Wartakita.id, New York — Pada Oktober 2026, CEO Apple John Ternus akhirnya membuka tabir mengenai proses panjang di balik pengembangan iPhone Duo, ponsel layar lipat perdana dari raksasa teknologi asal Cupertino tersebut. Pengakuan ini diungkapkan dalam sebuah wawancara mendalam dengan majalah TIME, yang memberikan gambaran komprehensif tentang bagaimana visi perangkat inovatif ini bertransformasi dari konsep awal menjadi kenyataan.
Akar Riset Sejak Era Awal Layar Sentuh
Pengembangan iPhone Duo bukanlah proyek instan, melainkan buah dari riset yang telah dimulai jauh sebelum perangkat ini diumumkan ke publik. John Ternus memaparkan bahwa eksplorasi awal untuk perangkat dengan layar yang dapat dilipat telah berlangsung setidaknya sejak tahun 2011. Periode ini bertepatan dengan masa-masa awal dominasi smartphone layar sentuh, di mana Apple dan para pesaingnya masih terus menyempurnakan teknologi yang ada.
Pada tahun 2011 tersebut, John Ternus bersama dengan lima insinyur kunci lainnya telah mengajukan permohonan paten terkait perangkat elektronik lipat. Langkah ini menandakan bahwa Apple telah memikirkan potensi dan tantangan dari desain perangkat yang fleksibel sejak lebih dari satu dekade lalu. Riset awal ini tidak hanya berfokus pada mekanisme engsel atau layar, tetapi juga mencakup studi mendalam mengenai kebutuhan komponen krusial seperti baterai dan papan sirkuit yang harus mampu beradaptasi dengan desain yang dinamis.
Tantangan Rekayasa Komponen dan Layar Lipat
Proses rekayasa untuk menciptakan perangkat layar lipat seperti iPhone Duo melibatkan serangkaian tantangan teknis yang kompleks. Salah satu aspek terpenting adalah bagaimana mengintegrasikan komponen internal yang biasanya membutuhkan ruang cukup besar, seperti baterai dan motherboard, ke dalam sasis yang harus mampu dilipat tanpa mengorbankan fungsionalitas atau daya tahan. Tim riset Apple harus memikirkan ulang arsitektur internal perangkat secara fundamental.
Fokus utama lainnya adalah pada pengembangan layar itu sendiri. Menciptakan layar yang dapat dilipat tanpa meninggalkan bekas lipatan yang mengganggu pengalaman pengguna merupakan salah satu hambatan rekayasa terbesar. Apple telah menginvestasikan sumber daya yang signifikan dalam penelitian material layar, mekanisme engsel, dan teknologi pelapis untuk memastikan layar tetap mulus dan tahan lama meskipun sering dilipat dan dibuka. Upaya ini menunjukkan komitmen Apple untuk tidak hanya menghadirkan inovasi bentuk, tetapi juga menjaga kualitas pengalaman pengguna yang menjadi ciri khas produk mereka.
Komitmen Inovasi Berkelanjutan Apple
Pengungkapan detail riset iPhone Duo ini menegaskan kembali posisi Apple sebagai pemimpin dalam inovasi teknologi perangkat mobile. Perusahaan ini secara konsisten menunjukkan kemampuannya untuk tidak terburu-buru merilis teknologi baru, melainkan melakukan riset mendalam dan pengembangan yang matang sebelum meluncurkan produk. Pendekatan ini, meskipun terkadang dikritik karena dianggap lambat dibandingkan pesaing, seringkali menghasilkan produk yang lebih stabil, intuitif, dan diterima pasar dengan baik.
Riset panjang yang dimulai sejak 2011 ini juga mencerminkan strategi Apple dalam mengantisipasi tren masa depan. Pasar perangkat mobile terus berkembang pesat, dan perangkat layar lipat dipandang sebagai salah satu evolusi alami dari smartphone. Dengan pengalaman riset yang sudah terakumulasi selama bertahun-tahun, Apple kini berada dalam posisi yang kuat untuk bersaing di segmen yang semakin diminati ini, sekaligus menetapkan standar baru dalam desain dan fungsionalitas perangkat lipat.
Intinya
- Apple telah melakukan riset mendalam untuk perangkat layar lipat, termasuk iPhone Duo, sejak tahun 2011, jauh sebelum peluncurannya.
- Pengembangan ini melibatkan tantangan rekayasa signifikan pada komponen internal dan material layar untuk meminimalkan bekas lipatan.
- John Ternus, CEO Apple, bersama tim insinyur kunci, memaparkan detail riset ini dalam wawancara dengan majalah TIME pada Oktober 2026, menunjukkan komitmen jangka panjang Apple terhadap inovasi.
Kerap Ditanyakan
T: Mengapa Apple membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk merilis ponsel layar lipat?
J: Apple dikenal dengan pendekatan pengembangan produk yang cermat dan berfokus pada kualitas serta pengalaman pengguna. Riset bertahun-tahun diperlukan untuk mengatasi tantangan teknis yang kompleks terkait layar lipat, daya tahan, dan integrasi komponen, demi memastikan produk akhir memenuhi standar tinggi perusahaan.
T: Apa saja tantangan utama dalam pengembangan layar lipat?
J: Tantangan utama meliputi penciptaan layar yang fleksibel namun tetap tahan lama, pengembangan mekanisme engsel yang kuat dan mulus, serta upaya meminimalkan atau menghilangkan bekas lipatan yang terlihat dan terasa oleh pengguna, sambil memastikan semua komponen internal dapat terintegrasi dengan baik dalam desain yang ringkas.
Kontributor: M. Ridham
Editor: Tim Editor Wartakita dibantu AI.























