Wartakita.id, Makassar — Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Makassar secara resmi menggelar sebuah workshop pada Kamis, 22 Oktober 2026, di Makassar. Kegiatan ini difokuskan untuk memperkuat tata kelola keuangan pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan pemerintah kota, sebuah langkah strategis untuk memastikan pengelolaan anggaran yang lebih profesional dan akuntabel.
Meningkatkan Kapasitas ASN, Fondasi Tata Kelola Keuangan Kuat
Penyelenggaraan workshop oleh BPKAD Makassar ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah kota dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah. Dalam konteks pemerintahan, tata kelola keuangan yang baik bukan sekadar urusan administrasi, melainkan fondasi krusial yang menopang efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas seluruh program pembangunan. Para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sehari-hari bersentuhan langsung dengan anggaran di masing-masing SKPD memegang peranan sentral dalam proses ini. Oleh karena itu, peningkatan pemahaman dan keterampilan mereka menjadi prioritas utama.
Workshop ini dirancang secara khusus untuk membekali para ASN dengan pengetahuan terkini dan praktik terbaik dalam pengelolaan keuangan daerah. Mulai dari penyusunan anggaran, pelaksanaan, pelaporan, hingga pertanggungjawaban, setiap tahapan harus dijalankan sesuai dengan koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan pemahaman yang mendalam, diharapkan para ASN dapat meminimalisir potensi kesalahan, penyimpangan, bahkan praktik korupsi yang dapat merugikan keuangan negara dan menghambat roda pembangunan kota.
Strategi Proaktif BPKAD dalam Penguatan SKPD
BPKAD Kota Makassar, sebagai garda terdepan dalam pengelolaan keuangan dan aset daerah, tidak tinggal diam melihat tantangan yang ada. Melalui kegiatan workshop ini, BPKAD mengambil peran proaktif untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan dan keterampilan yang mungkin dimiliki oleh ASN di berbagai SKPD. Keberagaman latar belakang pendidikan dan pengalaman para ASN seringkali menjadi faktor yang memengaruhi cara mereka mengelola keuangan. Workshop ini menjadi sarana egaliter untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan kompetensi secara merata.
Lebih dari sekadar transfer pengetahuan, kegiatan ini juga menjadi ajang diskusi dan berbagi pengalaman antarpeserta. Para ASN dapat saling bertukar informasi mengenai kendala yang dihadapi di lapangan serta mencari solusi bersama. Hal ini penting untuk membangun sinergi antar SKPD dalam menghadapi kompleksitas pengelolaan keuangan daerah. Keberhasilan sebuah SKPD dalam mengelola anggarannya secara efektif akan berdampak positif pada pencapaian target kinerja SKPD tersebut, yang pada akhirnya berkontribusi pada kemajuan Kota Makassar secara keseluruhan.
Menuju Pengelolaan Anggaran yang Profesional dan Sesuai Regulasi
Harapan besar disematkan pada penyelenggaraan workshop ini, yakni memastikan setiap rupiah anggaran daerah dikelola dengan prinsip profesionalisme dan kepatuhan terhadap regulasi. Undang-undang Keuangan Negara, Peraturan Pemerintah tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah, serta berbagai peraturan menteri terkait keuangan daerah, menjadi pedoman utama yang harus dipahami dan diterapkan. Tanpa pemahaman yang kuat terhadap regulasi ini, pengelolaan keuangan berisiko menyimpang dan berpotensi menimbulkan masalah hukum di kemudian hari.
Dengan memperkuat tata kelola keuangan di tingkat SKPD, BPKAD Kota Makassar secara tidak langsung turut berkontribusi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik dalam pengelolaan keuangan daerah akan semakin terjaga. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan memastikan bahwa anggaran daerah benar-benar dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Intinya
- BPKAD Kota Makassar menggelar workshop pada Kamis, 22 Oktober 2026, untuk memperkuat tata kelola keuangan SKPD.
- Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan ASN dalam pengelolaan keuangan daerah yang profesional dan sesuai regulasi.
- Workshop ini merupakan strategi proaktif BPKAD untuk memastikan akuntabilitas dan efisiensi anggaran daerah demi kemajuan kota.
Kerap Ditanyakan
T: Mengapa tata kelola keuangan SKPD perlu diperkuat secara berkala?
J: Tata kelola keuangan SKPD perlu diperkuat secara berkala untuk menyesuaikan dengan perkembangan regulasi terbaru, mengantisipasi potensi penyalahgunaan anggaran, serta memastikan efektivitas dan efisiensi penggunaan dana publik demi tercapainya tujuan pembangunan daerah.
T: Siapa saja yang menjadi target peserta utama dalam workshop ini?
J: Target peserta utama dalam workshop ini adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Makassar, karena merekalah yang secara langsung terlibat dalam proses pengelolaan keuangan di unit kerja masing-masing.
Kontributor: Budi S.
Editor: Tim Editor Wartakita dibantu AI.























