Wartakita.id, Banjarmasin — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat disertai angin kencang dan banjir rob di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan pada Senin, 19 Oktober 2026. Prakiraan ini dirilis pada Minggu sore, 18 Oktober 2026, sebagai langkah antisipasi menghadapi kondisi cuaca yang diperkirakan memburuk.
Potensi Hujan Lebat Mengancam Hulu Sungai Tengah dan Tabalong
Pada Senin pagi hingga sore hari, tanggal 19 Oktober 2026, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) diprediksi akan diguyur hujan deras secara signifikan. Intensitas curah hujan yang tinggi ini berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat, mulai dari transportasi hingga kegiatan ekonomi. BMKG mengimbau warga HST untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan banjir atau dekat dengan bantaran sungai. Perlu diingat, hujan deras yang berlangsung lama dapat memicu peningkatan debit air sungai dan berisiko menimbulkan genangan air bahkan banjir bandang di beberapa titik.
Senada dengan HST, wilayah Tabalong juga diperkirakan mengalami kondisi cuaca yang tidak menentu. Prakiraan cuaca menunjukkan adanya potensi banjir lokal akibat curah hujan tinggi yang turun dalam waktu singkat. Fenomena ini seringkali terjadi ketika sistem drainase perkotaan tidak mampu menampung volume air yang tiba-tiba meningkat. Oleh karena itu, masyarakat di Tabalong dihimbau untuk selalu memantau perkembangan cuaca dan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk, seperti mengamankan barang-barang berharga dan menyiapkan jalur evakuasi jika diperlukan.
Ancaman Ganda di Pesisir Kotabaru: Angin Kencang dan Banjir Rob
Berbeda dengan daerah pedalaman, Kota dan Kabupaten Kotabaru menghadapi ancaman ganda yang lebih kompleks. Angin kencang diprediksi akan melanda wilayah pesisir ini, membawa potensi kerusakan pada infrastruktur ringan seperti atap rumah, papan reklame, hingga pepohonan yang tumbang. BMKG menekankan pentingnya masyarakat untuk memastikan bangunan dan lingkungan sekitar aman dari terjangan angin kencang. Selain itu, fenomena angin kencang ini seringkali beriringan dengan gelombang laut yang lebih tinggi, yang dapat memperparah kondisi.
Ancaman kedua yang tak kalah serius adalah potensi banjir rob. Fenomena ini diprediksi akan lebih parah di area pesisir Kotabaru, terutama jika peningkatan debit air sungai dari wilayah hulu terjadi bersamaan dengan pasang laut yang tinggi. Kombinasi kedua faktor ini dapat menyebabkan air laut meluap hingga ke daratan, menggenangi permukiman warga dan mengganggu aktivitas di pelabuhan serta area pesisir lainnya. Masyarakat yang bermukim di zona pesisir sangat disarankan untuk mengikuti informasi pasang surut dan peringatan dini dari BMKG.
Peran BMKG dan Mitigasi Bencana
Prakiraan cuaca ini dirilis oleh BMKG pada 18 Oktober 2026 pukul 16:30 WIB, sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana hidrometeorologis yang rutin dilakukan. Melalui mekanisme pemantauan satelit dan data klimatologi yang canggih, BMKG berupaya memberikan peringatan dini seakurat mungkin kepada masyarakat. Tujuannya adalah agar masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri, mengurangi risiko kerugian, dan meminimalkan potensi korban jiwa.
BMKG menjelaskan bahwa kondisi atmosfer saat ini memang mendukung pembentukan awan hujan di wilayah Kalimantan Selatan, ditambah dengan adanya fenomena angin kencang dan potensi pasang laut yang tinggi. Oleh karena itu, masyarakat di HST, Tabalong, dan Kotabaru diminta untuk menghindari aktivitas luar ruangan saat puncak curah hujan atau saat angin kencang melanda. Tindakan pencegahan sederhana seperti tidak berteduh di bawah pohon atau bangunan yang rapuh, serta menjauhi area lereng bukit yang berpotensi longsor, dapat sangat membantu mencegah kecelakaan.
Intinya
- BMKG memprediksi potensi hujan lebat disertai angin kencang dan banjir rob di Kalimantan Selatan pada Senin, 19 Oktober 2026, khususnya di HST, Tabalong, dan Kotabaru.
- Peringatan dini ini dirilis pada Minggu sore, 18 Oktober 2026, untuk memberikan waktu bagi masyarakat melakukan mitigasi dan mengurangi risiko bencana hidrometeorologis.
- Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap ancaman banjir lokal, banjir bandang, kerusakan akibat angin kencang, dan banjir rob, serta membatasi aktivitas luar ruangan saat cuaca ekstrem.
Kerap Ditanyakan
T: Mengapa BMKG merilis prakiraan cuaca ini?
J: BMKG merilis prakiraan ini untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat Kalimantan Selatan mengenai potensi hujan lebat, angin kencang, dan banjir rob. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat mempersiapkan diri dan melakukan langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologis.
T: Apa saja langkah antisipasi yang bisa dilakukan masyarakat?
J: Masyarakat di wilayah yang diprediksi terdampak disarankan untuk memantau informasi cuaca terbaru, mengamankan barang-barang berharga, memperkuat bangunan yang rentan, menghindari aktivitas luar ruangan saat cuaca ekstrem, serta menjauhi area rawan bencana seperti bantaran sungai dan lereng bukit.
Kontributor: RR. Nur
Editor: Tim Editor Wartakita dibantu AI.























