Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar secara resmi telah mengeluarkan peringatan status awas cuaca ekstrem yang diprediksi melanda wilayah Makassar dan sekitarnya hingga tanggal 20 Januari 2026. Ancaman utama meliputi potensi banjir signifikan dan angin kencang akibat hujan ekstrem, dengan puncak intensitas diperkirakan terjadi pada 12-13 Januari.
Wartakita.id – Masyarakat Kota Makassar diminta untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul penetapan status awas cuaca ekstrem oleh BMKG dan Pemkot Makassar. Peringatan ini dikeluarkan sebagai respons terhadap proyeksi peningkatan intensitas curah hujan dan potensi fenomena cuaca merusak lainnya yang diperkirakan akan berlangsung hingga akhir pekan ketiga Januari 2026.
Ancaman Nyata: Banjir dan Angin Kencang Mengintai
Menurut data dan analisis BMKG, wilayah Makassar secara keseluruhan telah memasuki zona merah potensi bencana hidrometeorologi. Hujan dengan intensitas tinggi yang diperkirakan akan terus mengguyur, dikombinasikan dengan kondisi geografis kota, meningkatkan risiko terjadinya genangan air hingga banjir bandang di berbagai titik. Selain itu, angin kencang dengan kecepatan signifikan juga diprediksi akan menyertai badai, menimbulkan potensi kerusakan pada infrastruktur dan membahayakan keselamatan warga.
Periode Kritis: Puncak Ancaman pada Pertengahan Januari
Meskipun peringatan berlaku hingga 20 Januari 2026, BMKG secara spesifik menyoroti periode tanggal 12 hingga 13 Januari sebagai waktu di mana intensitas hujan dan angin kencang diperkirakan akan mencapai puncaknya. Pada rentang waktu inilah, risiko bencana hidrometeorologi diproyeksikan paling tinggi, menuntut kesiapsiagaan ekstra dari seluruh elemen masyarakat.
Lingkup Wilayah Terdampak
Peringatan status awas ini tidak hanya terbatas pada wilayah administrasi Kota Makassar. BMKG juga menginformasikan bahwa daerah penyangga seperti Pangkep dan Maros yang berdekatan dengan Makassar, turut berpotensi mengalami dampak cuaca ekstrem serupa. Hal ini mengindikasikan skala regional dari fenomena cuaca yang sedang terjadi, yang dipengaruhi oleh faktor musiman dan tren perubahan iklim global.
Penyebab Fenomena Cuaca Ekstrem
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, dalam pernyataan resminya menjelaskan bahwa peningkatan curah hujan ekstrem ini merupakan bagian dari siklus musim hujan yang sedang berlangsung di Indonesia. Namun, fenomena ini juga diperparah oleh dampak perubahan iklim global yang menyebabkan pola cuaca menjadi lebih ekstrem dan sulit diprediksi. Keterlibatan aktif Pemkot Makassar dalam menyebarkan informasi dan imbauan kepada masyarakat menjadi krusial dalam mitigasi risiko.
Imbauan dan Langkah Mitigasi
Menghadapi potensi ancaman ini, BMKG dan Pemkot Makassar secara serempak mengimbau seluruh warga untuk mengambil langkah-langkah antisipatif. Warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor diminta untuk terus memantau informasi cuaca terkini dan menyiapkan rencana evakuasi jika diperlukan. Pemkot Makassar, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), telah mengaktifkan posko siaga bencana dan menyiapkan personel serta peralatan yang dibutuhkan untuk respon cepat jika terjadi keadaan darurat.
BMKG akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan cuaca dan memberikan pembaruan informasi secara berkala. Warga diimbau untuk mengakses informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG dan Pemkot Makassar untuk menghindari berita simpang siur yang dapat menimbulkan kepanikan.
Pentingnya Kewaspadaan Dini
Kewaspadaan dini menjadi kunci utama dalam menghadapi bencana hidrometeorologi. Dengan memahami potensi risiko, menyiapkan perlengkapan darurat, dan mengikuti arahan dari pihak berwenang, masyarakat dapat meminimalkan dampak negatif dari cuaca ekstrem. Kolaborasi antara BMKG, Pemkot, dan kesadaran masyarakat adalah fondasi terpenting dalam menjaga keselamatan dan ketahanan daerah.
- Status awas cuaca ekstrem berlaku hingga 20 Januari 2026.
- Ancaman utama: banjir dan angin kencang akibat hujan ekstrem.
- Puncak intensitas diperkirakan pada 12-13 Januari.
- Wilayah terdampak: Makassar, Pangkep, dan Maros.
- Penyebab: Musim hujan dan perubahan iklim.
- Imbauan: Siapkan rencana evakuasi, pantau informasi resmi.























