Beranda Wisata

Festival Phinisi 2017 di Bulukumba Tanggal 2-5 November 2017

Bocah mementaskan tari ganrang bulo dalam karnaval pinisi di Tanjung Bira Kab. Bulukumba, Sulsel, Jumat (3/11/2017). (Foto: wartakita)

Wartakita.id, Bulukumba – Festival Pinisi kali ini memiliki nuansa berbeda karena tidak hanya diramaikan acara seremonial dan tarian tradisional. Sejumlah agenda kegiatan akan mengangkat nilai sejarah dan kearifan lokal seperti: ritual adat Ammatoa, Lomba pembuatan miniatur Perahu Pinisi, Lomba tari, Lomba layangan, Pesta Nelayan, dan pada hari terakhir diadakan Prosesi peluncuran Kapal Pinisi.

Ada kegiatan Pinisi Trip Leppee – Bira, yaitu berlayar dengan kapal pinisi dan perahu layar yang dilepas di Pelabuhan Leppe’e Kota Bulukumba dan finish di Tanjung Bira. Acara tersebut tidak hanya mengundang pelaut lokal saja tetapai juga dari seantero Sulawesi Selatan. Kapal-kapal peserta trip memiliki layar dengan kapasitas mesin 15 GT. Pendaftaran Trip kapal dapat menghubungi LO kegiatan di nomor 085395445818 atau WhatsApp 085240730210.

Dalam trip perahu tersebut, digelar pula lomba memancing ikan berkelompok. Satu kelompok beranggotakan tujuh orang. Ikan yang dipancing tidak boleh jenis yang dilindungi seperti napoleon dan hiu. Lokasi pemancingan di sekitar perairan Bira sebelum berlabuh di Pantai Bira. Pemenangnya ditentukan dari berat ikan yang ditangkap.

Pastikan Anda melihat langsung prosesi peluncuran perahu pinisi yang dikenal dengan nama Anynyorong Lopi di lokasi pembuatan perahu Tanaberu Kecamatan Bontobahari. Peluncuran perahu secara tradisional itu adalah menarik perahu menuju ke laut dengan menggunakan tambang dan ditarik ratusan orang. Ada juga Ritual Barasanji dan pembacaan doa-doa menjelang peluncuran perahu Pinisi serta upacara Ammossi sebagai puncak acara ritual dengan pemberian pusar pada pertengahan lunas perahu sebagai simbol lahirnya perahu pinisi.

Ritual Adat Masyarakat Adat Kajang merupakan manifestasi kedekatan masyarakat Kajang dengan alam sekitar. Ritual Adat Andingingi Kampong ini merupakan replikasi dari ritual adat aslinya Andingingi Lino namun ritual adat tersebut terlarang untuk didokumentasikan dalam bentuk apapun. Oleh karena itu, Ritual Andingingi Kampong dilaksanakan untuk memberikan gambaran kepada pengunjung sekaligus kesempatan untuk mendokumentasi ritual Andingingi Lino yang akan dilaksanakan di wilayah dekat kawasan Adat Ammatoa (Desa Mallelleng Kecamatan Kajang).

Anda juga dapat melihat demonstrasi pembuatan sarung tradisional kajang dan sarung tradisional Bira. Prosesnya dimulai dari pemintalan benang hingga ditenun menjadi sarung menggunakan alat tradisional berupa gedogan.

Komentar