Selamat Jalan Tata Rasyid

Mendiang Tata Rasyid (Kaos Biru) dan Kelompok Pencinta Alam dari kota Makassar (Foto: Nugie Kramat Makassar)

Lembanna – Tata Rasyid wafat Senin (13/3/2017) dini hari, sekitar pukul 00.15 WITA, setelah beberapa kali dirawat inap di rumah sakit karena penyakit gula kering yang diderita almarhum.

Jenasah Almarhum usai dishalatkan di masjid di dusun Lembann, Malino. (Foto: Bagas)

Kelompok pencinta alam di kota Makassar diketahui beberapa kali melakukan aksi penggalangan dana untuk membantu biaya pengobatan Tata Rasyid.

Penggalangan dana untuk biaya pengobatan Tata Rasyid beberapa bulan lalu di Makassar. (Foto: Nugie Kramat Makassar)

Ratusan pelayat ikut mengantar jenazah almarhum didominasi oleh para pencinta alam, menuju pemakaman ummum di dusun Lembanna, di kaki gunung Bawakaraeng, sekitar 20 kilometer dari kota Malino kabupaten Gowa Sulawesi Selatan.

Almarhum Tata Rasyid adalah salah seorang tetua dusun Lembanna, dusun terdekat ke jalur pendakian ke puncak gunung Bawakaraeng. Mendiang dikenal ramah, hangat, dan akrab dengan para pendaki gunung Bawakaraeng karena pribadinya bersahabat dan konsisten menjaga alam di sekitar gunung Bawakaraeng.

Seloroh mendiang tentang keharusan menjaga kelestarian alam kepada para pendaki akan selalu diingat. “Andai Chris John yang merusak alam, saya sendiri yang akan masuk ke dalam ring untuk menghajarnya.”

Ratusan pelayan mengantar jenazah Tata Rasyid menuju pemakaman. (Foto: Bagas)

Selamat jalan Tata Rasyid. Foto kiriman warga pewarta: Bagas Daeng Emba dan Facebook Tata Rasyid yang dikelola Kelompok Pencinta Alam.

Komentar