Wartakita.id – Hujan deras mengguyur Jakarta sejak semalam, menimbulkan genangan air di banyak ruas jalan dan mengganggu operasional Transjakarta. Fenomena ini berdampak langsung pada mobilitas warga ibu kota, seiring peringatan BMKG tentang potensi cuaca ekstrem yang berlanjut.
Poin Penting:
- Hujan deras sejak semalam menyebabkan banjir di berbagai wilayah Jakarta.
- Sejumlah rute Transjakarta mengalami gangguan akibat genangan air.
- Aktivitas lalu lintas dan mobilitas warga terhambat oleh banjir.
- BMKG mengingatkan potensi cuaca ekstrem akan berlanjut di beberapa wilayah.
Jakarta Dilanda Banjir Akibat Hujan Deras
Ibu kota Jakarta kembali dilanda banjir pada hari ini, menyusul hujan deras yang tak kunjung reda sejak tadi malam. Genangan air terlihat di sejumlah jalan protokol maupun permukiman warga, menyulitkan aktivitas sehari-hari. Laporan dari warga di media sosial menunjukkan berbagai tingkat ketinggian air, mulai dari sebatas mata kaki hingga sepaha orang dewasa.
Gangguan pada Layanan Transjakarta
Banjir yang melanda Jakarta juga berdampak signifikan pada operasional transportasi publik. Sejumlah rute Transjakarta dilaporkan mengalami gangguan atau bahkan terpaksa dialihkan. Hal ini tentu menambah kerepotan bagi para komuter yang mengandalkan moda transportasi tersebut untuk beraktivitas.
Kondisi Lalu Lintas Terdampak
Genangan air yang meluas di berbagai ruas jalan membuat lalu lintas di Jakarta menjadi macet parah. Kendaraan roda dua maupun roda empat harus ekstra hati-hati saat melintas, bahkan beberapa memilih untuk memutar balik mencari rute alternatif yang belum tergenang.
Peringatan Cuaca Ekstrem Berlanjut
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa waktu ke depan. Selain Jakarta, peringatan serupa juga dikeluarkan untuk beberapa daerah lain di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi, mengingat adanya potensi banjir bandang.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi terbaru dari BMKG dan instansi terkait, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.























