Sabtu, 17 Januari 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Alam dan Lingkungan Hidup

Kaleidoskop 2025: Tahun Terobosan Hijau, Ketika 40% Listrik Dunia Berdenyut dari Energi Bersih

by Redaktur
29/12/2025
in Alam dan Lingkungan Hidup
Reading Time: 4 mins read
A A
Kaleidoskop 2025: Tahun Terobosan Hijau, Ketika 40% Listrik Dunia Berdenyut dari Energi Bersih - Utama

JAKARTA, Wartakita.id – Bayangkan sejenak: tahun 2025. Langit lebih biru, udara lebih bersih, dan energi yang menggerakkan kehidupan kita tak lagi dibayangi asap hitam. Ini bukan sekadar mimpi, melainkan sebuah target ambisius yang kini berada di ambang kenyataan. Dunia, dipimpin oleh negara-negara G20, tengah bergerak menuju capaian monumental: 40% kebutuhan listrik global akan disuplai dari sumber energi terbarukan. Sebuah terobosan hijau yang tak hanya mengubah lanskap energi, tetapi juga harapan akan masa depan planet ini.

Perjalanan menuju 40% ini bukanlah kebetulan. Ini adalah hasil dari komitmen global yang tak tergoyahkan untuk melawan krisis iklim. Ancaman pemanasan global yang berpotensi melampaui batas kritis 1,5°C di atas tingkat pra-industri telah menyatukan para pemimpin dunia dalam satu visi. Dari lorong-lorong konferensi iklim hingga rapat kabinet, desakan untuk dekarbonisasi semakin kuat. Target 40% listrik bersih pada 2025 ini, jika tercapai, akan menjadi pilar utama dalam mengurangi emisi global hingga 20%, membuka jalan menuju janji net-zero yang akan dideklarasikan pada COP30 di Brazil.

Gelombang Hijau dari Asia hingga Eropa

Pusaran perubahan ini terasa paling kentara di dua benua kunci: Asia dan Eropa. Eropa, dengan kebijakan iklimnya yang agresif dan investasi besar dalam energi hijau, telah lama menjadi pelopor. Sementara itu, Asia, yang merupakan pusat populasi terbesar dan ekonomi dengan pertumbuhan tercepat, sekaligus penyumbang emisi terbesar, kini bangkit sebagai raksasa energi terbarukan. Negara-negara G20, yang mewakili 80% ekonomi dunia dan 75% emisi global, berada di garis depan transisi ini. Mereka adalah arsitek di balik kebijakan, pendorong investasi, dan juga konsumen utama energi bersih.

Kekuatan pendorong utama di balik gelombang hijau ini tak lain adalah energi surya (solar) dan angin. Dua teknologi ini telah mengalami kemajuan pesat dalam efisiensi dan penurunan biaya produksi, menjadikannya pilihan yang semakin kompetitif dibandingkan bahan bakar fosil. Subsidi pemerintah yang meningkat untuk pengembangan panel surya dan turbin angin, ditambah dengan inovasi teknologi yang berkelanjutan, telah mempercepat adopsi massal. Transformasi ini juga terlihat dari pergeseran paradigma perusahaan energi tradisional. Ambil contoh Adaro, yang dikenal sebagai salah satu raksasa batubara di Indonesia, kini mulai merambah investasi di sektor energi terbarukan. Ini adalah sinyal jelas bahwa masa depan energi ada pada dekarbonisasi, bahkan bagi pemain industri lama.

Investasi Triliunan Dolar dan Kontribusi Indonesia

Mewujudkan ambisi global ini tentu membutuhkan dana yang tak sedikit. Estimasi investasi global yang dialokasikan untuk transisi energi bersih mencapai angka fantastis, setara dengan puluhan ribu triliun Rupiah, atau lebih dari 600 miliar Dolar AS. Dana sebesar ini mengalir ke berbagai proyek, mulai dari pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berskala besar, ladang turbin angin di darat dan lepas pantai, hingga infrastruktur transmisi dan penyimpanan energi.

Indonesia, sebagai salah satu negara G20 dan pemain penting di Asia, tidak tinggal diam. Dengan potensi energi terbarukan yang melimpah, Indonesia berkomitmen untuk menambah kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 5 Gigawatt (GW). Angka ini adalah bagian dari upaya lebih besar untuk mencapai bauran energi terbarukan yang lebih tinggi dalam sistem kelistrikan nasional. Proyek-proyek PLTS terapung di waduk-waduk besar, PLTS atap, hingga PLTS skala utilitas akan menjadi wajah baru energi Indonesia.

Inspirasi dari Akar Rumput: Desa Off-Grid Bali

Namun, transisi energi ini bukan hanya tentang proyek-proyek raksasa dan investasi triliunan. Kisah inspiratif juga datang dari tingkat akar rumput. Di beberapa pelosok Bali, misalnya, sejumlah desa telah berhasil mengembangkan sistem kelistrikan mandiri atau off-grid yang sepenuhnya ditenagai oleh energi surya. Desa-desa ini tidak lagi bergantung pada jaringan listrik nasional, mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan keandalan pasokan listrik mereka. Keberhasilan desa-desa ini membuktikan bahwa solusi energi bersih dapat diimplementasikan secara efektif, tidak hanya di tingkat makro, tetapi juga di tingkat komunitas, memberdayakan masyarakat, dan memberikan contoh nyata kemandirian energi.

