Laga UEFA Nations League di Wembley menyajikan duel sengit antara Inggris dan Spanyol, di mana The Three Lions harus mengakui keunggulan tim tamu 3-2. Momen krusial kegagalan penalti Harry Kane menjadi titik balik yang mengubah jalannya pertandingan.
- Spanyol bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Inggris 3-2 di Wembley.
- Gol cepat Lamine Yamal dibalas oleh Anthony Gordon dan Harry Kane untuk Inggris.
- Kegagalan penalti Harry Kane di babak kedua terbukti menjadi momen krusial yang mengubah momentum.
- Alex Baena dan Mikel Oyarzabal memastikan kemenangan Spanyol.
- Statistik penalti Harry Kane bersama Timnas Inggris disorot setelah kegagalan di laga ini.
Drama Wembley: Spanyol Bangkit Usai Inggris Sempat Unggul
Stadion Wembley menjadi saksi bisu pertandingan Grup 3 UEFA Nations League A yang penuh tensi antara Inggris dan Spanyol pada Minggu (27/9/2026) dini hari WIB. Pertandingan yang diprediksi berjalan ketat ini memang tak mengecewakan, dengan Spanyol keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 3-2, meski sempat tertinggal lebih dulu.
Gol Cepat Spanyol Dibalas Inggris, Momentum Berubah di Babak Kedua
Spanyol menunjukkan niat serius sejak awal pertandingan. Lamine Yamal berhasil mencatatkan namanya di papan skor hanya pada menit kedua, memberikan keunggulan cepat bagi tim tamu. Namun, publik Wembley tidak tinggal diam. Inggris, dengan semangat juang khasnya di kandang sendiri, berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Anthony Gordon di menit ke-36.
Selang empat menit, gairah Wembley berlipat ganda ketika Harry Kane berhasil mengkonversi peluang menjadi gol, membawa The Three Lions berbalik unggul 2-1. Skor ini bertahan hingga jeda pertandingan. Namun, babak kedua menghadirkan drama yang tak terduga.
Penalti Krusial Kane Melenceng, Titik Balik yang Mahal
Momen yang berpotensi memperlebar keunggulan Inggris datang di menit ke-51 ketika wasit menunjuk titik putih menyusul pelanggaran terhadap Jude Bellingham. Beban penendang disandang oleh kapten tim, Harry Kane. Namun, eksekusi penalti Kane justru membentur mistar gawang, sebuah kegagalan yang ternyata berakibat fatal bagi timnya.
Dalam pengalaman saya sebagai pengamat sepak bola, momen kegagalan penalti di saat krusial seperti ini seringkali menjadi titik balik emosional pertandingan. Momentum yang tadinya berpihak pada tuan rumah, seketika berpindah tangan. Hal ini dapat terlihat dari bagaimana Spanyol memanfaatkan kesempatan emas ini.
Spanyol Manfaatkan Momentum, Ambil Alih Kendali Permainan
Memanfaatkan goyahnya konsentrasi Inggris pasca kegagalan penalti, Spanyol langsung merespons. Alex Baena berhasil menciptakan gol penyeimbang di menit ke-60, membuyarkan keunggulan Inggris. Gol tersebut seolah menjadi pemantik semangat bagi La Furia Roja.
Puncaknya terjadi di menit ke-74 ketika Mikel Oyarzabal mencetak gol kemenangan bagi Spanyol, mengunci tiga poin penuh untuk tim tamu dan meninggalkan Inggris dengan tangan hampa di kandang sendiri.
Sorotan Harry Kane: Kontras Statistik Penalti
Kekalahan ini tentu saja menempatkan Harry Kane di bawah sorotan tajam, terutama terkait kegagalan penalti yang begitu krusial. Data menunjukkan bahwa kegagalan tendangan penalti ini menandai yang kelima kalinya dari 31 kesempatan bersama Timnas Inggris. Angka ini cukup kontras jika dibandingkan dengan rekam jejaknya di level klub bersama Bayern Munich, di mana ia hanya gagal tiga kali dari 43 kesempatan.
Meski kecewa, Kane menunjukkan sikap profesional dan optimistis pasca pertandingan. “Kami menghadapi juara bertahan Piala Eropa dan Piala Dunia, kami bisa mengimbangi mereka. Di lain hari, kami tentunya bisa memenangi laga itu. Kami harus bisa mengambil sisi positifnya. Kami harus menyemangati diri sendiri dan siap bermain lagi di laga berikutnya,” ujarnya kepada ITV Sport. Pernyataannya mencerminkan kekuatan mental seorang pemimpin yang mencoba menjaga optimisme tim di tengah kekecewaan.
Kontributor: RR. Nur
Penyunting: Budi S.























