Intiwhiz Hospitality, Bangun Dua Hotel di Makassar

President Director Intiwhiz Hotel, Moedjianto (dua kiri) memotong tumpeng saat opening Whiz Prime Hotel Sudirman, Jumat (7/7).

Wartakita.id, MAKASSAR – Melihat kondisi kota Makassar mengalami perkembangan yang cukup pesat, Intiwhiz Hospitality Managemen kembali melakukan ekspansi di kota Anging Mamiri Makassar.

Whiz Prime Hotel Sudirman merupakan hotel kedua di Makassar dan ke tiga di bagian timur Indonesia.

Kali ini Whiz Prime Hotel Sudirman resmi diperkenalkan kepada para pelanggan setia hotel Whiz prime.

Kehadiran hotel bintang tiga pada salah satu pusat kota  tersebut, menjadi bukti keseriusan Inti Whiz Hospilaty Management melebarkan sayap bisnis di Makassar. Sebelumnya, telah berdiri Whiz Prime Hotel Hasanuddin.

President director PT. Intiwhiz Internasional, Moedjianto S Tjahjono mengatakan, tingginya okupansi bisnis hotel di Kota Anging Mamiri menjadi alasan berdirinya hotel kedua di Makassar.

“Kalau orang mengatakan Surabaya kota kedua setelah Jakarta, saya membantanya, justru Makassar lah yang menjadi nomor dua, hal ini dibuktikan kami hanya membangun satu hotel di Surabaya, dan Makassar kami membangun dua hotel,” kata Moedjianto,”kata Timothy, saat opening Whiz Prime Sudirman, Jumat (7/7/17).

Ia menjelaskan, Whiz Prime Hotel Hasanuddin memberikan pencapaian bagus dari sisi okupansi. Tingkat Hunian Kamar (TPK), kata dia, rata-rata pertahun mencapai 75 persen.

“Nah khusus hotel kami yang di Hasanuddin target okupansi pada semester dua kita bidik 55 persen,” katanya

Mengacu dari pencapaian tersebut, ia yakin, Whiz Prime Hotel Sudirman juga akan mencatatkan hasil yang sama. Alasannya, kehadiran hotel tersebut merupakan hasil capaian dan evaluasi terhadap kinerja dan pelayanan pada Whiz Prime Hotel Hasanuddin. “Ada perubahan yang kami lakukan di Sudirman. Contohnya model kamar yang kami desain berdasarkan saran dari pelanggan yang pernah menginap di Hasanuddin,” terangnya.

Sementara itu, Manager Hotel Whiz Prime Hotel Sudirman, Timothy A Lesiangi, menambahakan selain berburu okupansi, membidik omzet dari meeting room dan restoran juga menjadi prioritas pada Whiz Prime Hotel Sudirman.

“Kami cukup percaya diri, apalagi Whiz Prime Hotel Sudirman berada di tengah-tengah kota,” katanya.

Berbicara persaingan, Timothy
Menyebut, status bintang tiga yang disandang ditambah beberapa inovasi dari segi tampilan hotel, membuatnya yakin Whiz Prime Hotel bisa menacpai target pada semester II. “Kami tergetkan hotel ini mampu mencapai 60 persen okupansi pada tiga bulan ke depan,” tuturnya.

Ia menambahakan, sekarang ini dari 132 kamar terdiri dari dua tipe kamar yakni superior dan deluxe sudah ada 100 kamar yang depan.

“Di awal pembukaan ini kami yakin Whiz prime Sudirman akan manjadi pelihan utama para pengunjung,” tutupnya.

Komentar