi UYM Perluas Edukasi Pasar Modal di Kalangan Mahasiswa

11/10/2026
Sejumlah investor terpilih berkumpul di sebuah resort mewah di Bali, dengan latar belakang pantai yang indah dan arsitektur tradisional Bali. Mereka sedang berdiskusi serius, dengan laptop dan dokumen

Investor Kakap Reuni di Bali, Target Investasi Rp 536 Triliun – Wartakita.id

10/10/2026
H. Gunadi, seorang tokoh penting dalam industri alat kesehatan Indonesia, berdiri di depan laboratorium modern dengan peralatan teknologi terkini. Dia membawa tablet yang menampilkan diagram teknologi

Henkel Tawarkan Teknologi Perakitan untuk Industri Alat Kesehatan di Indonesia

10/10/2026

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Memotivasi Diri dengan 3 Langkah yang Didukung Data Ilmiah - Featured

    Kalla Toyota Palopo Sukses Rebut Hati Komunitas Lewat “Padel with Toyota Hybrid”

    108 shares
    Share 43 Tweet 27
  • Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    500 shares
    Share 200 Tweet 125
  • Gibran Rakabuming Raka Terganjal Syarat Pendidikan untuk Pilpres 2029

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • BMKG: Peringatan Dini Cuaca Besok 11-12 Oktober 2026, Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Kejati Kaltara Ungkap Dugaan Korupsi Kredit Investasi Rp759,4 Miliar di Bank Digital Milik Negara

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Hoaks: Prabowo Beri Hadiah Rp 5 Triliun dan Mobil untuk Timnas

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    837 shares
    Share 335 Tweet 209
  • Punya Gadget Nganggur? Bisa Tukar Tambah dengan Galaxy Z Fold8 Serie

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • DJP Siapkan Strategi Cari Basis Pajak Baru Antisipasi Kenaikan PTKP

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Peringatan Dini Cuaca BMKG 9-10 Oktober 2026, Ini Daftar Wilayah Terdampak

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.