Wartakita.id, Jakarta — Menyambut Hari Pangan Sedunia yang diperingati setiap 16 Oktober, Indofood Riset Nugraha (IRN) menggelar Simposium Pangan Nasional 2026. Acara ini menjadi momentum penting untuk menggarisbawahi peran inovasi dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat, sejalan dengan semangat ‘Innovate today. Nourish tomorrow’.
Simposium yang mengusung tema ‘Inovasi Pangan Fungsional Berbasis Sumber Daya Lokal’ ini menjadi wadah kolaborasi strategis antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri. Tujuannya jelas: menjembatani hasil riset di lingkungan kampus dengan kebutuhan nyata di lapangan, menciptakan solusi pangan yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Mendorong Riset Menjadi Solusi Nyata
Program Indofood Riset Nugraha 2026 dirancang secara khusus untuk memfasilitasi transformasi ide-ide brilian dari para peneliti muda menjadi produk pangan yang dapat diimplementasikan. Inisiatif ini tidak hanya sekadar memberikan dukungan finansial, tetapi juga membimbing para peneliti dalam proses pengembangan produk, mulai dari konsep hingga potensi komersialisasi.
Melalui program ini, IRN memberikan apresiasi dan dukungan kepada 83 peneliti muda yang berdedikasi. Mereka didorong untuk menggali potensi sumber daya lokal yang melimpah di Indonesia, mengolahnya menjadi pangan fungsional yang tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan tambahan.
Potensi Pangan Fungsional Berbasis Lokal
Pangan fungsional, yang menawarkan manfaat kesehatan di luar nilai gizi dasar, menjadi fokus utama dalam simposium ini. Pemanfaatan sumber daya lokal menjadi kunci untuk menciptakan produk yang tidak hanya unik dan khas Indonesia, tetapi juga lebih terjangkau dan mudah diakses oleh masyarakat luas.
Para akademisi dan peneliti mempresentasikan temuan-temuan terbaru mereka mengenai pemanfaatan bahan baku lokal seperti umbi-umbian, rempah-rempah, dan hasil laut. Inovasi ini diharapkan dapat membuka peluang baru dalam diversifikasi pangan nasional, mengurangi ketergantungan pada komoditas impor, serta meningkatkan nilai tambah produk pertanian dalam negeri.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ketahanan Pangan
Keberhasilan mewujudkan ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat tidak dapat dicapai hanya oleh satu pihak. Oleh karena itu, simposium ini menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan industri. Pemerintah berperan dalam menciptakan regulasi yang mendukung inovasi dan investasi, akademisi bertugas menghasilkan riset dan pengembangan, sementara industri bertindak sebagai motor penggerak dalam memproduksi dan mendistribusikan produk pangan inovatif.
Kerja sama yang solid ini diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi pangan baru, meningkatkan kualitas produk pangan yang beredar di pasar, serta pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan status gizi dan kesehatan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.
Intinya
- Indofood Riset Nugraha (IRN) menyelenggarakan Simposium Pangan Nasional 2026 dengan tema ‘Inovasi Pangan Fungsional Berbasis Sumber Daya Lokal’ menjelang Hari Pangan Sedunia.
- Program IRN 2026 bertujuan mengubah riset kampus menjadi solusi pangan nyata dengan mendukung 83 peneliti muda dalam mengembangkan inovasi pangan berbasis sumber daya lokal.
- Simposium ini melibatkan pemerintah, akademisi, dan industri untuk mendorong kolaborasi dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat melalui pangan fungsional.
Kerap Ditanyakan
T: Apa tujuan utama dari Simposium Pangan Nasional 2026 yang digelar oleh Indofood Riset Nugraha?
J: Tujuan utamanya adalah untuk mendorong inovasi pangan fungsional berbasis sumber daya lokal, menjembatani riset kampus dengan solusi pangan nyata, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan industri demi ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat.
T: Berapa banyak peneliti muda yang didukung oleh Indofood Riset Nugraha dalam program inovasi pangan ini?
J: Indofood Riset Nugraha mendukung 83 peneliti muda untuk mengembangkan inovasi pangan berbasis sumber daya lokal.
Kontributor: RR. Nur
Editor: Tim Editor Wartakita dibantu AI.























