Wartakita.id, Jakarta — Danantara, perwakilan dari PT Bio Farma (Persero), secara resmi membuka Forum Digital Transformation and Innovation International Forum (DTIIF) 2026 pada Selasa, 27 Oktober 2026. Dalam pidato pembukaannya, Danantara menekankan pentingnya kolaborasi teknologi global sebagai kunci untuk memperkuat ekosistem inovasi dan mengakselerasi transformasi digital di Indonesia.
Dorongan Kolaborasi Teknologi Global untuk Transformasi Digital
Dalam era yang serba terhubung ini, kemajuan teknologi digital menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa. Forum Digital Transformation and Innovation International Forum (DTIIF) 2026 yang diselenggarakan hari ini menjadi momentum krusial bagi para pemangku kepentingan, baik dari sektor publik maupun swasta, untuk bertukar gagasan dan merumuskan strategi adaptasi terhadap lanskap teknologi yang terus berubah. Kehadiran Danantara dari Bio Farma, sebuah entitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang farmasi dan kesehatan, dalam kapasitasnya membuka forum ini, menggarisbawahi peran strategis sektor ini dalam agenda transformasi digital nasional.
Danantara secara gamblang menyampaikan visi bahwa inovasi teknologi tidak dapat tumbuh subur dalam isolasi. Ia mendorong terciptanya sinergi antarnegara, lintas industri, dan berbagai disiplin ilmu untuk menghasilkan solusi teknologi yang lebih komprehensif dan berdampak luas. Kolaborasi internasional ini diharapkan tidak hanya memfasilitasi transfer pengetahuan dan teknologi, tetapi juga membuka peluang investasi serta pengembangan sumber daya manusia yang kompeten di bidang digital. Dengan demikian, Indonesia dapat lebih sigap dalam mengadopsi dan mengimplementasikan teknologi terkini, mulai dari kecerdasan buatan, analisis data besar, hingga teknologi blockchain, yang kesemuanya berpotensi merevolusi berbagai sektor.
Bio Farma Pamerkan Inovasi Teknologi di DTIIF 2026
Partisipasi aktif Bio Farma dalam DTIIF 2026 tidak sekadar sebagai pembuka forum, melainkan juga sebagai ajang unjuk gigi atas berbagai inovasi teknologi yang telah dikembangkan perusahaan. Keikutsertaan ini mencerminkan komitmen Bio Farma untuk tidak hanya menjadi produsen produk farmasi dan kesehatan, tetapi juga menjadi pionir dalam pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi operasional, kualitas produk, serta layanan kepada masyarakat. Inovasi yang dipamerkan kemungkinan besar mencakup solusi digitalisasi dalam rantai pasok, pengembangan platform kesehatan digital, pemanfaatan data analitik untuk riset dan pengembangan obat, hingga aplikasi teknologi canggih dalam proses manufaktur.
Kehadiran Bio Farma di forum internasional seperti DTIIF 2026 juga menjadi bukti nyata bahwa perusahaan BUMN kini semakin berani bersaing di kancah global dengan mengedepankan inovasi. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan diri dan citra positif Indonesia sebagai negara yang mampu menghasilkan teknologi mutakhir. Dengan memamerkan inovasi-inovasinya, Bio Farma tidak hanya berupaya menarik minat investor dan mitra strategis, tetapi juga menginspirasi pelaku industri lain di tanah air untuk terus berinovasi dan berani melangkah lebih jauh dalam mengadopsi teknologi digital.
Memperkuat Ekosistem Inovasi dan Transformasi Digital Nasional
Forum Digital Transformation and Innovation International Forum (DTIIF) 2026 dirancang secara spesifik untuk menjadi katalisator dalam memperkuat ekosistem inovasi dan transformasi digital di Indonesia. Melalui diskusi mendalam, presentasi studi kasus, dan sesi jejaring, forum ini menyediakan platform bagi para pemangku kepentingan untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan mengidentifikasi tantangan serta peluang yang ada. Tujuannya jelas: menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuhnya ide-ide kreatif, pengembangan solusi teknologi yang relevan, serta akselerasi adopsi teknologi digital di berbagai lini kehidupan masyarakat dan sektor ekonomi.
Dalam konteks yang lebih luas, transformasi digital bukan hanya tentang adopsi teknologi semata, melainkan sebuah perubahan fundamental dalam cara berpikir, bekerja, dan berbisnis. Forum seperti DTIIF 2026 berperan penting dalam menyebarluaskan pemahaman ini dan mendorong kolaborasi lintas sektor. Ketika sektor kesehatan, misalnya, yang diwakili oleh Bio Farma, berkolaborasi dengan sektor teknologi informasi, keuangan, dan manufaktur, potensi untuk menciptakan solusi yang terintegrasi dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan akan semakin besar. Dorongan kolaborasi teknologi global yang digaungkan Danantara menjadi esensi dari upaya ini, memastikan bahwa Indonesia tidak tertinggal dalam perlombaan inovasi global.
Intinya
- Danantara dari Bio Farma membuka Forum Digital Transformation and Innovation International Forum (DTIIF) 2026 pada 27 Oktober 2026, menekankan pentingnya kolaborasi teknologi global.
- Bio Farma turut memamerkan berbagai inovasi teknologi yang dikembangkannya, menunjukkan komitmennya dalam ekosistem inovasi nasional dan global.
- Forum DTIIF 2026 bertujuan memperkuat ekosistem inovasi dan transformasi digital di Indonesia melalui diskusi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan.
Kerap Ditanyakan
T: Apa tujuan utama dari Forum Digital Transformation and Innovation International Forum (DTIIF) 2026?
J: Tujuan utama forum ini adalah untuk memperkuat ekosistem inovasi dan transformasi digital di Indonesia, serta mendorong kolaborasi teknologi global antarnegara dan lintas sektor.
T: Mengapa partisipasi Bio Farma dalam forum ini dianggap penting?
J: Partisipasi Bio Farma penting karena menunjukkan komitmen perusahaan BUMN dalam inovasi teknologi, memamerkan kemampuannya di kancah internasional, dan berkontribusi pada agenda transformasi digital nasional, khususnya di sektor kesehatan.
Kontributor: H. Gunadi
Editor: Tim Editor Wartakita dibantu AI.























