Wartakita.id, MAKASSAR — Liga Champions Eropa musim ini kembali menyajikan kejutan yang tak terduga. Jika biasanya sorotan tertuju pada raksasa-raksasa Eropa seperti Real Madrid, Barcelona, atau Bayern Munich, kali ini ada nama baru yang mulai berani bersuara: Como. Klub debutan yang dimiliki oleh Grup Djarum asal Indonesia ini, secara mengejutkan, berhasil menyamai rekor kemenangan terbesar dalam sejarah Liga Champions setelah membantai RC Lens dengan skor telak 9-1. Kemenangan fenomenal ini, ditambah dengan performa impresif tim-tim lain seperti Paris Saint-Germain (PSG), memunculkan pertanyaan besar: mampukah Como menjadi ancaman nyata di kompetisi paling prestisius di Benua Biru ini?
Performa Como di Stadion Bollaert-Delelis, Lens, Perancis, pada Kamis (5/11/2026) lalu sungguh di luar nalar. Sembilan gol yang bersarang di gawang RC Lens dicetak oleh tujuh pemain berbeda, sebuah bukti kedalaman skuad dan meratanya kekuatan tim. Anastasios Douvikas menjadi bintang lapangan dengan mencetak hattrick dan satu asis, namun kontribusi dari pemain lain tak kalah krusial. Kombinasi umpan cepat, pergerakan tanpa bola yang cerdas, dan pemanfaatan ruang yang efektif menjadi kunci Como membongkar pertahanan lawan. Ini bukan sekadar kemenangan kebetulan, melainkan sebuah pernyataan tegas bahwa Como datang bukan untuk menjadi bulan-bulanan.
Intinya
- Klub debutan Como mencetak sejarah dengan kemenangan 9-1 atas RC Lens di Liga Champions, menyamai rekor kemenangan terbesar dalam sejarah kompetisi.
- Kemenangan Como menunjukkan kedalaman skuad dengan tujuh pemain berbeda mencetak gol, termasuk hattrick Anastasios Douvikas.
- Paris Saint-Germain (PSG) juga meraih kemenangan telak 6-0 atas Villarreal, sekaligus mencetak rekor sebagai tim tercepat di Eropa mencetak empat gol dalam waktu kurang dari 18 menit.
- Performa impresif Como didukung oleh kombinasi umpan cepat, pergerakan tanpa bola, dan pemanfaatan ruang yang efektif.
- Meskipun masih dini, kemenangan besar Como dan performa solid tim-tim lain memunculkan potensi kejutan dan persaingan ketat di Liga Champions musim ini.
Di sisi lain lapangan, Paris Saint-Germain (PSG) juga tak mau kalah garang. Sehari sebelumnya, Rabu (4/11/2026), tim asuhan pelatih baru ini berhasil melumat tuan rumah Villarreal 6-0 di Stadion de la Ceramica, Spanyol. Yang lebih mencengangkan, PSG memecahkan rekor sebagai tim tercepat di Eropa yang mampu mencetak empat gol, hanya dalam kurun waktu kurang dari 18 menit. Enam gol PSG dicetak oleh lima pemain berbeda, mengindikasikan bahwa tim ini memiliki mesin gol yang merata dan mampu mengoptimalkan seluruh potensi pemainnya. Kecepatan luar biasa dalam menyerang menjadi senjata mematikan bagi PSG.
Perbandingan dua hasil ini, kemenangan Como dan PSG, menunjukkan dua wajah kekuatan yang berbeda namun sama-sama mematikan. Como mengandalkan kolektivitas dan efektivitas dalam membongkar pertahanan, sementara PSG mengandalkan kecepatan kilat dan kedalaman skuad yang merata. Kedua tim ini, dengan cara mereka masing-masing, telah mengirimkan sinyal bahaya kepada para pesaingnya.
Tentu saja, Liga Champions adalah panggung yang sangat berbeda dengan liga domestik. Tekanan, mentalitas, dan pengalaman bertanding di level tertinggi akan menjadi ujian sesungguhnya. Kekalahan Liverpool 2-3 dari Fenerbahce di Stadion Sukru Saracoglu, yang kontras dengan ‘keajaiban Istanbul’ 21 tahun silam, menjadi pengingat bahwa di Liga Champions, segalanya bisa terjadi. Namun, melihat bagaimana Como dan PSG tampil, bukan tidak mungkin kita akan menyaksikan persaingan yang lebih sengit dan kejutan-kejutan tak terduga di fase-fase selanjutnya.
Kerap Ditanyakan
T: Apakah kemenangan Como 9-1 melawan RC Lens merupakan rekor terbesar dalam sejarah Liga Champions?
J: Kemenangan 9-1 ini menyamai rekor kemenangan terbesar dalam sejarah Liga Champions. Rekor ini sebelumnya juga dipegang oleh Liverpool dan Real Madrid.
T: Apa yang membuat Como bisa tampil begitu dominan melawan RC Lens?
J: Como menunjukkan kombinasi umpan cepat, pergerakan tanpa bola yang cerdas, dan pemanfaatan ruang yang efektif untuk membongkar pertahanan lawan. Kedalaman skuad juga terlihat dari tujuh pemain berbeda yang mencetak gol.
T: Apa rekor yang dipecahkan oleh PSG saat melawan Villarreal?
J: PSG memecahkan rekor sebagai tim tercepat di Eropa yang mampu mencetak empat gol, yaitu dalam waktu kurang dari 18 menit.
Kontributor: Budi S.
Editor: Tim Editor Wartakita dibantu AI.























