Minggu, 8 November 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini Politik

KPK Tidak Gunakan Pasal Hukuman Mati dalam Kasus Bencana, Ini Alasannya

by MA. Untung
18/10/2026
in Politik
Reading Time: 4 mins read
A A
MA. Untung, a middle-aged man in a suit, sits at a conference table with documents and a laptop. Behind him, a large screen shows data. The setting is serious and thoughtful, reflecting the complexity

Wartakita.id, Jakarta — Pada Jumat, 16 Oktober 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan bahwa pihaknya tidak akan menerapkan pasal hukuman mati dalam penanganan kasus dugaan korupsi dana siap pakai (DSP) kebencanaan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan mendalam terkait alat bukti dan proses hukum yang berlaku.

Pertimbangan Hukum dan Alat Bukti

Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, memaparkan alasan di balik keputusan tersebut. Salah satu faktor krusial adalah adanya keterbatasan waktu penetapan tersangka setelah operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK. Proses hukum yang cepat dan ketat ini menuntut penyidik untuk segera mengumpulkan dan menganalisis alat bukti yang ada.

Lebih lanjut, Achmad Taufik Husein menekankan bahwa kecukupan alat bukti yang ditemukan oleh tim penyidik menjadi pertimbangan utama. Penerapan pasal hukuman mati, sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia, memerlukan pembuktian yang sangat kuat dan memenuhi standar yang tinggi. Jika alat bukti yang ada belum mencukupi untuk memenuhi unsur-unsur pidana mati, maka penyidik akan fokus pada pasal lain yang lebih relevan dan dapat dibuktikan secara hukum.

Fokus pada Pasal Benturan Kepentingan

Alih-alih menggunakan pasal yang berujung pada hukuman mati, penyidik KPK memutuskan untuk menerapkan Pasal 12 huruf i Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pasal ini secara spesifik mengatur mengenai tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan benturan kepentingan dalam pengadaan barang atau jasa. Penerapan pasal ini dinilai lebih sesuai dengan konstruksi kasus dan alat bukti yang berhasil dikumpulkan oleh KPK.

Keputusan untuk fokus pada pasal benturan kepentingan menunjukkan strategi penyidikan yang cermat dari KPK. Dalam kasus yang berawal dari OTT, kecepatan dan ketepatan dalam menentukan status perkara menjadi sangat penting. Dengan menerapkan pasal yang relevan dan memiliki alat bukti yang memadai, KPK berupaya memastikan bahwa kasus ini dapat diproses hingga tuntas dan pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan hukum yang berlaku.

Korupsi Dana Bencana: Ancaman Serius bagi Kemanusiaan

Kasus dugaan korupsi dana siap pakai kebencanaan di BNPB ini menyoroti isu serius mengenai penyalahgunaan anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk membantu korban bencana. Dana kebencanaan memiliki peran vital dalam upaya mitigasi, penanganan darurat, dan pemulihan pasca-bencana. Korupsi dalam sektor ini tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga dapat menghambat proses penyelamatan dan pemulihan bagi masyarakat yang terdampak musibah.

Meskipun wacana penerapan hukuman mati dalam kasus korupsi besar pernah mengemuka untuk memberikan efek jera maksimal, implementasinya di Indonesia memiliki tantangan tersendiri. Syarat-syarat pembuktian yang ketat dan proses hukum yang panjang menjadi pertimbangan penting. KPK, dalam hal ini, menunjukkan pendekatan yang pragmatis dan berbasis bukti, memastikan bahwa setiap tindakan hukum yang diambil memiliki dasar yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan secara yuridis.

Intinya

  • KPK tidak menerapkan pasal hukuman mati dalam kasus dugaan korupsi dana siap pakai kebencanaan di BNPB karena keterbatasan waktu penetapan tersangka pasca-OTT dan kecukupan alat bukti.
  • Penyidik KPK memilih untuk fokus pada Pasal 12 huruf i UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang mengatur tentang benturan kepentingan.
  • Keputusan ini mencerminkan strategi penyidikan yang cermat untuk memastikan proses hukum berjalan efektif dan sesuai dengan alat bukti yang ada.

Kerap Ditanyakan

T: Mengapa KPK tidak menggunakan pasal hukuman mati dalam kasus korupsi dana bencana?
J: KPK tidak menggunakan pasal hukuman mati karena pertimbangan keterbatasan waktu penetapan tersangka setelah OTT dan kecukupan alat bukti yang ditemukan penyidik. Penerapan pasal hukuman mati memerlukan pembuktian yang sangat kuat dan memenuhi standar hukum yang tinggi.

