Beranda Alam

Jalan Darat dari Palu ke Makassar Bisa Dilalui dan Situasinya Aman

Situasi Kondusif, Tanpa Penghadangan dan Penjarahan. Penduduk Sekitar Bahu Membahu Mendirikan Posko Kesehatan dan Dapur Umum Menampung Pengungsi Korban Gempa dari Palu yang akan menuju Makassar.

Jalur darat yang ditempuh kontributor kami dari Palu menuju Makassar. (Ilustrasi: Google Map)

Wartakita.id – Palu, Perjalanan darat dari Palu ke Makassar dimulai pukul tujuh pagi dari kompleks perumahan dosen Universitas Tadulako Palu. Kontributor kami sempat mengabadikan suasana di sepanjang jalan.

Situasi di jalan Tondo Bawah Palu (2/10) Foto: Kontributor Wartakita
Foto: Kontributor Wartakita
Simpang patung Kuda sebelum pantai Talise, Palu (Foto: Kontributor Wartakita)

Keputusan mengungsi dari kota Palu terpaksa diambil kontributor kami untuk memulihkan trauma anak-anak balita mereka.

Foto: Kontributor Wartakita
Puing-puing rumah korban gempa dan tsunami di Loli, Donggala. (Foto: Kontributor Wartakita)

Ada dua titik jembatan terdampak gempa dan tsunami di daerah Topoyo, tapi masih bisa dilalui oleh truk-truk pembawa bantuan kemanusiaan yang berpapasan dengan kendaraan kontributor kami.

Dapur Umum di Masjid Raya Tikke, masyarakat menyediakan makanan dan pakaian bersih gratis.

Hampir enam jam menempuh perjalanan dari Palu sebelum memasuki Mamuju, secara umum situasi kota Palu dan jalur Pasangkayu – Donggala kembali kondusif, tidak terlihat penjarahan dan tidak menemui penghadangan, sampai mengisi bensin di SPBU Karossa di jalan poros Palu-Mamuju.

Ada posko bantuan dan dapur umum yang dibuat oleh warga Tikke di Masjid Raya Tikke, untuk pengungsi dari Palu, Donggala dan Sigi. Tersedia makanan gratis dan pakaian bersih untuk ganti.

Tersedia makanan gratis dan pakaian bersih untuk gant di Masjid Raya Tikke.

Daerah Tikke dan Karossa yang dulu menjadi momok para pengendara yang menempuh perjalanan darat dari Palu dan ke Makassar, kini berubah. Masyarakatnya sungguh ramah dan tulus membantu para pengungsi.

Video penghadangan rombongan pemulihan akses telekomunikasi yang sempat viral berbeda dengan penjarahan di pusat perbelanjaan. Mereka yang menghadang meminta agar diturunkan di daerah mereka dulu, meskipun muatan tersebut peruntukannya sudah terpogram.

Menatap kembali wajah Indonesia melalui para pengungsi dan relawan. (Foto: Kontributor Wartakita)

Terharu, menatap kembali wajah Indonesia melalui para pengungsi, dan masyarakat yang bahu-membahu di sepanjang perjalanan meringankan beban para pengungsi.

Bukan melalui wajah para penjarah dan penghadang kendaraan bantuan yang ditengarai dilakukan oleh para napi yang melarikan diri. Palu kuat, Palu-Sigi-Donggala bangkit!

Komentar