Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar secara proaktif memperkuat lini terdepan kesiapsiagaan bencana melalui pembentukan program ‘Kelurahan Tangguh Bencana’. Inisiatif strategis ini membekali setiap kelurahan dengan 20 relawan terlatih yang siap menjadi garda terdepan.
Strategi BPBD Makassar: Memberdayakan Komunitas Melalui Kelurahan Tangguh Bencana
Program ‘Kelurahan Tangguh Bencana’ dirancang sebagai fondasi pemberdayaan masyarakat di tingkat paling bawah. Tujuannya jelas: agar setiap kelurahan mampu melakukan penanganan bencana secara mandiri pada tahap awal. BPBD Makassar mengambil peran sentral sebagai fasilitator utama, memastikan para relawan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan kebencanaan yang memadai.
Peran Vital 20 Relawan di Setiap Kelurahan
Inti dari program ini adalah pengaderan sekitar 20 relawan di masing-masing kelurahan. Mereka direkrut dari berbagai lapisan masyarakat, memastikan keberagaman keahlian dan pemahaman kondisi lokal. Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, menekankan pentingnya peran ini: “Setiap kelurahan ada sekitar 20 orang yang akan kita bina dan bekali pengetahuan kebencanaan. Jadi ketika ada kejadian di wilayahnya, mereka bisa langsung turun melakukan penanganan awal.” Lebih dari sekadar penanganan darurat, para relawan ini juga akan diorganisir dalam kelompok kerja untuk mengatasi berbagai persoalan dasar, mulai dari pencegahan penyumbatan saluran air hingga penanganan awal bencana alam lainnya.
Sinergi Latar Belakang Relawan untuk Kemandirian
Menariknya, mayoritas relawan yang terlibat memiliki latar belakang komunitas yang kuat, seperti komunitas penjahit, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta komunitas perikanan. Fadli Tahar menambahkan, “Mereka rata-rata sudah punya komunitas, ada komunitas penjahit, UKM, hingga perikanan. Jadi sebenarnya mereka sudah bisa berjalan mandiri. Kami hanya membantu dalam pembinaan, termasuk cara membuat proposal dan mengakses bantuan.” Pendekatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan ekonomi masyarakat secara mandiri. Laporan dari BPBD menunjukkan bahwa beberapa kelompok yang telah dibina sebelumnya telah berhasil mendapatkan dukungan yang signifikan untuk pengembangan kegiatan mereka.
Dukungan Penuh Pemerintah Kota Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara tegas menyatakan keselamatan warga sebagai prioritas utama dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Beliau mengapresiasi program Kelurahan Tangguh Bencana sebagai manifestasi nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat. “Ini adalah contoh sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk mendukung program-program yang tujuannya tidak lain adalah untuk kepentingan masyarakat itu sendiri,” ujar beliau. Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan resiliensi masyarakat Makassar terhadap berbagai ancaman bencana akan terus meningkat, menciptakan kota yang lebih aman dan tangguh.
Kontributor: H. Gunadi
Penyunting: M. Ridham






















