Wartakita.id, Merauke — Wakil Bupati Merauke, R.B.A. Hendrawan, S.Sos, M.H., memimpin langsung upacara peringatan Hari Santri Nasional yang digelar pada Kamis, 22 Oktober 2026, di Merauke, Papua Selatan. Dalam amanatnya, beliau mengajak seluruh santri di wilayah tersebut untuk tidak hanya mengukir prestasi akademik dan spiritual, tetapi juga secara aktif beradaptasi dan menguasai perkembangan teknologi demi menghadapi tantangan masa depan dan berkontribusi pada Indonesia Emas.
Santri sebagai Pilar Pembangunan Bangsa di Era Digital
Peringatan Hari Santri Nasional setiap tanggal 22 Oktober bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah pengingat akan peran fundamental para santri dan ulama dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Sejak masa kolonial hingga era kemerdekaan, kontribusi mereka dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak dapat dipungkiri. Di era digital yang serba cepat ini, peran santri dituntut untuk berevolusi. Wakil Bupati Merauke, R.B.A. Hendrawan, menekankan bahwa santri masa kini harus mampu memadukan nilai-nilai keislaman dan tradisi pesantren dengan kemajuan teknologi informasi. Penguasaan teknologi bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan agar santri dapat menjadi agen perubahan yang inovatif dan memiliki daya saing global.
Beliau menambahkan bahwa pesantren sebagai lembaga pendidikan tradisional memiliki potensi besar untuk melahirkan generasi muda yang tidak hanya religius, tetapi juga cakap secara intelektual dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan mengintegrasikan kurikulum berbasis teknologi, pesantren dapat membekali santri dengan keterampilan yang relevan untuk dunia kerja modern, mulai dari literasi digital, pemrograman, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Emas, di mana sumber daya manusia yang berkualitas dan melek teknologi menjadi kunci utama kemajuan bangsa.
Adaptasi Teknologi: Kunci Santri Menghadapi Tantangan Masa Depan
Dalam amanat upacaranya, R.B.A. Hendrawan secara gamblang menyampaikan pentingnya adaptasi teknologi bagi para santri. Beliau menggarisbawahi bahwa dunia terus bergerak maju, dan teknologi menjadi salah satu motor penggeraknya. Santri yang mampu menguasai teknologi akan memiliki keunggulan kompetitif dalam berbagai bidang, baik itu dalam dakwah, pendidikan, ekonomi, maupun sains. Kemampuan untuk memanfaatkan internet secara bijak, mengoperasikan perangkat lunak, hingga memahami dasar-dasar kecerdasan buatan akan membuka peluang baru dan memperluas cakrawala mereka.
Lebih lanjut, Wakil Bupati Merauke mengajak santri untuk tidak ragu menjelajahi dunia digital dengan semangat positif dan produktif. Ini berarti menggunakan teknologi untuk belajar, berinovasi, dan menyebarkan kebaikan, bukan untuk hal-hal negatif yang dapat merusak moral dan tatanan sosial. Dengan demikian, santri dapat menjadi garda terdepan dalam memanfaatkan teknologi untuk kemaslahatan umat dan kemajuan bangsa, sekaligus memperkuat persatuan di tengah keberagaman yang ada di Indonesia.
Memperkuat Persatuan Menuju Indonesia Emas
Peringatan Hari Santri Nasional di Merauke ini juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Wakil Bupati Hendrawan menegaskan bahwa santri, dengan latar belakang dan tradisi keilmuannya yang kaya, memiliki peran strategis dalam menjaga kohesi sosial di masyarakat. Di tengah dinamika sosial dan politik yang terkadang kompleks, santri diharapkan mampu menjadi perekat bangsa, menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, moderasi, dan kebangsaan.
Beliau berpesan agar para santri senantiasa menjaga semangat juang dan keikhlasan dalam menuntut ilmu serta mengabdi kepada masyarakat. Dengan berprestasi di berbagai bidang dan beradaptasi dengan teknologi, santri tidak hanya akan mengangkat derajat diri sendiri dan pesantrennya, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya Indonesia Emas. Semangat ini harus terus dipupuk agar generasi santri masa depan dapat menjadi pemimpin yang berintegritas, inovatif, dan berwawasan global.
Intinya
- Wakil Bupati Merauke memimpin upacara Hari Santri Nasional 2026, menekankan pentingnya santri berprestasi dan adaptif terhadap teknologi.
- Penguasaan teknologi dinilai krusial bagi santri untuk menghadapi tantangan masa depan dan berkontribusi pada visi Indonesia Emas.
- Peringatan ini juga menjadi pengingat peran historis santri serta ajakan untuk memperkuat persatuan bangsa melalui inovasi dan literasi digital.
Kerap Ditanyakan
T: Mengapa Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22 Oktober?
J: Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22 Oktober untuk mengenang dan menghargai peran besar para santri serta ulama dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, serta sebagai momentum refleksi kontribusi mereka dalam menjaga keutuhan bangsa.
T: Apa peran santri di era digital saat ini menurut Wakil Bupati Merauke?
J: Menurut Wakil Bupati Merauke, santri di era digital dituntut untuk berprestasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Mereka diharapkan mampu memadukan nilai-nilai keislaman dengan penguasaan teknologi agar dapat menjadi agen perubahan yang inovatif dan berkontribusi pada pembangunan nasional.
Kontributor: M. Ridham
Editor: Tim Editor Wartakita dibantu AI.