T: Pasal apa yang digunakan KPK dalam kasus dugaan korupsi dana bencana ini?
J: KPK memilih untuk menerapkan Pasal 12 huruf i Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi akibat benturan kepentingan.

Kontributor: MA. Untung

Editor: Tim Editor Wartakita dibantu AI.

Rekomendasikan Wartakita.id

BACA JUGA:

Bahlil Bantah Isu Penyadapan, Ancam Somasi Penyebar Hoax

Boyamin Ungkap Inisial Oknum KPK Diduga Bocorkan Dokumen Kasus ATR/BPN

Penyadapan Prabowo: Ancaman Kedaulatan dan Keamanan Nasional

KPK Telusuri Aliran Suap di Kantor Pertanahan Bogor

Mantan Menteri Ditahan Terkait Korupsi Rp782 Miliar dari Transaksi Saham

Tags: BNPBDana Bencanahukumkasus korupsiKPKPasal MatiPolitik
Share6Tweet4Send

ARTIKEL TERKAIT

"Foto jurnalistik menampilkan seorang pengacara berdiri sendirian di depan pintu kaca kompleks keadilan pusat Jakarta saat hujan turun deras pada sore hari yang dramatis. Cermin cahaya merah menyala d

Hasto: Penyadapan Ilegal Meningkat Pasca Putusan MK 90

07/11/2026
Foto dokumentasi resmi dengan segel merah di atas meja rapat bersama mikrofon.

DPR dan Pemerintah Mulai Bahas RUU Perampasan Aset, Target Pengesahan Dipercepat

05/11/2026
Palu sidang hakim yang mengkilap diletakkan di atas meja kayu pengadilan resmi bersama timbangan keadilan berwarna kuningan dan dokumen-dokumen bergambar segel merah dengan cahaya matahari sore menyin

Jokowi dijadwalkan akan Hadiri Sidang Roy Suryo sebagai Saksi

05/11/2026
KPK Tidak Gunakan Pasal Hukuman Mati dalam Kasus Bencana, Ini Alasannya - Featured

Dugaan Penyadapan Presiden: Siapa di Baliknya Kepentingan Penyadapan?

05/11/2026
KPK Tidak Gunakan Pasal Hukuman Mati dalam Kasus Bencana, Ini Alasannya - Featured

Dasco Bantah Isu Cawapres, Sebut Ada Pengalihan Isu Penyadapan

05/11/2026
KPK Tidak Gunakan Pasal Hukuman Mati dalam Kasus Bencana, Ini Alasannya - Featured

Waketum Golkar: Hak Menyatakan Pendapat DPR Paling Relevan untuk Gibran

04/11/2026
Tabel konferensi kayu mahoni resmi dengan deretan mikrofon siaran radio-televisei di atasnya, tumpukan dokumen pemerintah bertanda merah segel, serta bendera Merah Putih kecil yang blur sebagai latar

Town Hall Meeting Kemenkumham Maluku Evaluasi Kinerja dan Layanan Publik

03/11/2026
Meja rapat kayu dengan dokumen resmi dan mikrofon tanpa menampilkan wajah atau bangunan.

Ketum DPP KEPMI BONE Tekankan Regenerasi Kepemimpinan Sehat di Muskom STIM LPI Makassar

02/11/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Smoothing dan Coloring Bersamaan-salwasalon-com

    Smoothing dan Coloring Bersamaan Bisa Merusak Rambut?

    3582 shares
    Share 1433 Tweet 896
  • Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK Terkait Dugaan Setoran Rutin di Kementerian ATR/BPN

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Jadwal Pemutihan Pajak Kendaraan Sulsel dan Biaya Balik Nama di Makassar 2026

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Pemerintah Bentuk Satgas Gabungan dengan Singapura Atasi Laba Perusahaan ke Tax Haven

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Batu Bara Transit Singapura: Mengurai Menguapnya SDA Kita

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Presiden Prabowo dan Sejumlah Pejabat Diduga Disadap Sejak 2025

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Chandra Asri Petrochemical Merambah Bisnis Otomotif, Bukan Sekadar Petrokimia

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Serangan Siber Lumpuhkan Freezer Supermarket Eropa, Stok Makanan Ludes

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Panduan Beasiswa Daerah Pemprov Sulsel dan Pendaftaran Kuliah RPL Makassar 2026

    32 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Ragam Kuliner Tradisional Bugis Makassar: Dari Konro Hingga Pallubasa

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.