Tahun 2025 bukan sekadar angka di kalender. Ini adalah tenggat waktu yang menjadi saksi bisu upaya kolektif umat manusia untuk menyelamatkan planetnya. Dengan 40% listrik dunia berdenyut dari energi bersih, kita tidak hanya mengurangi emisi, tetapi juga membangun fondasi bagi ekonomi yang lebih hijau, inovasi yang tak terbatas, dan masa depan yang lebih terang bagi generasi mendatang. Tantangan masih ada, namun dengan komitmen dan kolaborasi, terobosan hijau ini akan menjadi babak baru dalam sejarah peradaban manusia.

BACA JUGA:

Kaleidoskop 2025: Vaksin Malaria Rutin di 17 Negara Afrika Selamatkan Puluhan Ribu Anak dari Kematian

Kaleidoskop 2025: KTT APEC, PM Jepang Sanae Takaichi Geser Kursi untuk Prabowo, Memicu Investasi Rp100 Triliun

Kaleidoskop 2025: Samosir di Tengah Kekeringan Sumatera Utara 2025 yang Mengancam Pangan Nasional

Kaleidoskop 2025: Erupsi Gunung Ibu Guncang Maluku Utara

Longsor Bali 2025: Hujan Maut Renggut 9 Nyawa, Jejak La Niña & Deforestasi

Tags: AdaroCOP30Energi Bersih 40%energi terbarukanG20Kaleidoskop 2025pemanasan globalPLTStransisi energi
Share10Tweet6Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 16-17 Januari 2026: Hujan Lebat dan Angin Kencang Melanda - Utama

BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 16-17 Januari 2026: Hujan Lebat dan Angin Kencang Melanda

16/01/2026
Banjir Jakarta Berangsur Surut: 28 RT dan 6 Ruas Jalan Masih Tergenang, Upaya Penanganan Terus Digencarkan - Utama

Banjir Jakarta Berangsur Surut: 28 RT dan 6 Ruas Jalan Masih Tergenang, Upaya Penanganan Terus Digencarkan

13/01/2026
Jakarta Terendam: Banjir Meluas Akibat Hujan Ekstrem, Transjakarta Terganggu - Utama

Jakarta Terendam: Banjir Meluas Akibat Hujan Ekstrem, Transjakarta Terganggu

12/01/2026
Banjir Melanda Indonesia 12 Januari 2026: Daftar Wilayah Terdampak dan Dampaknya - Utama

Banjir Melanda Indonesia 12 Januari 2026: Daftar Wilayah Terdampak dan Dampaknya

12/01/2026
47 Gempa Guncang Indonesia dalam 10 Jam pada 11 Januari 2026: Laporan Lengkap BMKG - Utama

47 Gempa Guncang Indonesia dalam 10 Jam pada 11 Januari 2026: Laporan Lengkap BMKG

11/01/2026
Heboh Sumur Bor di Bangkalan Keluarkan Cairan Diduga Minyak Mentah, Warga Berbondong-bondong Melihat - Utama

Heboh Sumur Bor di Bangkalan Keluarkan Cairan Diduga Minyak Mentah, Warga Berbondong-bondong Melihat

11/01/2026
Gunung Ile Lewotolok Meletus 162 Kali, PVMBG Catat Aktivitas Vulkanik Signifikan - Utama

Gunung Ile Lewotolok Meletus 162 Kali, PVMBG Catat Aktivitas Vulkanik Signifikan

10/01/2026
Banjir Susulan Terjang Aceh Timur: 44 Desa Tergenang, Ribuan Jiwa Terdampak - Utama

Banjir Susulan Terjang Aceh Timur: 44 Desa Tergenang, Ribuan Jiwa Terdampak

09/01/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Banjir Melanda Indonesia 12 Januari 2026: Daftar Wilayah Terdampak dan Dampaknya - Utama

    Banjir Melanda Indonesia 12 Januari 2026: Daftar Wilayah Terdampak dan Dampaknya

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Heboh Sumur Bor di Bangkalan Keluarkan Cairan Diduga Minyak Mentah, Warga Berbondong-bondong Melihat

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • 47 Gempa Guncang Indonesia dalam 10 Jam pada 11 Januari 2026: Laporan Lengkap BMKG

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Hoaks Tautan Pinjaman BRI hingga Rp500 Juta

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Malaysia & Indonesia Blokir Grok AI: Respons Cepat atas Ancaman Deepfake Seksual dan Langkah xAI Terkini

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Mens Rea, Pandji, dan Kita yang Lebih Memuja Sopan Santun Ketimbang Kebenaran

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
  • 10 Model Rambut Pria yang Cocok Untuk Menutupi Pipi Chubby 💈✂️

    3831 shares
    Share 1532 Tweet 958
  • Dari Luka yang Dicuri Menuju Janji yang Dinanti: Babak Baru Aurelie Moeremans

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem: Waspada Banjir dan Longsor di Sulawesi Selatan

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • KPK Terapkan KUHAP Baru: Fokus HAM, Tersangka Suap Pajak Tak Lagi Dipajang di Konferensi Pers

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB - Utama

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian - Utama
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah - Utama
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami - Utama
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini - Utama
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus - Utama
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia - Utama
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern - Utama
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial? - Utama
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu? - Utama
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus - Utama
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda? - Utama
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
tips keselamatan saat gempa bumi
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2015

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.