WARTAKITA.ID Bulukumba, 9 September 2021 – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 9 September 2021 di Bulukumba, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Kiat Cegah Kecanduan Digital pada Anak”.
Program kali ini dipandu oleh Hesty Imaniar sebagai moderator dan menghadirkan empat narasumber, yaitu Trainer Cek Fakta, Eviera Paramita Sandi; pemerhati Cyber-religion dan Wakil Kornas ASASI, Donald Qomaidiansyah Tungkagi; Managing Editor Islami.co, Dedik Priyanto; serta dosen, Salaki Reynaldo Joshua. Program webinar kali ini dihadiri oleh 546 peserta dari berbagai kalangan. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.
Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Usai sambutan tersebut, pemateri pertama, Eviera Paramitha Sandi, membawakan tema “Mengenal Search Engine dan Tips Memilih Akses Informasi Digital”. Peramban (browser) adalah program yang digunakan sebagai alat bantu mencari informasi di internet, contohnya Google Chrome, UC Browser, dan Mozilla Firefox. Sementara YouTube Kids dan Kiddle adalah contoh peramban alternatif untuk anak. “Pelajari keunggulan peramban, pastikan situs yang dikunjungi terlindungi, selalu pakai jaringan aman, jangan mudah tergiur pop-up, waspadai phishing, kurangi jejak digital, dan gunakan antivirus,” pesannya.

Berikutnya, Donald Qomaidiansyah Tungkagi menyampaikan materi berjudul “Internalisasi Cyber-Religious dalam Digital Ethics: Sebuah Tawaran”. Donald mengutip salah satu survei yang menyebut bahwa responden Indonesia menganggap agama paling penting. Dia lantas menjelaskan tentang cyber-religius dan nilai-nilainya, seperti kejujuran dengan tidak menggunakan akun palsu. “Ada 10 dasar netiket. Beberapa di antaranya, norma di dunia nyata berlaku juga di dunia maya, hargai privasi orang lain, tampilkan jejak digital yang baik, jangan salah gunakan kuasa, dan jadilah pemaaf,” ucapnya.
Sebagai pemateri ketiga, Dedik Priyanto membawakan tema tentang “Bermain-main dengan Gawai: Budaya Digital, Emang Bisa ya Mengasuh Anak di Zaman Digital?”. Dedik menegaskan bahwa anak juga punya hak digital dan peran orang yang lebih dewasa adalah melindungi dari sisi gelap digital. “Gawai bisa diatur. Caranya, menjadwalkan waktu pakai, fokuskan kegiatan lain, dan orang tua harus melek digital,” katanya.
Adapun pemateri terakhir, Salaki Reynaldo Joshua, menyampaikan tema mengenai “Digital Safety: Peran Orang Tua dalam Pendidikan Internet Aman dan Sehat untuk Anak”. Ia mengatakan, beberapa cara mengajarkan anak tentang keamanan internet adalah memberikan batasan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di internet, meminta anak menjaga data pribadi, serta mengajak anak berkomunikasi jika mengalami masalah di internet.
Selanjutnya, moderator membuka sesi tanya jawab yang disambut antusias dengan beragam pertanyaan menarik dari para peserta. Panitia memberikan uang elektronik senilai masing-masing Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.
“Bagaimana memahamkan anak tentang kecanduan gawai, mengingat saat ini anak-anak lebih sering di depan gawai saat PJJ?” tanya Anggraini Naila kepada Eviera. Eviera mengatakan bahwa bahaya tidaknya gawai sangat tergantung peran orang tua di rumah. Orang tua harus cakap digital. “Tetapkan batasan seperti apa seharusnya berinternet, batasi penggunaannya, dan ajak berinteraksi di luar. Literasi orang tuanya dulu agar dia bisa mengajarkan anaknya,” imbuhnya.
_____
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.