Wartakita.id, Amerika Serikat — Federal Communications Commission (FCC) Amerika Serikat pada Minggu, 25 Oktober 2026, secara resmi mengeluarkan larangan terhadap perangkat yang mengandung chip HiVision, sebuah komponen yang dikembangkan oleh anak perusahaan Huawei. Langkah tegas ini merupakan perluasan dari regulasi sebelumnya, yang kini tidak hanya membatasi perangkat dari perusahaan tertentu, tetapi juga komponen yang terintegrasi di dalamnya, dengan alasan kekhawatiran keamanan nasional.
Perluasan Kewenangan FCC dan Implikasi Keamanan
Keputusan FCC kali ini menandai evolusi signifikan dalam pendekatan regulasi keamanan teknologi di Amerika Serikat. Sebelumnya, larangan FCC lebih terfokus pada pemblokiran langsung perangkat yang diproduksi oleh perusahaan yang dianggap berisiko. Namun, dengan aturan baru ini, FCC memperluas cakupannya untuk mencakup komponen-komponen individual yang terpasang di dalam perangkat, terlepas dari merek utama perangkat tersebut. Ini berarti, sebuah gadget yang diproduksi oleh perusahaan yang tidak masuk daftar hitam pun dapat dilarang jika terdeteksi menggunakan komponen dari entitas yang diawasi ketat oleh FCC.
Langkah ini secara langsung berdampak pada dua perangkat yang belum disebutkan namanya, yang menjadi yang pertama kali dikenai aturan baru ini karena terdeteksi menggunakan chip HiVision. Chip ini, yang umumnya ditemukan pada perangkat seperti kamera keamanan rumah dan dashcam, diklasifikasikan oleh FCC sebagai ‘foreign surveillance chips’. Penamaan ini didasarkan pada keberadaan algoritma deteksi wajah yang terintegrasi dalam chip tersebut, yang dinilai memiliki potensi penyalahgunaan untuk tujuan pengawasan oleh pihak asing. Kekhawatiran ini sejalan dengan mandat FCC sebagai badan yang bertanggung jawab atas regulasi dan kontrol spektrum frekuensi radio, televisi, kabel, dan satelit, yang krusial bagi infrastruktur komunikasi negara.
Chip HiVision dan Potensi Ancaman Pengawasan
Inti dari kekhawatiran FCC terhadap chip HiVision terletak pada fungsionalitasnya yang spesifik. Keberadaan algoritma deteksi wajah bawaan pada chip ini menjadi sorotan utama. FCC melihat potensi besar bagi chip semacam ini untuk disalahgunakan demi tujuan pengawasan, terutama jika teknologi tersebut berada di bawah kendali entitas yang dianggap tidak dapat dipercaya dari perspektif keamanan nasional Amerika Serikat. Dalam konteks global saat ini, di mana isu privasi data dan keamanan siber semakin mengemuka, regulasi seperti ini menjadi krusial untuk melindungi warga negara dari potensi ancaman pengawasan yang tidak diinginkan.
Dampak larangan ini tentu akan terasa bagi produsen gadget yang mengandalkan chip HiVision. Mereka kini dihadapkan pada tantangan untuk mencari alternatif komponen yang memenuhi standar keamanan FCC. Bagi konsumen, ini bisa berarti ketersediaan produk tertentu mungkin berkurang atau harga produk pengganti bisa meningkat. Namun, dari perspektif keamanan nasional, keputusan FCC ini merupakan langkah proaktif untuk memitigasi risiko yang mungkin timbul dari penggunaan teknologi yang berpotensi disalahgunakan untuk pengawasan.
Pengecualian Khusus untuk Intel dan Implikasinya
Menariknya, di tengah larangan yang semakin diperketat, FCC juga memberikan sebuah pengecualian khusus. Intel, salah satu raksasa semikonduktor global, mendapatkan kelonggaran selama satu tahun untuk penggunaan chip dalam robot pabrik semikonduktor. Pengecualian ini mencakup software, firmware, dan hardware model lama yang digunakan dalam robot-robot tersebut. Keputusan ini menunjukkan bahwa FCC berusaha menyeimbangkan antara kebutuhan keamanan nasional dengan kelancaran operasional industri kritis.
Penting untuk dicatat bahwa pengecualian yang diberikan kepada Intel ini bersifat sangat spesifik dan terbatas pada aplikasi robot pabrik semikonduktor. Hal ini berarti, chip Intel yang digunakan dalam produk konsumen atau aplikasi lain yang tidak terkait dengan manufaktur semikonduktor tetap tunduk pada regulasi FCC yang berlaku. Pemberian waiver ini kemungkinan besar didasarkan pada analisis mendalam mengenai tingkat risiko yang ditimbulkan oleh penggunaan chip tersebut dalam konteks spesifik tersebut, serta peran krusial Intel dalam rantai pasok industri semikonduktor Amerika Serikat.
Intinya
- Federal Communications Commission (FCC) Amerika Serikat melarang perangkat yang mengandung chip HiVision dari anak perusahaan Huawei masuk ke dalam daftar perangkat terlarang, memperluas regulasi dari hanya memblokir perusahaan menjadi memblokir komponen.
- Chip HiVision diklasifikasikan sebagai ‘foreign surveillance chips’ karena memiliki algoritma deteksi wajah bawaan yang dinilai berpotensi disalahgunakan untuk pengawasan.
- Intel mendapatkan pengecualian selama satu tahun untuk penggunaan chip dalam robot pabrik semikonduktor, menunjukkan adanya pertimbangan terhadap kebutuhan industri kritis di samping isu keamanan.
Kerap Ditanyakan
T: Mengapa FCC melarang chip HiVision?
J: FCC melarang chip HiVision karena mengklasifikasikannya sebagai ‘foreign surveillance chips’ yang memiliki algoritma deteksi wajah bawaan, menimbulkan kekhawatiran akan potensi penyalahgunaan untuk pengawasan oleh pihak asing.
T: Apakah pengecualian untuk Intel berlaku untuk semua produknya?
J: Tidak, pengecualian yang diberikan FCC kepada Intel bersifat spesifik hanya untuk penggunaan chip dalam robot pabrik semikonduktor, mencakup software, firmware, dan hardware model lama, dan tidak berlaku umum untuk produk atau aplikasi lainnya.
Kontributor: M. Ridham
Editor: Tim Editor Wartakita dibantu AI.























